Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Vernix Caseosa pada Bayi Baru Lahir? Ini Penyebabnya

4 min read
Apa Itu Vernix Caseosa pada Bayi Baru Lahir? Ini Penyebabnya
Pexels/alana souza
  • Vernix caseosa adalah lapisan putih krem yang terbentuk pada kulit bayi di dalam rahim, terutama trimester ketiga, untuk melindungi kulit dari paparan air ketuban.

  • Lapisan ini membantu mengurangi gesekan saat persalinan, memiliki sifat antiinfeksi dan antiinflamasi, serta menjaga suhu tubuh dan kelembapan kulit bayi setelah lahir.

  • Vernix umumnya lebih banyak pada bayi prematur dan dapat dibiarkan menempel; setelah hilang, kulit mengelupas biasanya pulih sendiri dengan perawatan lembut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat pertama kali menggendong si Kecil, orangtua baru, termasuk Mama, mungkin kaget melihat kulitnya diselimuti lapisan putih licin yang mirip keju lembut. Wajar kalau Mama langsung bertanya-tanya, apakah itu kotoran atau tanda lain?

Tenang, Ma. Lapisan itu bernama vernix caseosa, dan kehadirannya justru kabar baik karena dibawa bayi langsung dari dalam rahim sebagai pelindung alami.

Supaya Mama makin paham soal vernix caseosa pada bayi baru lahir, berikut Popmama.com mengulas apa itu vernix caseosa pada bayi baru lahir? Yuk, simak sampai habis!

  1. Apa Itu Vernix Caseosa?

    Apa Itu Vernix Caseosa?
    Pexels/Vidal Balielo Jr.

    Vernix caseosa adalah lapisan putih berbentuk seperti keju yang menyelimuti kulit bayi. Mengutip Healthline, lapisan ini berkembang di kulit bayi selama di dalam rahim, dan jejaknya masih bisa terlihat setelah lahir.

    Menurut The Bump, disebut sebagai biofilm putih bertekstur krim yang menutupi kulit bayi pada trimester ketiga. Lapisan ini melindungi kulit sekaligus membantu si Kecil beradaptasi dengan kehidupan di luar rahim.

    Coba bayangkan jari Mama yang keriput setelah berendam terlalu lama. Menurut Healthline, kulit bayi pun bisa mengalami hal serupa karena berendam di air ketuban sekitar 40 minggu, dan vernix hadir supaya kulitnya tidak pecah-pecah atau keriput di dalam rahim.

  2. Penyebab Munculnya Vernix Caseosa pada Kulit Bayi

    Penyebab Munculnya Vernix Caseosa pada Kulit Bayi
    Pexels/Luis Becerra Fotógrafo

    Berikut beberapa penyebab munculnya vernix caseosa pada kulit bayi baru lahir.

    1. Proses alami di dalam rahim
      Lapisan ini berkembang di kulit si Kecil selama kehamilan dan menyelimutinya pada trimester ketiga, menurut Healthline.

    2. Paparan air ketuban
      Selama sekitar 40 minggu, bayi mama berenang di dalam air ketuban sehingga kulitnya membutuhkan pelindung. Healthline menyebut lapisan inilah yang menjaga kulit tetap utuh dari efek cairan tersebut.

    3. Kelahiran lebih awal
      Bayi prematur umumnya membawa lebih banyak vernix, seperti dikutip oleh The Bump. Sebabnya, lapisan ini baru mulai luruh ke air ketuban saat usia kehamilan mendekati cukup bulan.

  3. Fungsi Vernix Caseosa bagi Bayi Baru Lahir

    Fungsi Vernix Caseosa bagi Bayi Baru Lahir
    Pexels/Vidal Balielo Jr.

    Berikut beberapa fungsi munculnya vernix caseosa pada kulit bayi baru lahir.

    1. Pelindung kulit sekaligus penangkal infeksi
      Healthline menyebut lapisan ini mengandung antioksidan serta sifat antiinfeksi dan antiinflamasi, yang penting karena sistem imun bayi baru lahir masih rapuh. 
    2. Pelumas alami saat persalinan
      Lapisan ini mengurangi gesekan ketika bayi melewati jalan lahir, menurut Healthline. Dikutip dari The Bump, vernix juga melindungi bayi dari bakteri di jalan lahir pada persalinan normal.
    3. Penjaga suhu tubuh dan pelembap alami
      Mengutip Healthline, membiarkan vernix menempel selama mungkin dapat membantu menstabilkan suhu tubuh si Kecil sekaligus menjaga kulit tetap lembap. 

    Berkat manfaat itu, WHO menyarankan mandi pertama bayi ditunda minimal 6 jam, dan idealnya 24 jam, seperti dikutip The Bump.

  4. Apakah Semua Bayi Memiliki Vernix Caseosa?

    Apakah Semua Bayi Memiliki Vernix Caseosa?
    Pexels/Tom Fisk

    Jawabannya, tidak selalu, Ma. Menurut Healthline, jumlah vernix makin berkurang seiring mendekati hari perkiraan lahir, sehingga bayi yang lahir melewati tanggal itu biasanya punya lebih sedikit.

    The Bump menyebut bayi lahir lewat waktu lebih kecil kemungkinannya tertutup vernix sepenuhnya, sedangkan bayi cukup bulan wajar memilikinya. 

    Mandi pertama pun bisa mengangkat lapisan ini, sebab Healthline menyebut mandi tidak hanya membersihkan darah dan air ketuban, tetapi juga vernix.

    Ada juga kondisi yang membuat bayi harus segera dimandikan, misalnya ketika tinja pertama atau mekonium sudah tercampur di air ketuban, menurut Healthline.

  5. Cara Merawat Bayi setelah Vernix Caseosa Menghilang

    Cara Merawat Bayi setelah Vernix Caseosa Menghilang
    Pexels/ray guesc

    Setelah vernix hilang, kulit si Kecil sering tampak kering dan mengelupas karena selama 9 bulan ia terendam air ketuban, menurut Medical News Today. 

    Kabar baiknya, kulit mengelupas ini biasanya pulih sendiri tanpa perawatan khusus.  Nah, beberapa langkah berikut bisa membuatnya lebih nyaman, seperti dikutip dari Medical News Today.

    1. Mandikan dengan singkat memakai air suam-suam kuku
      Waktu mandi maksimal 10 menit tanpa sabun yang keras, karena berendam terlalu lama bisa mengikis minyak alami kulit.

    2. Oleskan pelembap hipoalergenik
      Pilih pelembap yang cocok untuk kulit sensitif bayi, lalu oleskan dua sampai tiga kali sehari, termasuk langsung setelah mandi.

    3. Pilih produk, pakaian, dan suasana ruangan yang lembut
      Hindari sabun dan deterjen berpewangi karena bisa membuat kulit teriritasi, lalu pilih pakaian longgar berbahan lembut dan alami. Mama juga bisa memakai pelembap udara dan membatasi paparan udara dingin yang kering.

    Nah, itulah pembahasan mengenai apa itu vernix caseosa pada bayi baru lahir? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Related Articles

See More