Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pexels/Fadime Demirtaş
  • Bayi usia 3 bulan ke atas disebut sebagai titik aman untuk camping, sementara bayi di bawah 40 hari sebaiknya tidak bepergian jauh. Perjalanan lebih panjang idealnya setelah 6 bulan.

  • Sebelum camping, orang tua disarankan berkonsultasi dengan dokter, memilih lokasi ramah keluarga maksimal sekitar dua jam dari rumah, serta mempertimbangkan area tenang, datar, dan cuaca.

  • Perlengkapan penting meliputi tempat tidur portabel, kebutuhan popok dan makan, gendongan, kursi menyusui, serta P3K. Suhu bayi dijaga dengan pakaian berlapis, sleep sack, naungan, dan perlindungan serangga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Panduan usia yang disarankan, persiapan, perlengkapan, dan cara menjaga kondisi bayi saat diajak berkemah.
  • Who?
    Bayi, orang tua, dokter anak, serta keluarga yang merencanakan kegiatan camping bersama bayi.
  • Where?
    Area camping yang ramah keluarga, memiliki toilet bersih, air hangat, fasilitas ganti popok, lahan datar, suasana tenang, dan berjarak sekitar dua jam dari rumah.
  • When?
    Bayi berusia 3 bulan ke atas dapat menjadi acuan awal; perjalanan lebih panjang dinilai ideal pada usia 6 bulan ke atas. Bayi di bawah 40 hari sebaiknya tidak bepergian jauh.
  • Why?
    Bayi memiliki daya tahan tubuh dan kebutuhan makan, tidur, serta pengaturan suhu yang berbeda dari orang dewasa, sehingga camping memerlukan persiapan khusus.
  • How?
    Konsultasikan dokter, pantau cuaca, gunakan pakaian berlapis dan sleep sack, lindungi dari matahari serta serangga, dan bawa tempat tidur portabel, popok, perlengkapan makan, gendongan, serta P3K.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi boleh diajak berkemah mulai umur 3 bulan, kata banyak dokter. Bayi di bawah 40 hari jangan pergi jauh karena tubuhnya masih lemah. Umur 6 bulan lebih cocok untuk perjalanan lama. Mama dan Papa perlu tanya dokter, pilih tempat dekat, bersih, dan tidak dingin. Bayi perlu pakaian hangat, popok, susu, dan tempat tidur kecil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebagai keluarga kecil yang baru saja dikaruniai anak, pastinya Mama dan Papa ingin merayakan hal tersebut dengan bepergian atau sekadar hangout bersama si Kecil. Salah satu pilihan yang bisa dicoba adalah camping bersama si Kecil.

Namun, sebelum mengemas tenda, ada satu pertanyaan yang hampir pasti muncul, yakni kapan bayi boleh diajak camping? Bayi punya daya tahan tubuh dan kebutuhan yang berbeda dengan orang dewasa, jadi persiapannya tidak bisa asal.

Tenang, Ma. Agar perjalanan selama berlibur bersama si Kecil semakin aman dan Mama tidak penasaran lagi kapan membawa si Kecil ke alam terbuka, berikut Popmama.com mengulas kapan bayi boleh dibawa camping? Yuk, simak!

Kapan Bayi Boleh Diajak Camping?

Pexels/Tatiana Syrikova

Menurut laman Kabupaten Bantul, usia 3 bulan ke atas disebut sebagai titik aman yang disarankan oleh banyak dokter anak.

Bayi di bawah 40 hari sebaiknya tidak diajak bepergian jauh karena sistem imunnya masih sangat lemah. Pada usia 1 bulan, bayi mulai dianggap stabil, tetapi Mama tetap perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum berangkat.

Untuk perjalanan yang lebih panjang, usia 6 bulan ke atas dianggap ideal karena rutinitas makan dan tidur bayi sudah lebih stabil. Angka-angka ini memang berlaku untuk bepergian secara umum, jadi Mama bisa menjadikannya acuan awal sebelum merencanakan camping.

Apa Saja yang Perlu Dipertimbangkan sebelum Mengajak Bayi Camping?

Pexels/king caplis

Usia memang jadi patokan pertama, tetapi bukan satu-satunya. Berikut hal-hal yang dirangkum dari sejumlah sumber.

  • Konsultasi dulu dengan dokter anak
    Mama disarankan untuk bertanya kepada dokter sebelum bepergian, terutama untuk bayi di bawah 6 bulan atau anak dengan kondisi khusus. Sarannya tentu berlaku juga untuk rencana camping.

  • Pilih lokasi yang ramah keluarga
    Menurut Diary of the Dad, pilih area camping dengan toilet bersih, pancuran air hangat, bahkan fasilitas untuk mengganti popok. Fasilitas seperti ini jelas membuat segalanya lebih praktis.

  • Pilih lokasi yang tidak jauh dari rumah
    Untuk percobaan pertama disarankan lokasi dalam jarak tempuh sekitar dua jam. Kalau ada hal yang tidak sesuai rencana, Mama bisa pulang dengan mudah.

  • Cari petak yang tenang dan datar
    Area yang sepi membantu tidur bayi tidak terganggu oleh keributan, sedangkan lahan datar membuat tidur lebih nyaman. 

  • Perhatikan cuaca dan musim
    Travel Mad Mum menyebut camping bersama bayi saat cuaca dingin berbeda jauh dengan saat cuaca panas. Tidak disarankan untuk camping di bulan-bulan dingin.

Bagaimana Cara Menjaga Suhu Tubuh Bayi saat Camping?

Pexels/Dongdilac

Udara di area camping bisa berubah cepat, apalagi saat malam. Tenda bisa terasa cukup dingin di malam hari, bahkan saat musim panas. Berikut beberapa cara untuk menjaga suhu tubuh si Kecil, dikutip dari Diary of the Dad.

  • Pakai pakaian berlapis
    Kenakan pada bayi pakaian dalam yang bernapas dan menyerap keringat, lalu tambahkan atau lepas lapisan sesuai kebutuhan. 

  • Gunakan kantong tidur bayi sesuai suhu
    Pada malam hari, gunakan sleep sack yang sesuai dengan suhu udara. Selimut dan kantong tidur favorit si Kecil juga sebaiknya ikut dibawa.

  • Lindungi dari terik matahari
    Bawa topi lebar, gunakan tabir surya yang aman untuk bayi, dan sering memanfaatkan tenda naungan. Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk memilih produk yang sesuai dengan usia si Kecil.

  • Atur aktivitas di waktu yang sejuk
    Rencanakan kegiatan luar ruang pada bagian hari yang lebih sejuk. Dengan begitu, bayi tidak kepanasan saat matahari sedang terik.

  • Tutup tenda dan lindungi dari serangga
    Gunakan pakaian lengan panjang di malam hari dan selalu tutup resleting tenda.

Apa Saja Perlengkapan Bayi yang Wajib Dibawa saat Camping?

Pexels/Tatiana Syrikova

Berikut daftar yang bisa jadi panduan saat camping bersama bayi menurut Diary of the Dad.

  • Tempat tidur portabel
    Travel cot atau bassinet portabel merupakan barang wajib karena aman dan terasa familier untuk si Kecil. 

  • Area ganti popok
    Siapkan alas ganti yang bisa dilipat, popok, tisu basah, dan kantong sampah di dekat pintu tenda. Jangan lupa pembersih tangan dalam jumlah banyak.

  • Perlengkapan makan dan minum
    Kalau si Kecil minum susu formula, disarankan membawa botol steril, susu formula, dan kompor kecil untuk memanaskan air. 

  • Kursi yang nyaman untuk menyusui
    Bagi Mama yang menyusui, membawa kursi camping dengan sandaran punggung membuat sesi menyusui malam hari lebih mudah.

  • Gendongan bayi
    Bawa gendongan agar bayi bisa tertidur saat Mama berjalan-jalan, agar bayi bisa tenang selama berkegiatan di luar.

  • Kotak P3K sederhana
    Disarankan membawa tabir surya, obat nyamuk tanpa DEET, krim pereda gatal gigitan serangga, dan plester luka. Semoga isinya jarang terpakai.

Nah, itulah pembahasan mengenai kapan bayi boleh dibawa camping? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article