Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Ibu Hamil Sering Mengompol? Ini Penjelasan Dokter

Kenapa Ibu Hamil Sering Mengompol? Ini Penjelasan Dokter
Magnific/senivpetro
Intinya Sih
  • Perubahan fisik dan hormonal selama kehamilan membuat ibu hamil sulit menahan buang air kecil, terutama saat batuk, bersin, atau tertawa.
  • Pertumbuhan janin yang semakin besar meningkatkan tekanan dan sensitivitas kandung kemih, sehingga frekuensi buang air kecil menjadi lebih sering.
  • Ibu hamil juga berisiko tinggi mengalami infeksi saluran kemih yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin jika tidak segera ditangani.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Selama kehamilan, tubuh mama akan mengalami banyak perubahan, termasuk pada sistem saluran kemih. Salah satu keluhan yang cukup sering dirasakan adalah sulit menahan buang air kecil atau bahkan mengompol, terutama saat batuk, bersin, tertawa, maupun melakukan aktivitas tertentu.

Kondisi ini umumnya terjadi karena adanya perubahan fisik dan hormonal selama kehamilan. Berikut Popmama.com bahas kenapa ibu hamil sering mengompol. 

Table of Content

1. Janin yang terus membesar meningkatkan tekanan di area perut

1. Janin yang terus membesar meningkatkan tekanan di area perut

Janin yang terus membesar meningkatkan tekanan di area perut
Popmama.com/Sania Chandra

Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran janin akan semakin besar. Kondisi ini membuat tekanan di dalam rongga perut ikut meningkat dan memberikan beban tambahan pada kandung kemih.

Akibatnya, kandung kemih menjadi lebih mudah tertekan saat Mama batuk, bersin, tertawa, atau melakukan aktivitas fisik. Tekanan tersebut dapat menyebabkan urine keluar tanpa disadari atau yang dikenal sebagai stress urinary incontinence.

Bayi di dalam rahim membuat tekanan perut lebih membesar, sehingga meningkatkan risiko stress urinary incontinence atau kebocoran urine saat batuk, bersin, maupun beraktivitas,” kata Prof. dr. Harrina E. Rahardjo, Sp.(K), PhD dalam acara peresmian Siloam Pelvic & Bladder Comprehensive Clinic di Aryaduta Hotel Menteng, Senin (29/06/2026). 

2. Kandung kemih menjadi lebih sensitif seiring pertumbuhan janin

Kandung kemih menjadi lebih sensitif seiring pertumbuhan janin
Unsplash/Devon Divine

Pertumbuhan janin yang semakin besar tidak hanya meningkatkan tekanan pada perut, tetapi juga memberikan dorongan langsung pada kandung kemih. 

Hal inilah yang membuat ibu hamil lebih sering merasa ingin buang air kecil, bahkan meski kandung kemih belum terisi penuh.

Sensitivitas kandung kemih yang meningkat juga membuat Mama lebih sulit menahan keinginan untuk berkemih. Oleh karena itu, frekuensi buang air kecil biasanya akan semakin sering dirasakan.

“Semakin besar ukuran janin, tekanan pada kandung kemih juga semakin meningkat, sehingga kandung kemih menjadi lebih sensitif,” ujar Prof. dr. Harrina.

3. Ibu hamil lebih berisiko mengalami infeksi saluran kemih

Ibu hamil lebih berisiko mengalami infeksi saluran kemih
Magnific/Freepik

Selain perubahan fisik, ibu hamil juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi saluran kemih (ISK). Kondisi ini dapat memicu berbagai keluhan, seperti sering buang air kecil, rasa nyeri atau perih saat berkemih, hingga anyang-anyangan.

Karena dapat berdampak pada kesehatan Mama dan janin, gejala ISK tidak boleh diabaikan. Jika muncul tanda-tanda infeksi, segera lakukan pemeriksaan urine dan konsultasikan dengan dokter agar penanganan dapat diberikan sedini mungkin.

“Ibu hamil juga lebih rentan mengalami ISK. Oleh karena itu, jika muncul gejala yang mengarah ke ISK, pemeriksaan urine perlu segera dilakukan karena infeksi saluran kemih selama kehamilan dapat membahayakan mama maupun janin,” lanjutnya.

Nah, itu dia penjelasan dokter mengenai penyebab ibu hamil sering mengompol. Bagaimana menurut pendapat Mama? 

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More