Berbicara tentang susu, kata laktosa mungkin tidak asing terdengar di telinga. Namun, apakah Mama pernah mendengar intoleransi laktosa?
4 Jenis Intoleransi Laktosa pada Bayi, Mama Harus Tahu!

- Intoleransi laktosa pada bayi terjadi saat enzim laktase kurang atau tidak ada, sehingga laktosa difermentasi menjadi gas dan memicu diare, kembung, serta sering buang angin.
- Empat jenisnya meliputi primer akibat kadar laktase rendah atau genetik, sekunder karena kerusakan usus, bawaan sejak lahir, dan perkembangan pada bayi prematur.
- Penanganan dapat mencakup enzim laktase atau formula bebas laktosa atas saran dokter; diet bebas laktosa ibu tidak terbukti mengurangi laktosa dalam ASI.
Intoleransi laktosa merupakan kondisi dimana bayi merasa sulit mencerna gula alami atau laktosa yang biasa terdapat pada ASI dan susu formula.
Intoleransi laktosa kerap terjadi pada bayi yang aktif menyusui. Untuk itu, perhatikan apakah bayi memiliki riwayat intoleransi dengan laktosa pada susu atau tidak, Ma.
Intoleransi laktosa yang terjadi pada bayi dapat berakibat fatal untuk kesehatan khususnya sistem pencernaan si Kecil.
Jika saat minum susu tubuh si Kecil memberi reaksi mulai dari diare, perut kembung, hingga sering buang angin, sebaiknya hentikan susu yang sedang dikonsumsi. Gejala tersebut merupakan reaksi dari tubuhnya yang tidak bisa memproses laktosa susu.
Nah, intoleransi laktosa pada bayi ternyata berbeda-beda jenisnya tergantung penyebabnya. Sebagai informasi, berikut Popmama.com telah merangkum jenis intoleransi laktosa pada bayi yang perlu Mama ketahui. Disimak, yuk, Ma!
Table of Content
Penyebab Intoleransi Laktosa pada Bayi

freepik/rawpixel.com Mengutip SMA nutrition, intoleransi laktosa pada bayi terjadi saat si Kecil tidak memiliki atau tidak memproduksi cukup enzim pencernaan atau disebut enzim laktase.
Nah, laktase ini biasanya diproduksi di usus kecil untuk membantu mencerna laktosa pada makanan yang dikonsumsi si Kecil.
Laktosa yang sudah dicerna ini normalnya akan dipecah menjadi glukosa dan galaktosa yang akan diubah menjadi sumber energi si Kecil. Namun pada bayi yang memiliki riwayat intoleransi laktosa, nantinya laktosa akan difermentasi oleh bakteri dalam usus besar kemudian berubah menjadi gas.
Berubahnya laktosa menjadi gas ini yang menyebabkan bayi yang intoleransi laktosa akan mengalami gangguan pencernaan seperti diare, perut kembung, hingga buang angin secara terus-menerus.
Jenis Intoleransi Laktosa

Pexels/Towfiqu barbhuiya Ada beberapa jenis intoleransi laktosa yang dikelompokkan sesuai dengan penyebabnya secara khusus.
Pada beberapa kasus, bayi tidak bisa memproduksi laktase secara alami sehingga menimbulkan intoleransi laktosa. Berikut beberapa jenis intoleransi laktosa yang perlu Mama ketahui:
1. Intoleransi laktosa primer

Freepik/ jcomp Intoleransi laktosa primer yakni tingkat enzim laktase yang ada di dalam pencernaan rendah. Biasanya kondisi ini juga disebabkan oleh faktor genetik yang diturunkan dari orangtua.
Intoleransi laktosa primer juga jarang terjadi pada bayi di bawah dua tahun. Meski mulai terjadi di atas dua tahun, terkadang keluhannya muncul ketika anak memasuki usia remaja atau dewasa.
2. Intoleransi laktosa sekunder

Freepik/freepik Intoleransi laktosa sekunder disebabkan adanya penurunan produksi laktase karena kerusakan sel-sel pada ususnya. Biasanya kondisi ini dapat terjadi karena virus dalam perut penyakit Celiac, Crohn, infeksi usus, atau radang usus besar.
Jangan khawatir, sebab kondisi ini akan membaik setelah lapisan usus sembuh, Ma.
3. Intoleransi laktosa bawaan

freepik/fabrikasimf Intoleransi laktosa bawaan dapat disebabkan oleh kelainan genetik yang diturunkan dari orangtua. Artinya, bayi tidak memproduksi laktase apapun sejak lahir. Bayi dapat terlahir dengan sedikit atau tanpa enzim laktase sama sekali pada tubuhnya.
Gejala intoleransi laktosa akan berkembang saat si Kecil diberikan ASI atau susu formula. Namun, kondisi intoleransi laktosa jenis ini sangat jarang terjadi, Ma.
4. Intoleransi laktosa perkembangan

freepik/KamranAydinov Intoleransi laktosa jenis ini dapat terjadi apabila perkembangan usus si Kecil saat lahir belum sempurna. Ini dapat terjadi pada bayi yang lahir prematur atau kurang dari 34 minggu sehingga laktase yang diproduksi masih kurang.
Seiring bertambahnya usia si Kecil, sistem pencernaannya akan semakin sempurna dan laktase dalam tubuhnya semakin bertambah.
Asupan yang Dikonsumsi Bayi Intoleransi Laktosa

Freepik/freepik Intoleransi laktosa bisa saja disebabkan karena ASI yang dikonsumsinya mengandung laktosa yang bersumber dari makanan yang dikonsumsi Mama. Namun, Mama tidak perlu mengikuti diet bebas laktosa sebab penelitian menunjukan hal ini tidak mengurangi laktosa pada ASI.
Mama dapat berikan si Kecil obat dengan kandungan enzim laktase untuk membantu jumlah enzim laktase yang dibutuhkan dalam tubuhnya.
Cara lainnya, Mama dapat memberikan susu formula bebas laktosa agar si Kecil tetap mendapat nutrisi yang dibutuhkan dalam perkembangannya. Namun, konsumsi susu bebas laktosa ini harus berdasarkan saran dokter atau ahli, ya, Ma.
Untuk mengetahui batas toleransi laktosa pada si Kecil, Mama dapat berikan susu yang biasa diberikan si Kecil secara perlahan setelah perawatan atau pemberian laktase tambahan.
Jika si Kecil sudah mulai MPASI, Mama dapat hindari makanan yang mengandung laktosa seperti susu sapi, yoghurt, dan keju sebelum kondisi ususnya pulih.
Jika gejala intoleransi laktosanya sudah membaik, Mama dapat mulai memberikan olahan susu secara perlahan sebab mengandung nutrisi yang diperlukan tubuhnya di masa tumbuh kembang.
Nah, itu dia informasi mengenai jenis intoleransi laktosa pada bayi yang dapat Mama ketahui. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat, ya, Ma. Semoga bermanfaat!




















