Saat merawat si Kecil, Mama mungkin menemukan bintik-bintik putih kecil di area hidung, pipi, atau kelopak matanya. Meski terkadang membuat khawatir, kondisi tersebut bisa jadi merupakan milia yang umum dialami bayi baru lahir.
7 Fakta Milia pada Bayi, Bintik Putih Kecil yang Bisa Hilang Sendiri

Milia adalah kista kecil putih hingga kekuningan akibat keratin dan sel kulit mati terperangkap, umumnya tidak berbahaya bagi bayi baru lahir.
Bintik berukuran sekitar 1–2 milimeter paling sering muncul di pipi, hidung, dan kelopak mata; kondisi ini diperkirakan dialami hingga satu dari dua bayi cukup bulan.
Milia biasanya hilang dalam beberapa minggu hingga tiga bulan; bersihkan lembut, jangan dipencet, dan konsultasikan ke dokter bila menetap atau disertai perubahan kulit mengkhawatirkan.
Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan dapat menghilang dengan sendirinya tanpa pengobatan.
Lantas, apa saja fakta milia pada bayi yang perlu Mama ketahui? Berikut Popmama.com merangkum informasinya melansir dari Medical News Today.
Table of Content
1. Milia merupakan kista kecil yang tidak berbahaya

Pexels.com/juliane Monari Milia adalah kista kecil yang terbentuk ketika keratin atau protein alami pada kulit, terperangkap di bawah kulit. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik kecil berwarna putih hingga kekuningan.
Meskipun kemunculannya dapat membuat Mama khawatir, milia pada bayi umumnya tidak berbahaya dan tidak memerlukan penanganan khusus.
2. Milia umum dialami bayi baru lahir

Pexels.com/Poppy Martinez Milia termasuk kondisi kulit yang cukup sering ditemukan pada bayi baru lahir. Bahkan, kondisi ini diperkirakan dialami hingga satu dari dua bayi yang lahir pada waktunya.
Hal ini berkaitan dengan proses alami kulit bayi yang masih berkembang, termasuk kemampuannya untuk melepaskan sel-sel kulit mati. Oleh karena itu, munculnya milia pada si Kecil umumnya tidak perlu dikhawatirkan.
3. Milia muncul akibat keratin yang terperangkap di bawah kulit

Pexels.com/Jonathan Borba Secara alami, kulit akan melepaskan sel-sel kulit mati untuk memberi ruang bagi sel kulit baru.
Namun, ketika sel-sel kulit mati tidak terlepas sebagaimana mestinya dan terperangkap di dalam pori-pori, kista kecil seperti milia dapat terbentuk.
Pada bayi, proses pengelupasan kulit yang masih berkembang dapat membuat sel-sel kulit mati lebih mudah terperangkap. Akibatnya, muncul bintik-bintik kecil di permukaan kulit dari proses tersebut.
4. Milia paling sering muncul di area wajah

Pexels.com/Helena Lopes Milia pada bayi biasanya berbentuk benjolan kecil berukuran sekitar 1–2 milimeter. Bintik-bintik ini paling sering ditemukan di area wajah, terutama pipi, hidung, dan kelopak mata.
Selain wajah, milia juga dapat muncul di bagian tubuh lain, seperti dada bagian atas dan anggota gerak.
Pada beberapa bayi baru lahir, bintik serupa juga bisa ditemukan di dalam mulut dan dikenal sebagai mutiara Epstein (Epstein pearls).
5. Milia pada bayi umumnya hilang dengan sendirinya

Pexels.com/Luis Becerra Fotógrafo Kabar baiknya, milia pada bayi biasanya tidak membutuhkan pengobatan. Kondisi ini dapat membaik dengan sendirinya seiring perkembangan kulit si Kecil.
Dalam banyak kasus, milia menghilang dalam beberapa minggu atau sekitar satu bulan setelah lahir. Namun, pada sebagian bayi, bintik-bintik tersebut dapat bertahan hingga usia tiga bulan.
Mama tidak perlu terburu-buru memberikan obat atau produk perawatan khusus, selama kondisi kulit si Kecil tidak menunjukkan tanda yang mengkhawatirkan.
6. Milia perlu dirawat dengan lembut

Pexels.com/Анастасия Триббиани Meski tidak memerlukan pengobatan khusus, Mama tetap perlu menjaga kebersihan kulit si Kecil.
Cukup bersihkan wajah bayi menggunakan air hangat dan sabun bayi yang lembut, kemudian tepuk perlahan dengan handuk bersih hingga kering.
Hindari penggunaan losion atau minyak yang tidak diperlukan, terutama jika berpotensi mengiritasi kulit bayi.
Mama juga sebaiknya tidak memencet, menggaruk, atau menggosok bintik milia karena dapat melukai kulit dan meningkatkan risiko infeksi.
7. Milia dapat diperiksa oleh dokter anak jika tidak kunjung hilang

Pexels.com/jennifer jaser Milia umumnya mudah dikenali melalui pemeriksaan fisik. Namun, beberapa kondisi kulit lain dapat terlihat serupa sehingga terkadang diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.
Jika bintik-bintik pada kulit si Kecil tidak kunjung hilang setelah beberapa bulan, muncul ruam pada wajah, atau ditemukan perubahan kulit yang mengkhawatirkan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak ya.
Pemeriksaan dapat membantu memastikan apakah bintik tersebut benar-benar milia atau merupakan kondisi kulit lain yang membutuhkan penanganan berbeda.
Itulah tujuh fakta milia pada bayi yang perlu Mama ketahui. Meski umumnya tidak berbahaya dan dapat hilang sendiri, tetap jaga kebersihan kulit si Kecil ya Ma!






















