Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Setelah Melahirkan Normal, Kapan Biasanya Kembali Haid?

Setelah Melahirkan Normal, Kapan Biasanya Kembali Haid?
Magnific.com/jcomp
  • Haid setelah persalinan normal kembali pada waktu berbeda: sekitar 4–8 minggu setelah nifas bagi yang tidak menyusui, atau tertunda lebih dari enam bulan pada ibu menyusui.
  • Menyusui dapat menunda menstruasi karena hormon prolaktin menekan ovulasi; haid pertama juga bisa berbeda dalam jumlah darah, durasi, nyeri, dan keteraturan siklus.
  • Perdarahan sangat banyak, nyeri hebat, atau keluhan tidak biasa perlu diperiksakan. Belum haid tidak meniadakan peluang hamil karena ovulasi dapat terjadi sebelum menstruasi pertama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setelah melewati masa kehamilan dan persalinan, tubuh Mama membutuhkan waktu untuk kembali seperti sebelum hamil. Salah satu perubahan yang sering membuat penasaran adalah kapan menstruasi atau haid akan kembali setelah melahirkan.

Tidak semua Mama mengalami haid pada waktu yang sama setelah persalinan normal. Ada yang kembali dalam beberapa minggu, sementara lainnya baru mengalaminya setelah beberapa bulan, terutama jika masih menyusui. Kapan, sih, sebenarnya haid bisa kembali setelah melahirkan normal?

Yuk, kita bahas di artikel Popmama.com berikut ini.

  1. Waktu Kembalinya Haid setelah Melahirkan Normal

    Waktu Kembalinya Haid setelah Melahirkan Normal
    Magnific.com/onlyyouqj

    Setelah melahirkan normal, waktu kembalinya haid bisa berbeda pada setiap Mama. Hali itu tergantung pada kondisi tubuh dan apakah sedang menyusui atau tidak.

    Pada Mama yang tidak menyusui, haid dapat kembali dalam beberapa minggu setelah melahirkan. Biasanya sekitar sekitar 4–8 minggu setelah nifas. Sementara itu, Mama yang masih menyusui bisa mengalami haid yang tertunda selama beberapa bulan. Kemungkinan bisa lebih dari 6 bulan.

  2. Menyusui Memengaruhi Waktu Kembalinya Haid

    Menyusui Memengaruhi Waktu Kembalinya Haid
    Magnific.com

    Menyusui dapat membuat haid datang lebih lambat karena hormon prolaktin yang berperan dalam produksi ASI juga dapat menekan ovulasi. Semakin sering Mama menyusui, semakin besar kemungkinan menstruasi belum kembali untuk sementara waktu.

    Meski begitu, setiap tubuh punya respons yang berbeda terhadap perubahan hormon setelah melahirkan. Jadi, tidak perlu khawatir jika waktu kembalinya haid berbeda dengan Mama lainnya.

  3. Haid Pertama setelah Melahirkan Bisa Berbeda

    Haid Pertama setelah Melahirkan Bisa Berbeda
    Magnific.com

    Saat haid kembali setelah melahirkan, Mama mungkin menemukan perubahan pada siklus menstruasi. Jumlah darah, lama menstruasi, hingga rasa nyeri bisa berbeda dibandingkan sebelum hamil.

    Pada beberapa Mama, siklus juga belum langsung teratur pada menstruasi pertama. Kondisi ini dapat terjadi karena tubuh masih mengalami penyesuaian hormon setelah kehamilan dan persalinan.

  4. Perhatikan Perubahan yang Tidak Biasa

    Perhatikan Perubahan yang Tidak Biasa
    Magnific.com/diana.grytsku

    Perubahan pada siklus setelah melahirkan umumnya merupakan bagian dari proses tubuh untuk kembali ke kondisi seperti sebelum hamil. Namun, Mama perlu memperhatikan jika mengalami perdarahan yang sangat banyak, nyeri hebat, atau keluhan lain yang terasa tidak biasa. Jika kondisi tersebut muncul atau membuat Mama khawatir, jangan ragu untuk memeriksakan diri. Dengan begitu, penyebab keluhan dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.

    Pada akhirnya, setiap Mama memiliki waktu yang berbeda untuk mengalami haid kembali setelah melahirkan normal. Karena itu, tidak perlu khawatir atau membandingkan kondisi tubuh dengan Mama lainnya yang mungkin mengalami siklus menstruasi lebih cepat.

    Perlu diingat juga bahwa belum datangnya haid bukan berarti Mama tidak bisa hamil. Ovulasi dapat terjadi sebelum menstruasi pertama, sehingga peluang kehamilan tetap ada dan kontrasepsi dapat dipertimbangkan jika belum berencana untuk hamil kembali. Jadi, jangan lupa untuk selalu memperhatikan perubahan pada tubuh Mama, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More