Sama seperti orang dewasa, bayi tidak perlu mencuci rambut setiap hari. Beberapa kali seminggu sudah cukup. Gunakan sampo ringan dengan sedikit tambahan bahan kimia, pewangi, dan aditif.
Banyak orangtua khawatir bayi terkena "ketombe bayi", yang ditandai dengan serpihan cokelat atau kuning di kulit kepala dan terkadang kemerahan yang dapat menyebar ke wajah, leher, dan bahkan area popok.
Juga disebut dermatitis seboroik, kondisi ini dapat diobati dengan menggunakan sampo ringan setiap hari, atau terkadang bahkan sampo dengan kekuatan resep dokter. Mama dapat melanjutkan dengan menyikat rambut bayi dengan sikat lembut untuk menghilangkan sisik.
Meskipun demikian, ketombe bayi biasanya sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan. Kondisi ini hampir selalu hilang saat bayi berusia 1 tahun.
Mencukur rambut bayi untuk mengobati kerak kepala tidak disarankan, dan hal itu justru dapat memperparah iritasi kulit dan kondisi tersebut. Bayi dengan kondisi ini tetap dapat dipangkas rambutnya secara teratur, baik di rumah maupun di salon.
Bayi bahkan mungkin mulai berlatih menyikat rambut mereka sendiri sekitar usia 1 tahun, karena mereka mulai menggunakan benda-benda untuk tujuan yang seharusnya.
Itu penjelasan tentang benarkah menggunduli kepala bayi bisa membuat rambut tumbuh lebat? Jawabannya tidak benar, ya, Ma. Mama bisa membuat pertimbangan apakah bayi benar-benar perlu dicukur atau tidak.
Apakah si Kecil juga pernah dicukur atau digunduli?