Tali pusar bayi biasanya akan mengering dan lepas dengan sendirinya dalam beberapa hari setelah kelahiran.
Granuloma Umbilikalis pada Bayi Apakah Berbahaya?

Granuloma umbilikalis adalah benjolan jaringan lunak, lembap, dan umumnya tidak nyeri di pusar bayi setelah tali pusar lepas; kondisi ini diperkirakan terjadi pada 4–7 persen bayi baru lahir.
Meski biasanya tidak berbahaya, granuloma yang tidak ditangani dapat membesar dan menjadi tempat bakteri berkembang. Demam, kemerahan meluas, bengkak, nyeri, garis merah, atau nanah memerlukan pemeriksaan dokter segera.
Penanganan ditentukan dokter, seperti perak nitrat, krim kortikosteroid, garam sesuai petunjuk medis, atau ligasi. Orang tua tidak dianjurkan mengobati, mengikat, atau memberi garam sendiri tanpa arahan tenaga medis.
Namun, pada sebagian bayi, jaringan di area pusar dapat tumbuh berlebihan sehingga membentuk benjolan kecil yang tampak basah. Kondisi ini dikenal sebagai granuloma umbilikalis.
Meski umumnya tidak berbahaya, kondisi tersebut tetap perlu mendapat perhatian agar tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
Lantas, granuloma umbilikalis pada bayi apakah berbahaya? Melansir dari Cleveland Clinic, berikut Popmama.com rangkum mengenai granuloma umbilikalis pada bayi yang perlu Mama ketahui.
Table of Content
1. Apakah granuloma umbilikalis pada bayi berbahaya?

Pexels.com/Polina Tankilevitch Granuloma umbilikalis umumnya tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat ditangani dengan mudah. Dengan perawatan yang tepat, benjolan ini biasanya akan mengecil, menghitam, mengering, lalu terlepas dengan sendirinya.
Namun, granuloma umbilikalis yang tidak ditangani dapat terus membesar dan menjadi tempat berkembangnya bakteri. Kondisi ini berisiko menyebabkan infeksi bakteri yang serius.
Mama perlu memperhatikan tanda-tanda infeksi pada area pusar si Kecil, seperti:
Pusar terasa nyeri atau bayi menangis saat area tersebut disentuh.
Bayi mengalami demam.
Pembengkakan atau rasa hangat di sekitar pusar semakin meningkat.
Kulit di sekitar pusar tampak semakin merah atau mengalami perubahan warna.
Muncul garis kemerahan yang menjalar dari area pusar.
Keluar nanah dari benjolan.
Jika si Kecil menunjukkan tanda-tanda tersebut, segera bawa ia ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
2. Apa itu granuloma umbilikalis pada bayi?

Pexels.com/https://kaboompics.com/ Granuloma umbilikalis adalah benjolan kecil berupa jaringan lunak dan lembap yang terbentuk di area pusar bayi baru lahir. Kondisi ini biasanya muncul dalam beberapa minggu pertama kehidupan, setelah tali pusar terlepas.
Ukuran benjolan dapat bervariasi, mulai dari sekitar 3 milimeter hingga 10 milimeter. Granuloma juga dapat mengeluarkan cairan bening yang membuat kulit di sekitarnya tampak lembap, berubah warna, atau mengalami iritasi.
Meski tampilannya mungkin membuat Mama khawatir, granuloma umbilikalis biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Kondisi ini diperkirakan terjadi pada sekitar 4–7 persen bayi baru lahir setiap tahunnya.
Walaupun umumnya tidak serius, granuloma tetap perlu diperiksakan karena biasanya membutuhkan penanganan agar dapat sembuh sepenuhnya.
3. Apa penyebab granuloma umbilikalis pada bayi?

Pexels.com/Andreas Ebner Setelah bayi lahir, tali pusar biasanya mengering dan terlepas dalam waktu sekitar 7–10 hari. Setelah itu, tubuh akan membentuk jaringan baru di dasar pusar untuk membantu proses penyembuhan luka.
Jaringan tersebut berperan dalam mengisi bagian yang terluka dan melindunginya selama kulit baru terbentuk. Seiring waktu, sel-sel kulit akan tumbuh untuk menutup luka bekas tali pusar.
Namun, apabila proses pembentukan kulit baru tidak berlangsung dengan sempurna, jaringan penyembuhan dapat tumbuh secara berlebihan dan tidak tertutup sepenuhnya oleh kulit.
Pertumbuhan jaringan berlebih inilah yang kemudian membentuk granuloma umbilikalis. Jadi, kondisi ini berkaitan dengan proses penyembuhan area pusar setelah tali pusar terlepas.
4. Apa saja gejala granuloma umbilikalis pada bayi?

Pexels.com/Huynh Van Granuloma umbilikalis dapat dikenali melalui beberapa perubahan pada area pusar si Kecil. Benjolan ini biasanya memiliki ciri-ciri berikut:
Berwarna merah muda atau kemerahan. Warnanya juga dapat tampak lebih gelap dibandingkan warna kulit bayi di sekitarnya.
Bertekstur lunak. Benjolan terasa seperti jaringan daging yang lembut.
Tampak basah dan lembap. Permukaannya tidak mengering seperti kulit di sekitarnya.
Mengeluarkan cairan bening. Cairan atau lendir dapat membuat kulit di sekitar pusar terlihat iritasi.
Mudah robek atau rapuh. Jaringan dapat mengalami kerusakan jika terkena gesekan.
Berbau tidak sedap. Pada sebagian kasus, benjolan dapat mengeluarkan bau yang kurang menyenangkan.
Granuloma juga dapat terlihat seperti memiliki tangkai kecil. Cairan lendir bisa merembes dari benjolan, sedangkan keluarnya nanah perlu diwaspadai sebagai kemungkinan tanda infeksi.
Jika Mama menemukan benjolan dengan ciri-ciri tersebut, sebaiknya periksakan si Kecil ke dokter untuk memastikan penyebabnya. Sebab, tidak semua benjolan atau cairan pada pusar bayi merupakan granuloma umbilikalis.
5. Bagaimana cara mengobati granuloma umbilikalis pada bayi?

Pexels.com/Анастасия Триббиани Penanganan granuloma umbilikalis bergantung pada kondisi benjolan dan hasil pemeriksaan dokter. Perlu diingat, hal ini harus dilakukan sesuai arahan dokter ya, Ma!
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk membantu menghilangkan jaringan berlebih tersebut.
Berikut beberapa pilihan penanganannya:
Silver nitrate. Dokter dapat mengoleskan obat perak nitrat (silver nitrate) menggunakan aplikator khusus untuk membantu mengecilkan dan menghilangkan jaringan granuloma. Perawatan ini terkadang perlu diulang beberapa kali hingga benjolan sembuh.
Krim kortikosteroid. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat meresepkan krim steroid topikal untuk membantu mengatasi granuloma.
Garam dapur. Dokter mungkin menyarankan metode menggunakan garam dapur yang ditempelkan pada benjolan selama waktu tertentu dengan penutup perekat. Metode ini perlu dilakukan sesuai petunjuk tenaga medis.
Ligasi. Jika penanganan lain tidak berhasil, dokter dapat mengikat pangkal granuloma menggunakan benang khusus untuk menghentikan aliran darah ke jaringan tersebut. Akibatnya, benjolan akan mengering dan terlepas.
Apabila granuloma tidak membaik setelah menjalani penanganan standar, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan tambahan untuk mencari tahu penyebabnya.
Mama sebaiknya tidak mencoba mengoleskan obat, mengikat benjolan, atau memberikan garam pada pusar si Kecil tanpa arahan tenaga medis.
Penanganan yang tidak tepat dapat melukai kulit bayi atau memperburuk kondisi jika ternyata terdapat infeksi.
Itu dia penjelasan mengenai granuloma umbilikalis pada bayi apakah berbahaya. Meski umumnya tidak serius dan dapat ditangani, benjolan pada pusar si Kecil tetap perlu diperiksa untuk memastikan penyebabnya serta menentukan perawatan yang tepat.






















