Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Teknik Grounding pada Bayi? Bantu Stimulasi Sensorik si Kecil
Magnific/prostooleh
  • Grounding mengajak bayi menyentuh permukaan alami yang aman, seperti rumput, tanah, atau pasir, untuk mengenal tekstur dan sensasi melalui tangan maupun kaki.

  • Aktivitas ini dapat menstimulasi perkembangan sensorik dan motorik, termasuk keseimbangan serta kekuatan otot; pengenalan tekstur juga dipercaya membantu bayi menghadapi tekstur makanan saat MPASI.

  • Grounding dilakukan sekitar 10–20 menit di area bersih dan aman, disesuaikan dengan kemampuan bayi, tanpa alas kaki, serta selalu diawasi agar tidak memasukkan benda ke mulut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Teknik grounding pada bayi adalah aktivitas membiarkan tangan atau kaki bayi menyentuh permukaan alami yang aman, seperti rumput, tanah, atau pasir, untuk mengenal tekstur dan sensasi.
  • Who?
    Bayi menjadi peserta aktivitas, dengan orang tua atau pengasuh mendampingi dan mengawasi selama kontak dengan permukaan alami di luar ruangan.
  • Where?
    Grounding dapat dilakukan di halaman rumah, taman berumput bersih, atau pantai yang bebas dari benda tajam, sampah, dan kotoran hewan.
  • When?
    Aktivitas dianjurkan berlangsung sekitar 10–20 menit, terutama pada pagi hari saat udara masih sejuk dan sinar matahari belum terlalu terik.
  • Why?
    Grounding dilakukan untuk memberi stimulasi sensorik, mengenalkan tekstur, serta melatih keseimbangan dan kekuatan otot kaki bayi yang mulai berdiri atau berjalan.
  • How?
    Bayi diajak nyeker di permukaan aman; bayi belum berjalan dapat digendong dengan kaki menyentuh rumput, sedangkan bayi duduk atau merangkak dapat mengeksplorasi dengan tangan dan kaki di bawah pengawasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Grounding adalah saat bayi menyentuh rumput, tanah, atau pasir yang bersih dengan tangan atau kaki. Bayi bisa belajar rasa permukaan yang beda-beda dan melatih tubuhnya. Mama dapat menemani bayi di taman atau halaman selama 10 sampai 20 menit. Tempatnya harus aman, dan bayi tidak boleh makan tanah atau pasir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Grounding menawarkan cara sederhana bagi bayi untuk mengeksplorasi tekstur alami melalui tangan dan kaki, sambil melatih keseimbangan serta kekuatan otot sesuai tahap perkembangannya. Dengan lokasi yang bersih, durasi terbatas, dan pengawasan orang tua, aktivitas luar ruang ini juga dapat menciptakan suasana yang lebih rileks.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tahukah Mama bahwa stimulasi sensorik bisa membantu bayi merasa lebih tenang saat sedang rewel?

Mama bisa melirik salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menstimulasi sensorik bayi, yakni melalui teknik grounding.

Lalu, apa itu teknik grounding pada bayi? Berikut Popmama.com berikan penjelasan mengenai apa itu grounding pada bayi. Yuk, disimak, Ma.

Apa Itu Teknik Grounding pada Bayi?

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

Melansir dari Healthline, grounding atau juga dikenal dengan earthing merupakan aktivitas yang membuat tubuh bersentuhan langsung dengan permukaan alami bumi, seperti tanah atau rumput.

Pada bayi, aktivitas grounding merupakan aktivitas yang mengajak si Kecil bersentuhan langsung dengan permukaan alami, seperti rumput, tanah, atau pasir yang aman.

Aktivitas ini memberi kesempatan bagi bayi untuk mengenal berbagai tekstur dan sensasi melalui sentuhan tangan atau kaki.

Manfaat Melakukan Grounding pada Bayi

Pexels/Kimberly Alves

Grounding memiliki sejumlah manfaat bagi si Kecil, terutama dalam perkembangan sensorik dan motoriknya.

Si Kecil yang melakukan grounding dapat melatih kemampuan motoriknya, seperti melatih keseimbangan dan kekuatan otot kaki saat mulai belajar berdiri atau berjalan.

Selain itu, saat bayi menyentuh rumput, tanah, pasir, atau permukaan alami lainnya, si Kecil dapat mengenal beragam tekstur. Mengenali berbagai tekstur ini dipercaya bermanfaat untuk GTM (Gerakan Tutup Mulut) yang biasanya terjadi karena si Kecil kaget saat berkontak dengan tekstur semasa MPASI.

Aktivitas di luar ruangan seperti grounding ini juga dapat membantu menciptakan suasana hati yang lebih rileks untuk bayi.

Dilansir WebMD, sejumlah penelitian menemukan bahwa grounding memiliki manfaat terhadap penurunan kortisol yang kemudian berhubungan dengan kualitas tidur.

Langkah-Langkah Melakukan Grounding pada Bayi

Pexels/MD Mamun Miah

Tertarik mencoba grounding bersama si Kecil? Aktivitas ini sebenarnya cukup sederhana, tetapi tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan keamanan dan kenyamanan bayi. Berikut beberapa langkah yang bisa Mama ikuti:

  • Pilih tempat yang aman
    Pilih area seperti halaman rumah, taman dengan rumput bersih, atau pantai yang bebas dari benda tajam, sampah, dan kotoran hewan.

  • Lepas alas kaki (nyeker)
    Sesuai namanya, grounding dilakukan dengan membiarkan kaki bersentuhan langsung dengan permukaan alami. Mama bisa mengajak si Kecil nyeker di rumput, tanah, atau pasir yang bersih dan aman agar si Kecil dapat merasakan sensasi serta tekstur dari alam di sekitarnya.

  • Sesuaikan dengan kemampuan bayi
    Untuk bayi yang belum bisa berjalan, Mama bisa menggendongnya sambil membiarkan kakinya menyentuh rumput. Sementara itu, bayi yang sudah bisa duduk atau merangkak dapat dibiarkan mengeksplorasi rumput atau pasir dengan tangan dan kakinya.

  • Batasi durasinya
    Grounding cukup dilakukan sekitar 10–20 menit, terutama pada pagi hari ketika udara masih sejuk dan sinar matahari belum terlalu terik.

  • Tetap awasi si Kecil
    Jangan biarkan bayi bermain tanpa pengawasan. Pastikan si Kecil tidak memasukkan tanah, pasir, rumput, atau benda kecil lainnya ke dalam mulut.

Itulah tentang apa itu grounding pada bayi yang bisa bantu stimulasi sensorik si Kecil. Grounding bisa menjadi aktivitas sederhana untuk mengajak si Kecil bereksplorasi sekaligus mendapatkan stimulasi dari lingkungan sekitar.

Jadi, apakah Mama tertarik mengajak si Kecil mencoba grounding, Ma?

Curated For You

Editorial Team

Related Article