Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bayi Tidur Ngorok, Apakah Berbahaya? Cek Faktanya!
Magnific/jcomp
  • Ngorok saat bayi tidur umumnya bukan tanda kondisi berbahaya, karena sistem pernapasannya masih berkembang dan biasanya membaik seiring pertumbuhan.

  • Penyebab ngorok dapat meliputi laring yang masih lunak, hidung tersumbat atau pilek, udara terlalu kering, septum bengkok bawaan, serta risiko lebih tinggi pada kondisi genetik tertentu.

  • Untuk membantu kenyamanan bayi, jaga kebersihan hidung dengan saline bila diperlukan, gunakan humidifier kabut dingin, pastikan tempat tidur datar dan aman, serta rekam tidur bayi untuk konsultasi dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Suara ngorok saat bayi tidur umumnya bukan tanda kondisi berbahaya dan dapat terjadi karena sistem pernapasan bayi masih berkembang.
  • Who?
    Bayi, terutama yang memiliki laring masih lunak, sedang pilek atau hidung tersumbat, memiliki septum hidung bengkok sejak lahir, atau kondisi genetik seperti Down Syndrome.
  • Where?
    Ngorok terdengar saat bayi tidur, terutama ketika udara melewati saluran napas atau ketika bayi sulit bernapas melalui hidung.
  • When?
    Kondisi ini dapat muncul ketika bayi sedang tidur dan umumnya membaik seiring pertambahan usia serta perkembangan saluran pernapasannya.
  • Why?
    Laring yang masih lunak dapat bergetar saat dilalui udara. Hidung tersumbat, pilek, udara kamar terlalu kering, serta bentuk septum hidung juga dapat memicu ngorok.
  • How?
    Hidung bayi dapat dijaga tetap bersih dengan tetes saline bila diperlukan, udara dilembapkan memakai cool-mist humidifier, dan bayi ditidurkan di permukaan datar serta aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi kadang tidur sambil ngorok. Ini biasanya tidak berbahaya. Napas bayi masih belajar bekerja dengan baik. Tenggorokannya juga masih lunak. Hidung mampet atau pilek bisa bikin bayi ngorok. Mama bisa bersihkan hidung bayi dan buat udara tidak terlalu kering. Kalau khawatir, Mama bisa tunjukkan rekaman bayi ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat bayi tidur pulas, suara ngorok yang tiba-tiba terdengar mungkin cukup bikin Mama was-was.

Apalagi kalau baru pertama kali mengalaminya, wajar jika Mama langsung kepikiran apakah si Kecil sedang mengalami gangguan pernapasan atau ada masalah kesehatan lainnya.

Lantas, apakah bayi tidur ngorok itu berbahaya? Cek faktanya dalam artikel Popmama.com tentang bayi tidur ngorok berikut ini.

Bayi yang Tidur Ngorok Apakah Berbahaya?

Magnific/jcomp

Melansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi yang tidur ngorok bukanlah suatu tanda berbahaya dari kondisi apapun.

Suara ngorok yang terdengar saat bayi tidur disebabkan oleh sistem pernapasan yang belum bekerja sempurna karena masih dalam tahap awal perkembangan.

Apa Penyebab Suara Ngorok pada Bayi?

Magnific/freepic.diller

Dikutip dari Parents, salah satu penyebabnya adalah laring yang masih lunak sehingga lebih mudah bergetar saat udara melewati saluran napas.

Kondisi ini disebut laryngomalacia dan umumnya membaik seiring bayi bertambah besar. Selain itu, hidung tersumbat atau pilek juga bisa membuat bayi lebih sulit bernapas melalui hidung saat tidur sehingga terdengar ngorok.

Lingkungan tidur yang terlalu kering dan septum hidung yang bengkok sejak lahir juga bisa menjadi penyebab lainnya.

Bayi dengan kondisi genetik tertentu, seperti Down Syndrome, juga lebih berisiko mengalami ngorok saat tidur.

Cara Membantu Bayi Tidur Lebih Nyaman

Magnific/jcomp

Mama tentu ingin si Kecil bisa tidur nyenyak tanpa terganggu suara ngorok.

Kabar baiknya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk membuat bayi lebih nyaman saat tidur, terutama jika ngorok disebabkan oleh hidung tersumbat atau kondisi lingkungan.

Mengutip dari The Bump, Mama bisa pastikan hidung bayi tetap bersih, misalnya menggunakan tetes saline (larutan air garam steril) jika diperlukan, dan gunakan cool-mist humidifier untuk menjaga udara tetap lembap. Pastikan juga bayi tidur di permukaan yang datar dan aman.

Jika Mama masih khawatir, coba rekam suara atau video saat bayi tidur untuk ditunjukkan kepada dokter. Ini bisa membantu dokter menilai apakah ada tanda bayi kesulitan bernapas atau tidak.

Itulah penjelasan tentang bayi tidur ngorok apakah berbahaya. Mama nggak perlu panik karena ngorok pada bayi tergolong normal dan akan menghilang seiring bertumbuhnya si Kecil.

Curated For You

Editorial Team

Related Article