- Feses yang berminyak dan berbau tajam. Dalam istilah medis, kondisi feses yang mengandung banyak lemak disebut sebagai Steatorrhea. Feses biasanya mengkilap atau berminyak, memiliki bau yang sangat menyengat, dan terkadang mengapung.
- Berat badan anak tidak mengalami kenaikan. Meski nafsu makan anak terlihat baik, berat badannya tidak kunjung bertambah sehingga grafik pertumbuhannya cenderung stagnan atau menurun.
- Perut yang tampak buncit. Meski tubuh anak terlihat kurus, tetapi perutnya terlihat lebih besar akibat adanya gangguan pencernaan kronis.
- Kekurangan vitamin A, D, E, dan K. Keempat vitamin ini merupakan jenis vitamin yang larut dalam lemak. Sehingga, kekurangan vitamin A bisa menyebabkan adanya gangguan penglihatan di malam hari, kekurangan vitamin D berisiko mengganggu pertumbuhan tulang, sementara kekurangan vitamin E berpotensi untuk menyebabkan gangguan neurologis anak, dan kekurangan vitamin K bisa membuat anak lebih mudah mengalami memar di area tubuh,
Berat Badan Anak Susah Naik meski Banyak Makan? Bisa Jadi Malabsorpsi

- Malabsorpsi lemak terjadi saat tubuh anak tidak optimal mencerna dan menyerap lemak, melibatkan empedu, enzim pankreas, dan usus halus.
- Gangguan ini dapat membuat berat badan sulit naik meski nafsu makan baik, karena energi serta vitamin A, D, E, dan K tidak terserap maksimal.
- Waspadai feses berminyak berbau tajam, perut buncit, tubuh lemas, atau pertumbuhan terhambat; periksakan bila berat badan stagnan 2–3 bulan atau gejala berulang.
Nafsu makan yang baik tentu menjadi salah satu hal yang membuat Mama merasa bahagia, terutama ketika si Kecil sedang berada dalam masa pertumbuhan. Melihat anak makan dengan lahap dan menikmati makanannya bisa memberikan rasa senang sekaligus lega bagi orangtua.
Namun, ada kalanya anak yang sudah makan dengan porsi cukup banyak justru mengalami berat badan yang sulit bertambah. Angka pada timbangan tidak menunjukkan perubahan berarti, bahkan kondisi tersebut dapat berlangsung selama berbulan-bulan.
Jika si Kecil mengalami hal serupa, Mama perlu memperhatikannya lebih lanjut. Salah satu kondisi yang mungkin menjadi penyebabnya adalah malabsorpsi lemak, yaitu ketika tubuh tidak mampu menyerap lemak dari makanan secara optimal.
Lantas, apa yang menyebabkan malabsorpsi lemak pada anak dan apa saja gejala yang perlu diperhatikan? Simak informasi yang sudah Popmama.com rangkum berikut ini.
Apa yang Dimaksud Malabsorpsi Lemak pada Anak?

Magnific/Prostooleh Malabsorpsi lemak merupakan gangguan pencernaan ketika tubuh tidak mampu memecah dan menyerap lemak dari makanan secara optimal. Padahal, proses pencernaan dan penyerapan lemak membutuhkan kerja sama dari beberapa organ, yaitu empedu yang diproduksi oleh hati, enzim dari pankreas terutama lipase, serta usus halus yang sehat.
Ketiga bagian tersebut memiliki peran masing-masing dalam membantu tubuh mencerna dan menyerap lemak. Jika salah satu di antaranya mengalami gangguan, proses penyerapan lemak dapat ikut terganggu sehingga lemak dari makanan tidak terserap dengan sempurna.
Kenapa Berat Badan Anak Tidak Naik Padahal Nafsu Makannya Baik?

Magnific Dalam kondisi normal, lemak menyumbang sekitar 9 kkal untuk setiap gramnya. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat energi yang dihasilkan oleh karbohidrat dan protein. Karena itu, ketika penyerapan lemak terganggu, anak dapat kehilangan salah satu sumber energi utama, meskipun asupan makanan yang dikonsumsi terlihat sudah cukup.
Pada malabsorpsi lemak, lemak dari makanan tidak dapat diserap secara optimal oleh usus halus sehingga sebagian justru keluar bersama feses. Kondisi ini dapat membuat tubuh anak tidak mendapatkan energi dan zat gizi yang dibutuhkan secara maksimal.
Selain kekurangan energi, gangguan penyerapan lemak juga dapat membuat tubuh kesulitan menyerap vitamin yang larut dalam lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K.Dalam literatur gastroenterologi pediatrik, gangguan penyerapan lemak juga dikaitkan dengan failure to thrive, yaitu kondisi ketika berat badan anak yang tidak sesuai dengan kurva pertumbuhan usianya.
Tanda-tanda Malabsorpsi Lemak

Magnific Malabsorpsi lemak memiliki beberapa tanda yang harus diwaspadai orangtua, seperti:
Kapan Harus ke Dokter?

Magnific Mama harus segera membawa si Kecil ke dokter apabila mengalami kondisi seperti:
- Berat badan tidak menunjukkan adanya kenaikan selama 2 hingga 3 bulan berturut-turut.
- Feses yang berminyak terus terjadi berulang kali.
- Anak terlihat lemas dan pertumbuhan tinggi badannya mengalami hambatan.
- Memiliki riwayat penyakit pencernaan kronis dalam keluarga.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab berat badan anak yang sulit bertambah. Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin cepat pula anak dapat memperoleh penanganan yang sesuai dengan kondisinya. Perlu Mama ingat, berat badan anak yang sulit naik meski terlihat makan dengan lahap tidak selalu berkaitan dengan jumlah makanan yang dikonsumsi.
Lemak merupakan salah satu sumber energi penting yang dibutuhkan anak untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Jadi, apabila Mama melihat adanya tanda-tanda gangguan penyerapan lemak pada si Kecil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama!





















