Saat bayi baru lahir, hal yang paling ditunggu-tunggu adalah tangisannya. Bukan hanya sekadar menangis, ternyata ada makna dan manfaatnya lho, Ma!
Pentingnya Tangisan Pertama Bayi Baru Lahir, Mama Harus Tahu!

- Tangisan pertama bayi menandakan paru-parunya beradaptasi dengan udara dan berfungsi baik; pola tangisan awal juga dapat menjadi penanda kondisi kesehatan pernapasan.
- Pada awal kehidupan, tangisan menjadi cara utama bayi menyampaikan kebutuhan, seperti lapar, popok kotor, suhu tidak nyaman, sakit, atau kelelahan.
- Bayi dapat lebih sering menangis pada pukul 17.00 hingga tengah malam selama dua-tiga minggu pertama, lalu umumnya berkurang setelah usia tiga bulan.
Tangisan bayi yang baru lahir merupakan tanda bahwa paru-paru si Kecil dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar serta berfungsi dengan baik.
Melansir Healthline, penelitian terbaru menunjukkan bahwa mempelajari pola awal tangisan ini dapat menjadi penanda antara bayi yang sehat dan bayi yang menderita sindrom gangguan pernapasan.
Selain menjadi penanda kesehatan dan adaptasi si Kecil dengan dunia barunya, tangisan bayi juga memiliki arti tersendiri. Tangisan bayi yang terdengar saat proses melahirkan menjadi puncak kesenangan karena si Kecil akhirnya dapat lahir dengan selamat.
Lantas, apakah Mama tahu mengapa bayi terus-terusan menangis bahkan setelah beberapa waktu setelah lahir?
Berikut ini Popmama.com telah merangkum informasi mengenai pentingnya tangisan pertama bayi baru lahir. Simak, yuk, Ma!
Table of Content
Tanda Pernapasannya Berfungsi dengan Baik

Freepik/jcomp Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tangisan saat baru lahir merupakan tanda adaptasinya dengan dunia baru.
Saat di dalam kandungan, kantung udara pada paru-paru bayi berisi cairan ketuban. Saat lahir, cairan yang ada di dalam paru-paru tersebut tertekan sehingga cairan tersebut akan keluar.
Saat proses ini, frekuensi tangisan bayi terbilang sebentar. Hal ini dapat terjadi sebab bayi pertama kalinya bernapas dengan udara segar.
Kantung udara pada paru-paru akan memaksa terbuka dan mengeluarkan cairan, sehingga tangisannya cenderung singkat dan embusan napasnya lebih lama.
Mengapa Bayi Baru Lahir Sering Menangis?

Freepik.com/jcomp Saat bayi baru lahir, menangis adalah satu-satunya cara berkomunikasi si Kecil dengan Mama, Papa atau orang-orang yang ada di sekitarnya. Semua hal yang diperlukan dan dibutuhkan si Kecil akan dikomunikasikan lewat tangisan.
Untuk itu, Mama harus peka dan mengecek apa yang diperlukan, serta Mama juga perlu memahani arti tangisannya,sebab bayi yang baru lahir hanya bisa menangis saja. Berikut beberapa alasan bayi kerap menangis di awal kehidupannya:
1. Merasa lapar atau haus

Freepik Kelaparan merupakan salah satu hal paling umum mengapa bayi menangis. Ada beberapa hal yang dapat menandakan bayi sedang lapar, bisa dengan memasukkan tangan ke dalam mulut, menunjuk ke arah payudara, menjilat bibir, atau membuka mulut.
Jika setelah menyusui atau diberi makan tangisannya mereda, tandanya si Kecil sudah merasa kenyang. Agar lebih mudah menerka, normalnya bayi baru lahir akan menyusu setiap 1-3 jam sekali dalam sehari.
2. Popok kotor

Pexels/Karolina Grabowska Jika popoknya dalam keadaan kotor, biasanya si Kecil akan mudah rewel dan menangis. Hal ini dapat terjadi sebab popok yang kotor dan menyebabkan ruam popok dan iritasi yang membuat bayi tidak nyaman.
Untuk mengatasinya, Mama dapat mengganti popok bayi dengan yang baru, mengoleskan krim pada area yang lembab sebelum memakai popok, atau juga bisa dengan diolesi ASI pada kulit yang mengalami ruam popok.
Popok yang kotor juga dapat tercium dari bau kotoran si Kecil yang sudah tertampung di popok dan harus segera diganti.
3. Kurang cocok dengan suhu sekitar

Pixabay.com/theproofphotography Bayi akan mudah rewel dan menangis apabila merasa tidak cocok dengan suhu sekitar. Bayi akan menangis untuk memberi tahu bahwa dirinya sedang kepanasan atau juga kedinginan.
Cara paling mudah untuk mengatasinya adalah pastikan si Kecil berada di suhu ruang yang sejuk namun tidak terlalu dingin. Jika berada di area luar ruangan atau panas, Mama dapat menutup tubuh si Kecil dengan kain tipis agar tetap teduh.
4. Sakit

pixabay/sunvanihoang Apabila si kecil merasa kurang enak badan, tangisannya akan menghebohkan dan menjadi penanda bahwa tubuhnya merasa sakit. Bayi juga akan mudah rewel apabila kondisi tubuhnya tidak nyaman karena sakit.
Untuk itu, salah satu hal yang harus dilakukan apabila bayi rewel dan terus menangis adalah mengecek kondisi tubuhnya apakah sedang sakit, terdapat iritasi, atau hal yang membuat tidak nyaman. Setelah itu, Mama bisa hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.
5. Kelelahan

Freepik/javi_indy Meski belum banyak bergerak, bayi juga dapat merasakan kelelahan. Biasanya kelelahan dapat terjadi apabila si Kecil terjaga terlalu lama.
Bayi yang kelelahan akan memberi isyarat dengan menangis, menguap, menyentuh wajah, dan menjadi manja dengan terus menempel pada Mama.
Saat sedang terlelap, otak bayi sebenarnya sedang berkembang dan seringkali membuat bayi merasa lelah meski sering tertidur. Untuk itu, perlu keseimbangan saat si Kecil terjaga dan tidur.
Kapan Bayi akan Sering Menangis?

Pexels/Laura Garcia Melansir Healthline, ada waktu dimana bayi akan lebih sering menangis yang disebut sebagai 'jam ajaib'. Biasanya bayi akan menangis pada antara pukul 5 sore hingga pukul 12 tengah malam.
Perkiraan waktu ini akan berlaku di dua sampai tiga minggu awal kehidupan bayi. Meski demikian, bayi akan mulai berkurang tangisannya setelah melewati usia tiga bulan.
Sebenarnya tidak ada penelitian yang secara pasti membuktikan hal ini, namun para ahli sepakat bahwa bayi dapat menangis dan rewel di malam hari karena stimulasi yang dilakukan di siang hari dan berkurangnya pasokan ASI pada Mama di malam hari.
Nah, itu dia informasi mengenai pentingnya tangisan pertama bayi baru lahir. Selain menandakan pernapasannya berfungsi dengan baik, tangisan juga menjadi satu-satunya cara bayi berkomunikasi dengan Mama. Semoga bermanfaat, Ma!




















