Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI
Sensitivitas terhadap bau merupakan kondisi ketika seseorang menjadi lebih peka terhadap aroma di sekitarnya. Saat hamil, Mama bisa mencium bau yang sebelumnya tidak terlalu diperhatikan atau merasa aroma tertentu jauh lebih kuat dari biasanya.
Dikutip dari Happiest Baby, sekitar dua pertiga ibu hamil melaporkan mengalami peningkatan kepekaan terhadap bau. Bahkan, dalam sebuah penelitian kecil, 85 persen peserta mengaku menjadi lebih sensitif terhadap setidaknya satu aroma sejak hamil. Tak jarang, aroma yang sebelumnya disukai, seperti kopi, justru bisa membuat perut terasa tidak nyaman.
Perubahan hormon diduga menjadi salah satu penyebabnya. Menurut Mahino Talib, MD, dokter spesialis obstetri dan ginekologi sekaligus Clinical Assistant Professor di Department of Obstetrics and Gynecology, NYU Grossman School of Medicine, peningkatan hormon progesteron dan hCG kemungkinan berperan dalam perubahan kepekaan terhadap bau selama kehamilan.
Meski begitu, penelitian mengenai hal ini masih menunjukkan hasil yang beragam. Meta-analysis tahun 2022 berjudul Olfaction in Pregnancy: Systematic Review and Meta-Analysis yang meninjau 234 penelitian tidak menemukan bukti yang konsisten bahwa ibu hamil benar-benar dapat mendeteksi bau dalam kadar yang lebih rendah.
Penelitian tersebut justru menemukan bahwa ibu hamil lebih sulit mengenali atau menyebutkan aroma tertentu. Jadi, perubahan yang dirasakan Mama mungkin bukan karena hidung mampu menangkap lebih banyak bau, melainkan adanya perubahan pada cara tubuh dan otak merespons aroma.