Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apa Saja Ciri-ciri Mata Bayi yang Bermasalah? Kenali Tanda-tandanya

4 min read
Apa Saja Ciri-ciri Mata Bayi yang Bermasalah? Kenali Tanda-tandanya
Pexels.com/Lokesh Loki
  • Mata bayi masih berkembang; juling hingga usia empat bulan bisa normal, tetapi mata terus mengarah ke luar atau ke dalam, kepala miring, atau menutup satu mata perlu diperiksa.

  • Mata berair berlebihan, kotoran atau cairan kuning-hijau, bengkak, kemerahan, dan kerak pada kelopak dapat menandakan masalah; pemeriksaan diperlukan bila berlanjut atau memburuk.

  • Waspadai bayi yang tidak merespons objek cerah atau wajah, sulit mempertahankan kontak mata, serta sering menyipitkan atau menutup satu mata; tenaga medis dapat mengevaluasi penglihatannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mata bayi masih mengalami perkembangan sejak lahir hingga beberapa tahun pertama kehidupannya.

Pada masa ini, Mama perlu memperhatikan kondisi mata si Kecil karena ia belum bisa menyampaikan keluhan atau menjelaskan gangguan penglihatan yang dirasakannya.

Beberapa perubahan pada mata memang bisa menjadi bagian dari perkembangan normal. Namun, ada pula tanda yang perlu diperiksa lebih lanjut agar tidak mengganggu perkembangan penglihatan si Kecil.

Untuk membantu Mama mengenalinya, Popmama.com telah merangkum apa saja ciri-ciri mata bayi yang bermasalah mengutip dari My Kids Vision. Yuk, simak penjelasannya!

  1. 1. Posisi mata terlihat juling

    Posisi mata terlihat juling
    Pexels.com/Marcin Jozwiak

    Pada empat bulan pertama kehidupannya, mata bayi terkadang terlihat juling atau belum bergerak secara selaras. Kondisi ini bisa terjadi karena kemampuan kedua mata untuk bekerja bersama masih berkembang.

    Namun, Mama perlu waspada jika salah satu atau kedua mata si Kecil terus-menerus atau sesekali mengarah ke luar.

    Mata yang mengarah ke dalam dan tetap terlihat setelah usia empat bulan juga perlu diperiksa. Selain itu, perhatikan jika bayi sering memiringkan kepala ke posisi tertentu atau menutup salah satu matanya.

    Terlebih jika ada riwayat mata juling atau lazy eye dalam keluarga, sebaiknya Mama berkonsultasi dengan dokter mata untuk memastikan kondisi penglihatannya.

  2. 2. Mata terus berair

    Mata terus berair
    Magnific.com/jcomp

    Mata bayi yang berair tanpa menangis dapat terjadi selama tahun pertama kehidupannya. Hal ini bisa berkaitan dengan perkembangan produksi air mata atau saluran air mata yang belum mengalir dengan baik menuju hidung.

    Meski begitu, Mama perlu memperhatikan jika kondisi tersebut disertai gejala lain, seperti:

    • Mata berair secara berlebihan meski bayi tidak menangis.

    • Muncul kotoran atau kerak pada kelopak mata.

    • Kelopak mata terlihat bengkak.

    • Keluar cairan berwarna kuning atau hijau dari sudut mata.

    • Kelopak mata atau bagian putih mata tampak kemerahan.

    Jika mata bayi terus berair hingga melewati usia satu tahun, Mama sebaiknya membawa si Kecil ke dokter mata untuk mengetahui penyebabnya.

  3. 3. Mata dan kelopak mata tampak merah

    Mata dan kelopak mata tampak merah
    Magnific.com/magnific

    Mata merah dapat menjadi salah satu tanda konjungtivitis, yaitu peradangan atau infeksi pada konjungtiva, lapisan jaringan yang menutupi bagian putih mata.

    Kondisi ini juga dikenal sebagai pink eye dan dapat dialami bayi baru lahir maupun balita. Selain kemerahan, Mama perlu memperhatikan tanda-tanda berikut:

    • Keluar cairan berwarna kuning atau hijau dari sudut mata.

    • Mata lebih berair daripada biasanya.

    • Kelopak mata membengkak.

    • Kelopak mata tampak merah.

    • Muncul kerak yang membuat kelopak mata lengket, terutama setelah tidur.

    Konjungtivitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, maupun reaksi alergi. Jika si Kecil menunjukkan tanda-tanda tersebut, segera bawa ia ke dokter ya.

    Supaya penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat, terutama jika gejalanya memburuk dalam waktu singkat.

  4. 4. Tidak merespons objek berwarna cerah

    Tidak merespons objek berwarna cerah
    Magnific.com/magnific

    Kemampuan penglihatan bayi berkembang secara bertahap setelah lahir. Karena itu, respons si Kecil terhadap objek di sekitarnya perlu diperhatikan sesuai dengan tahap usianya.

    Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah ketika bayi tidak menunjukkan respons terhadap benda berwarna cerah yang berada dalam jangkauan penglihatannya.

    Mama juga dapat memperhatikan apakah si Kecil merespons ekspresi wajah orang di dekatnya.

    Jika bayi terus menunjukkan kesulitan merespons rangsangan visual, sebaiknya konsultasikan kondisinya dengan dokter untuk mengevaluasi perkembangan penglihatannya.

  5. 5. Sulit mempertahankan kontak mata

    Sulit mempertahankan kontak mata
    Magnific.com/pvproductions

    Seiring bertambahnya usia, bayi mulai belajar melihat wajah dan memperhatikan orang-orang di sekitarnya. Kemampuan ini berkembang secara bertahap sehingga respons setiap bayi bisa berbeda sesuai usianya.

    Mama perlu lebih memperhatikan jika si Kecil tampak kesulitan mempertahankan kontak mata atau tidak menunjukkan ketertarikan untuk melihat wajah orang di dekatnya.

    Kesulitan melakukan kontak mata tidak selalu menandakan adanya gangguan penglihatan.

    Namun, jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, pemeriksaan oleh tenaga medis dapat membantu mengetahui apakah ada masalah pada penglihatan atau perkembangan bayi.

  6. 6. Sering menyipitkan atau menutup salah satu mata

    Sering menyipitkan atau menutup salah satu mata
    Magnific.com/jcomp

    Bayi yang sering menyipitkan mata atau menutup salah satu matanya perlu mendapat perhatian, terutama jika perilaku tersebut terjadi berulang kali.

    Kebiasaan ini bisa menjadi salah satu tanda adanya gangguan penglihatan atau kesulitan menggunakan kedua mata secara bersamaan.

    Mama juga perlu memperhatikan apakah si Kecil menunjukkan posisi kepala yang tidak biasa saat melihat sesuatu.

    Jika tanda-tanda tersebut sering muncul, sebaiknya jangan menunggu hingga bayi lebih besar untuk memeriksakan kondisi matanya.

    Dokter mata dapat melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang diperlukan.

    Mama, memperhatikan perubahan pada mata si Kecil sejak dini dapat membantu mengenali kemungkinan gangguan penglihatan.

    Semoga artikel mengenai apa saja ciri-ciri mata bayi yang bermasalah ini berguna dan bermanfaat untuk perkembangan si Kecil ya!

Related Articles

See More