Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Bayi Baru Lahir Bisa Tahan Berapa Lama Tanpa ASI?

Bayi Baru Lahir Bisa Tahan Berapa Lama Tanpa ASI?
Pixabay/Antonia Rusev
Intinya Sih

  • Bayi baru lahir bisa bertahan tanpa ASI selama 2–3 hari, sambil menunggu produksi ASI Mama keluar secara alami setelah persalinan.
  • Penyebab ASI terhambat meliputi stres, kondisi medis tertentu, operasi caesar, hingga kurangnya asupan cairan dan makanan bergizi.
  • Untuk meningkatkan produksi ASI, Mama disarankan menyusui sering, melakukan kontak kulit ke kulit, menjaga hidrasi, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila perlu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bayi baru lahir hanya dapat mengonsumsi ASI eksklusif, bahkan pemberian ASI tersebut berlaku sampai ia berusia 6 bulan tanpa pemberian makanan atau minuman lain.

Namun, produksi ASI dapat mengalami keterhambatan sehingga kondisi ini tentu membuat Mama merasa cemas dan bingung dalam memenuhi asupan cairan serta nutrisi bagi si Kecil.

Tak jarang orang-orang juga akan menyarankan untuk memberi makanan atau minuman lain dengan alasan agar bayi tetap mendapatkan energi serta nutrisi. Padahal langkah tersebut bertentangan terhadap kebutuhan serta sistem pencernaan bayi yang masih sangat sensitif. Bayi bisa bertahan tanpa ASI dalam beberapa waktu.

Bayi baru lahir bisa tahan berapa lama anpa ASI? Yuk, Ma, simak penjelasan selengkapnya pada artikel Popmama.com berikut ini.

Table of Content

Berapa Lama Bayi Tahan Tanpa ASI?

Berapa Lama Bayi Tahan Tanpa ASI?

Freepik/jcomp
Freepik/jcomp

Produksi ASI yang terhambat setelah bayi lahir tentu membuat Mama merasa cemas karena khawatir asupan si Kecil tidak terpenuhi. Namun, kondisi ini sebenarnya hanya berlangsung beberapa jam saja, bahkan kurang dari satu hari setelah persalinan.

Berdasarkan informasi dari laman Kementerian Kesehatan, bayi baru lahir mampu bertahan selama 2–3 (sekitar 24-72 jam) hari tanpa ASI sehingga bayi mampu menunggu produksi ASI mama hingga benar-benar keluar dalam rentang waktu tersebut.

Hindari memberikan makanan atau minuman selain ASI pada bayi karena sistem pencernaan bayi masih sangat kecil dan sensitif sehingga ia hanya dapat mengonsumsi ASI saja, bahkan si Kecil hanya membutuhkan ASI sebanyak 2–3 cc dalam sekali minum.

Penyebab ASI Terhambat

Freepik/jcomp
Freepik/jcomp

Umumnya produksi ASI akan meningkat dan terasa banyak pada 3–5 hari setelah persalinan. Namun, terdapat beberapa kondisi yang menghambat produksi ASI.

Beberapa faktor yang dapat memicu produksi ASI yang terhambat, antara lain:

  • Stres atau cemas berlebihan.

  • Terlalu sering mengandalkan susu formula sehingga stimulasi menyusui berkurang.

  • Kondisi medis tertentu, seperti gangguan tiroid, diabetes, atau obesitas.

  • Sedang sakit yang diakibatkan infeksi virus.

  • Asupan makan dan minum yang terlalu sedikit.

  • Operasi caesar.

  • Pendarahan berlebihan setelah melahirkan.

Walaupun kondisi tersebut memicu hambatan terhadap produksi ASI, Mama tidak perlu khawatir karena masih terdapat cara lain untuk menstimulasi kembali produksi ASI.

Mama juga dapat melakukan konsultasi dengan tenaga kesehatan atau konselor laktasi untuk mendapatkan bantuan dan dukungan yang tepat agar produksi ASI dapat optimal

Cara Meningkatkan Produksi ASI

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Untuk membantu produksi ASI tetap optimal, Mama dapat melakukan beberapa langkah sederhana berikut ini.

  • Mama dapat menyusui bayi sesering mungkin, bahkan setiap 2–3 jam sekali.

  • Lakukan kontak kulit ke kulit dengan mendekap atau menggendong bayi.

  • Mama dapat meminta bantuan Papa untuk memijat punggung Mama secara lembut.

  • Pastikan Mama untuk tetap terhidrasi dengan minum air putih secara rutin.

  • Konsumsi makanan yang dikenal sebagai pelancar ASI (ASI Booster), seperti daun katuk, bayam, gandum, dan kacang-kacangan.

  • Berikan kedua payudara secara bergantian saat menyusui.

Dengan konsistensi serta dukungan yang tepat, harapannya setiap langkah tersebut dapat memicu hormon oksitosin untuk melancarkan ASI sehingga produksi ASI berjalan secara optimal.

Apa yang Dapat Mama Lakukan jika ASI Masih Terhambat?

Freepik/Lifestylememory
Freepik/Lifestylememory

Apabila ASI masih belum menunjukkan tanda-tanda keluar dalam waktu 72 jam setelah persalinan, Mama berisiko mengalami keterlambatan produksi ASI dalam jumlah yang lebih banyak pada 7–14 hari berikutnya.

Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk segera bersikap proaktif dengan meminta bantuan tenaga kesehatan untuk mendapatkan saran dan pendampingan yang sesuai dengan kondisi menyusui mama, agar risiko keterlambatan produksi ASI dapat dicegah.

Apakah Mama Boleh Gunakan Susu Formula?

Pexels/Towfiqu barbhuiya
Pexels/Towfiqu barbhuiya

Bayi yang baru lahir membutuhkan asupan susu setidaknya 8 kali dalam 24 jam selama empat minggu pertama. Frekuensi asupan tersebut penting untuk memastikan kebutuhan akan cairan serta nutrisinya terpenuhi dengan baik.

Idealnya, Mama hanya memberikan ASI sejak bayi baru lahir. Namun, apabila Mama produksi ASI terhambat atau sulit keluar dalam rentang waktu tertentu sementara bayi telah menunjukkan kondisi dehidrasi berat, seperti tubuh menguning atau penurunan berat badan lebih dari 10% sejak ia lahir, maka pemberian sufor akan menjadi pertimbangan.

Namun, Mama perlu berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan terlebih dahulu untuk mendapatkan arahan yang aman dan tepat terkait pemberian susu formula pada bayi yang baru saja lahir.

Itu tadi penjelasan mengenai berapa lama bayi baru lahir dapat bertahan tanpa ASI. Semoga informasi ini membantu Mama dalam memahami kebutuhan si Kecil akan asupan ASI sejak kelahirannya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More