- Lakukan beberapa latihan panggul, seperti memiringkan panggul.
- Cobalah bersantai di bak mandi yang menenangkan dengan air hangat (bukan panas). Mama juga bisa berdiri di kamar mandi dan mengarahkan air ke punggung.
- Gunakan pakaian pendukung kehamilan, seperti korset. Pakaian ini dirancang untuk menopang perut dan memberikan kelegaan pada pinggul, panggul, dan punggung bawah.
- Hindari gerakan tiba-tiba jika memungkinkan. Cobalah untuk tidak memutar pinggang. Jika Mama harus berputar, lakukan dengan seluruh tubuh.
- Dapatkan pijat prenatal dengan terapis berlisensi yang berspesialisasi dalam merawat ibu hamil. Diskusikan dengan dokter mengenai keamanannya, ya, Ma.
- Cobalah untuk duduk sebanyak yang Mama bisa. Tinggikan kaki jika memungkinkan.
- Jika Mama berolahraga secara teratur sebelum hamil, jangan berhenti. Ubah seperlunya, tetapi tetap berolahraga secara konsisten. Jika Mama tidak yakin tentang cara memodifikasi latihan, tanyakan kepada dokter.
Ibu Hamil Merasakan Tekanan pada Vagina, Normalkah?

Rahim ibu hamil akan membesar dari seukuran jeruk menjadi seukuran semangka atau lebih besar. Tubuhnya tidak hanya perlu menyediakan ruang dan nutrisi bagi janin untuk berkembang, tetapi juga harus menghasilkan organ baru dalam bentuk plasenta.
Dengan begitu banyak perubahan yang terjadi, tidak mengherankan jika ibu hamil mengalami banyak perubahan yang tiba-tiba dan tidak biasa pada tubuh. Tekanan vagina, panggul, atau perut bagian bawah umum terjadi pada ketiga trimester kehamilan. Ini adalah keluhan umum yang sering dialami oleh calon mama.
Biasanya, jika vagina terasa nyeri, pegal, dan berat di trimester ketiga, itu artinya tubuh sedang bersiap untuk persalinan.
Namun kondisi ini juga bisa dialami di trimester pertama maupun kedua, Ma. Alasan pasti untuk tekanan pada vagina atau panggul bisa sulit untuk didiagnosis.
Di bawah ini Popmama.com akan membahas soal tekanan pada vagina, penyebabnya, cara meredakan, dan kapan Mama harus menghubungi dokter. Yuk, disimak!
Penyebab Tekanan pada Vagina dan Panggul

Memahami dengan tepat apa yang menyebabkan perasaan tidak nyaman di daerah panggul atau vagina tidak selalu mudah. Tetapi jika Mama mengalami tekanan pada trimester kedua dan ketiga, kemungkinan besar janin yang sedang tumbuh adalah penyebabnya.
Saat janin tumbuh dan menjadi lebih berat, itu memberi tekanan pada otot-otot di dasar panggul. Otot-otot ini menawarkan dukungan ke rahim, usus kecil, kandung kemih, dan rektum.
Saat kehamilan berlanjut, janin semakin menempel pada organ, pinggul, dan panggul Mama. Itu membuat lebih banyak tekanan, termasuk pada vagina.
Kemungkinan penyebab lain untuk semua tekanan panggul dan vagina di bulan-bulan terakhir kehamilan adalah hormon relaksin. Ini membantu melonggarkan ligamen saat Mama mendekati persalinan, tetapi juga dapat memengaruhi sendi panggul.
Beberapa Mama mengalami rasa sakit di dekat tulang kemaluan mereka dan sensasi kaki gemetar.
Efek Tekanan Vagina pada Bagian Tubuh Lain

Sendi, otot, dan tulang akan terpengaruh oleh kehamilan. Sayangnya, peningkatan tekanan yang Mama rasakan tidak akan hilang sampai persalinan. Bahkan, mungkin akan menjadi lebih buruk ketika janin turun.
Pada saat itulah mereka bergerak lebih jauh ke daerah panggul sebagai persiapan untuk melahirkan.
Mama mungkin memperhatikan bahwa perasaan tertekan dan nyeri ringan ini terjadi dengan beberapa jenis gerakan. Itu karena gerakan naik turun saat berjalan, menaiki tangga, atau bahkan melewati polisi tidur atau gundukan saat naik mobil.
Nyeri dan Tekanan Vagina di Awal Kehamilan

Jika Mama mengalami tekanan vagina atau panggul pada trimester pertama atau di awal trimester kedua, jangan salahkan janin dulu. Pada minggu-minggu awal kehamilan, janin mungkin terlalu kecil untuk menjadi penyebab tekanan pada vagina.
Sensasi kram pada minggu-minggu awal kehamilan mungkin disebabkan oleh rahim yang membesar. Perhatikan tanda-tanda perdarahan vagina jika Mama merasakan nyeri seperti kram. Hubungi dokter jika Mama mengalami perdarahan. Kram adalah gejala umum keguguran.
Sembelit juga bisa menyebabkan perasaan tertekan. Karena lonjakan hormon kehamilan dan peningkatan zat besi menyebabkan ketidaknyamanan pada pencernaan dan panggul. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai hal ini, ya, Ma.
Jika itu masalahnya, pastikan Mama minum banyak air dan mengonsumsi banyak serat.
Meredakan Tekanan dan Nyeri Vagina

Untuk meredakan tekanan, cobalah berbaring miring dan fokus pada pernapasan. Mama juga dapat melakukan beberapa hal berikut:
Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami rasa sakit di area panggul dan vagina, biasanya cukup tajam sehingga Mama akan kesulitan berjalan atau bahkan berbicara, jangan ragu untuk ke dokter.
Selain itu, periksakan diri ke dokter jika Mama mengalami hal berikut ini:
- nyeri panggul begitu hebat sehingga Mama tidak bisa berjalan atau berbicara,
- sakit kepala parah,
- pusing,
- pembengkakan tiba-tiba pada tangan, wajah, dan kaki.
Konsultasikan dengan dokter jika Mama mengalami nyeri vagina atau panggul yang disertai gejala lain seperti demam, kedinginan, atau perdarahan vagina.
Ada penyebab serius nyeri panggul selama kehamilan. Ini mungkin termasuk keguguran, kehamilan ektopik, atau persalinan prematur. Kondisi berbahaya lainnya seperti preeklamsia atau solusio plasenta juga dapat menyebabkan nyeri panggul.
Nah itu penjelasan tentang penyebab ibu hamil merasa tekanan pada vagina. Apakah Mama pernah merasakan hal yang sama?



















