Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bolehkah Meniup Wajah Bayi? Ketahui Beberapa Risikonya
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Meniup wajah bayi tidak disarankan, terutama pada minggu-minggu pertama, karena sistem sarafnya masih berkembang dan rangsangan ringan bagi orang dewasa belum tentu nyaman bagi bayi.

  • Hembusan udara dapat memicu mammalian diving reflex, seperti memejamkan mata, menelan, dan menahan napas sesaat; respons ini sebaiknya tidak sengaja dipancing.

  • Kebiasaan tersebut berisiko mengejutkan bayi, meningkatkan paparan air liur serta kuman, dan memicu respons pernapasan tak terduga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat bermain bersama si Kecil, Mama mungkin pernah meniup wajahnya untuk memancing senyum atau melihat reaksinya. Kebiasaan sederhana ini biasanya dilakukan spontan untuk mengalihkan perhatian anak.

Meski terlihat sepele, meniup wajah bayi ternyata dapat memicu respons alami tubuh yang membuatnya memejamkan mata, menelan, hingga menahan napas sesaat. Hal ini mungkin membuat Mama penasaran apakah kebiasaan tersebut aman dilakukan?

Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan mengenai bolehkah meniup wajah bayi? Yuk, simak penjelasan berikut ini!

Bolehkah Meniup Wajah Bayi?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Meniup wajah bayi sebenarnya tidak disarankan, Ma. Apalagi jika dilakukan pada bayi baru lahir, terutama selama beberapa minggu pertama kehidupan. Mama sebaiknya memilih interaksi yang lebih tenang dan lembut. 

Sistem saraf si Kecil masih berkembang dan beradaptasi dengan berbagai rangsangan dari lingkungan, sehingga stimulasi yang terasa ringan bagi orang dewasa belum tentu nyaman bagi bayi.  Meski terlihat seperti cara sederhana untuk mengajak si Kecil bermain, reaksi yang muncul belum tentu menandakan bahwa ia menikmati interaksi tersebut.

Bagaimana Respons Tubuh Bayi saat Wajahnya Ditiup?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Ketika udara diembuskan ke wajah bayi, rangsangan tersebut dapat memicu respons refleks yang dikenal sebagai mammalian diving reflex. Refleks ini merupakan mekanisme biologis yang melibatkan beberapa respons tubuh secara otomatis, seperti ketika wajah terkena air.

Respons tersebut dapat terlihat melalui beberapa reaksi seperti memejamkan mata, menelan, dan menahan napas sesaat. Sebagian orangtua memanfaatkan respons ini untuk mengalihkan perhatian bayi yang sedang cranky, menghentikan tangisan, atau melatih respons tahan napas sebelum bayi belajar masuk ke air.

Risiko Meniup Wajah Bayi yang Perlu Mama Ketahui

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Meniup wajah bayi mungkin terlihat seperti bentuk interaksi yang tidak berbahaya. Namun, ada beberapa hal yang perlu Mama pertimbangkan sebelum melakukannya, antara lain:

  1. Membuat bayi terkejut dan tidak nyaman. Hembusan udara yang datang tiba-tiba dapat mengejutkan si Kecil. Bukannya merasa tenang, bayi justru bisa merasa takut, kesal, atau semakin rewel karena rangsangan tersebut tidak sesuai dengan keinginannya.

  2. Meningkatkan paparan terhadap percikan air liur dan kuman. Udara yang diembuskan langsung dari mulut dapat membawa tetesan air liur mikroskopis serta mikroorganisme dari rongga mulut. Jika diarahkan ke wajah bayi dari jarak dekat, kebiasaan ini dapat menambah paparan terhadap kuman, sementara sistem kekebalan tubuh bayi masih berkembang.

  3. Memicu respons pernapasan yang tidak terduga. Hembusan udara pada wajah dapat memicu refleks menahan napas sesaat. Respons ini tidak sebaiknya sengaja dipancing karena Mama tidak dapat memastikan bagaimana bayi akan bereaksi. Bayi yang menunjukkan kesulitan bernapas perlu segera mendapatkan pertolongan medis.

Alternatif yang Lebih Aman untuk Bermain Bersama Bayi

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Mama tetap bisa mengajak si Kecil bermain dan membangun kedekatan tanpa harus meniup wajahnya. Beberapa interaksi sederhana yang dapat dicoba di rumah meliputi:

  1. Berbicara dan bernyanyi. Ajak si Kecil berbicara dengan suara lembut atau nyanyikan lagu sederhana. Suara Mama dapat menarik perhatian bayi sekaligus menjadi bagian dari proses mengenali suara dan bahasa.

  2. Membuat ekspresi wajah yang lucu. Tersenyumlah, buka mata dengan ekspresi terkejut, atau gerakkan bibir secara perlahan. Bayi dapat tertarik mengamati perubahan ekspresi wajah orang yang berinteraksi dengannya.

  3. Bermain cilukba. Tutupi wajah Mama dengan kedua tangan, kemudian buka kembali sambil mengucapkan “cilukba”. Sesuaikan tempo permainan dengan usia dan respons si Kecil.

  4. Memberikan sentuhan lembut. Usap tangan atau kaki bayi dengan perlahan jika ia terlihat nyaman. Sentuhan lembut dapat menjadi cara sederhana untuk berinteraksi sekaligus membantu Mama mengenali respons si Kecil terhadap kontak fisik.

Nah, itu dia penjelasan mengenai kebiasaan meniup wajah bayi dan beberapa risikonya. Semoga informasi ini dapat menjawab kebingungan mama, ya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article