Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Ibu Hamil Sering Sempoyongan saat Bangun Tidur? Ini Penyebabnya
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  • Ibu hamil sering merasa sempoyongan saat bangun tidur karena perubahan hormon.

  • Pembesaran rahim seiring usia kehamilan menekan pembuluh darah balik, menghambat aliran darah ke jantung.

  • Kurangnya cairan tubuh dan tidur tidak cukup memperparah kondisi ini.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ibu hamil terkadang merasa sempoyongan saat bangun tidur. Beberapa bahkan mengalami pusing, pandangan menjadi gelap, dan ada yang sampai pingsan.

Kondisi ini paling sering terjadi pada trimester pertama dan kedua kehamilan, sehingga bisa menimbulkan kekhawatiran, apalagi jika muncul berulang dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Menjawab kekhawatiran tersebut, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Buha Sabar Edward Padapotan Sihombing, menjelaskan penyebabnya melalui video berdurasi lebih dari 2 menit yang diunggah di akun TikTok pribadinya, @dr.buha.spog.

Berikut Popmama.com rangkum penyebab ibu hamil sering sempoyongan saat bangun tidur.

1. Perubahan hormonal

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Salah satu penyebab ibu hamil sering merasa sempoyongan saat bangun tidur adalah perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan. Hormon progesteron meningkat signifikan untuk mendukung pertumbuhan janin dan mempersiapkan tubuh menghadapi persalinan.

Salah satu efek hormon ini adalah membuat pembuluh darah lebih rileks atau mengendur, sehingga aliran darah tidak secepat biasanya ketika tubuh berpindah posisi. Akibatnya, saat Mama bangun dari tidur atau duduk ke berdiri, otak sementara menerima pasokan darah yang lebih lambat.

2. Pembesaran usia kehamilan

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Penyebab berikutnya adalah karena rahim dan bayi yang semakin membesar seiring pertumbuhan usia kehamilan. Kondisi ini membuat rahim menekan pembuluh darah balik yang berada di area panggul yang berfungsi membawa darah kembali ke jantung.

Tekanan pada pembuluh darah ini memengaruhi kelancaran aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke otak. Akibatnya, saat Mama berdiri tiba-tiba atau bergerak dari posisi tidur, aliran darah belum sepenuhnya stabil sehingga menimbulkan rasa pusing atau sempoyongan.

3. Faktor hidrasi pada tubuh

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Faktor hidrasi juga menjadi penyebab ibu hamil terasa pusing atau sempoyongan saat bangun tidur. Saat tidur, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan, sehingga Mama bisa mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi ringan.

Kondisi ini dapat memengaruhi tekanan darah dan aliran darah ke otak, sehingga tubuh menjadi lebih mudah terasa lemah atau pusing ketika berdiri mendadak. Selain cairan, asupan nutrisi yang kurang seimbang juga bisa memperburuk kondisi ini. Oleh karena itu, menjaga hidrasi dan nutrisi yang cukup sebelum tidur sangat penting.

Apa yang Bisa Dilakukan agar Tidak Sempoyongan saat Bangun Tidur?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Untuk mengurangi rasa pusing atau sempoyongan saat bangun tidur, Mama sebaiknya tidak langsung berdiri atau berjalan. Cara yang disarankan adalah bangun secara bertahap, pertama-tama miringkan tubuh ke salah satu sisi, kemudian duduk di tepi tempat tidur selama kurang lebih satu menit.

Setelah itu, berdirilah secara perlahan dan tunggu sebentar sebelum mulai berjalan. Langkah-langkah ini memberi waktu bagi aliran darah di tubuh untuk menyesuaikan diri sehingga kemungkinan pusing, sempoyongan, atau pandangan menjadi gelap dapat berkurang.

Selain itu, setelah bangun tidur, Mama sebaiknya minum air putih terlebih dahulu atau mengonsumsi camilan ringan. Langkah ini membantu mengembalikan cairan dan energi yang mungkin berkurang selama tidur, sehingga tubuh lebih siap untuk memulai aktivitas pagi.

Perhatikan Waktu Tidur yang Cukup agar Tidak Sempoyongan

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Tidur malam yang cukup sangat penting bagi ibu hamil. Tubuh mama bekerja ekstra untuk mendukung pertumbuhan janin dan menyesuaikan diri dengan perubahan selama kehamilan. Jika tidur cukup dan berkualitas, Mama akan lebih segar di pagi hari dan risiko pusing atau sempoyongan saat bangun tidur bisa berkurang.

Para ahli tidur, merekomendasikan ibu hamil tidur sekitar 7–9 jam setiap malam. Namun, kebutuhan tidur setiap orang bisa berbeda. Banyak ibu hamil merasa lebih mengantuk, terutama pada trimester pertama dan ketiga, karena hormon berubah, volume darah meningkat, dan beban tubuh lebih berat sehingga tidur malam menjadi lebih terganggu.

Tidur cukup membantu tubuh memulihkan energi setelah aktivitas sehari-hari, menjaga produksi hormon penting untuk kesehatan mama dan janin, serta menyeimbangkan emosi sehingga stres berkurang. Dengan tidur yang cukup, Mama bisa bangun lebih segar dan mengurangi rasa pusing atau sempoyongan di pagi hari.

Nah, itu dia penjelasan penyebab ibu hamil sering sempoyongan saat bangun tidur. Semoga membantu, ya, Ma!

Editorial Team