Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Tanda Hamil yang Bisa Muncul Sebelum Telat Haid, Cek Dulu!
Pexels.com/conttonbro studio
  • Kehamilan umumnya dikenali setelah telat haid, tetapi sejumlah perubahan tubuh dapat muncul lebih awal.
  • Tanda awal kehamilan penting dikenali, terutama bagi orang yang sedang merencanakan kehamilan.
  • Gejala sebelum telat haid dapat menyerupai PMS, sehingga perubahan tubuh perlu diperhatikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kehamilan biasanya ditandai dengan telatnya datang bulan. Namun, ada beberapa hal lain yang bisa menjadi tanda kamu sudah hamil. 

Saat merencanakan kehamilan, setiap perubahan yang terjadi pada tubuh terasa seperti pertanda. Biasanya, tanda-tanda kehamilan baru diperhatikan saat sudah terlambat haid. 

Padahal, ada tanda-tanda lain yang juga menjadi sinyal kalau kamu sedang hamil. Mengenali tanda ini sangat penting untuk kamu yang sedang merencanakan kehamilan. 

Menariknya, tanda hamil bisa seperti PMS, lho. Seperti apa tanda hamil yang bisa muncul sebelum telat haid? Popmama.com akan merangkumkannya untuk kamu. 

1. Perubahan pada payudara

Pexels.com/cottonbro studio

Salah satu ciri hamil sebelum telat haid yang umum adalah payudara terasa lebih sensitif. Seperti saat dekat waktu haid, payudara terasa nyeri saat disentuh, atau terlihat membengkak. 

Lalu, area di sekitar puting atau areola juga terlihat lebih gelap dan pembuluh darah di bawah kulit payudara terlihat lebih jelas. Perubahan ini terjadi karena adanya peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron untuk mempersiapkan kelenjar susu. 

2. Merasa mudah lelah

Pexels.com/MART PRODUCTION

Masih terasa seperti PMS, tanda hamil lainnya adalah kamu merasa sangat lelah dan lesu tanpa alasan yang jelas. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan kadar hormon progesteron, yang memberikan efek menenangkan, sehingga tubuh terasa mudah lelah. 

Selain itu, ini juga menjadi upaya tubuh untuk mendukung pertumbuhan janin yang berefek menyebabkan kamu merasa sering ngantuk dan mudah lelah. 

3. Sering ke toilet

Pexels.com/Anna Shvets

Ciri-ciri lainnya adalah kamu lebih sering buang air kecil. Peningkatan frekuensi buang air kecil terjadi karena peningkatan volume darah dalam tubuh dan kerja ginjal yang lebih keras dalam membuang limbah di tubuh. 

Juga, rahim yang mulai membesar menekan kandung kemih, jadinya memperparah keinginan untuk buang air kecil. 

4. Merasa mual

Magnific.com/jcomp

Yang satu ini mungkin cukup umum, yaitu merasa mual. Kamu merasa mudah mual dan jauh lebih sensitif terhadap bau di sekitar. Meski dinamakan morning sickness, namun mual bisa saja terjadi kapan saja, baik pagi atau malam. 

Kondisi ini disebabkan adanya peningkatan kadar hormon Human Chorionic Gonadotropin (hCG) yang signifikan di awal kehamilan. Mual ini juga bisa disertai muntah atau tidak, dan intensitasnya berbeda pada setiap calon Mama. 

5. Mengalami perubahan suasana hati

Pexels.com/SHVETS production

Masih seperti PMS, kamu mungkin mengalami perubahan suasana hati yang tidak terduga di awal kehamilan. Perubahan hormon yang cepat dapat memengaruhi neurotransmitter di otak.

Akibatnya, kamu merasa lebih mudah tersinggung, cemas, atau merasa sedih tanpa alasan yang jelas. 

6. Perut kembung dan sembelit

Magnific.com/benzoix

Merasa salah makan karena perut sering kembung dan mudah sembelit? Bisa jadi itu tanda awal kehamilan. Hormon progesteron yang meningkat dapat memperlambat kerja sistem pencernaan. Efeknya, perut terasa kembung dan mudah sembelit. 

Kondisi ini mirip seperti PMS namun pada awal kehamilan, gejala ini terasa terus-menerus terjadi. 

7. Keputihan

Pexels.com/Deon Black

Kamu yang mengalami keputihan berwarna bening atau putih susu dan tidak berbau? Mungkin saja sedang hamil muda. Kondisi ini disebabkan oleh peningkatan hormon estrogen dan aliran darah ke area vagina, yang membantu melindungi jalan lahir dari infeksi. 

8. Mengalami flek

Pexels.com/Sora Shimazaki

Saat semua gejala sudah dirasakan, lalu keluar flek, mungkin kamu merasa kalau itu waktunya datang bulan. Padahal, ini bisa saja menjadi tanda terjadinya flek implantasi. 

Flek ini merupakan bercak darah ringan yang terjadi ketika embrio menempel pada dinding rahim. Biasanya, flek ini muncul beberapa hari sebelum tanggal perkiraan menstruasi. 

Berbeda dengan darah menstruasi, flek implantasi umumnya berupa bercak darah yang sangat ringan, berwarna merah muda terang, atau cokelat. Jumlahnya sedikit dan tidak memerlukan penggunaan pembalut yang banyak. 

Durasinya juga cukup singkat, hanya berlangsung beberapa jam hingga maksimal 2 hari. 

Jika merasakan tanda-tanda di atas, kamu boleh saja melakukan tes kehamilan untuk memastikan kondisi yang sebenarnya. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article