Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kenapa Bayi Tidak Boleh Pakai Pelampung Leher? Ini Alasannya

3 min read
Kenapa Bayi Tidak Boleh Pakai Pelampung Leher? Ini Alasannya
Pexels.com/Krishna Kids Photography
  • Pelampung leher dapat bergeser, terlepas, atau bocor sehingga bayi berisiko tergelincir dan tenggelam; CPSC mencatat 115 insiden, termasuk dua kematian, pada Januari 2019–Januari 2024.

  • Tekanan pelampung di leher dan bawah dagu berpotensi mengganggu pernapasan serta membebani leher dan tulang belakang bayi yang masih berkembang.

  • Alat bantu apung tidak menggantikan pengawasan langsung; orang dewasa harus selalu cukup dekat untuk menyentuh bayi saat bermain air dan tidak meninggalkannya sendirian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bermain air bisa menjadi salah satu aktivitas menyenangkan untuk memperkenalkan si Kecil pada lingkungan air.

Beberapa orangtua pun menggunakan pelampung leher agar bayi bisa mengapung saat bermain di bak mandi atau kolam renang. Namun, aksesori ini ternyata memiliki risiko yang perlu diperhatikan.

Meski terlihat praktis dan menggemaskan, pelampung leher tidak menjamin keselamatan bayi selama berada di dalam air. Penggunaannya bahkan dapat menimbulkan bahaya bagi pernapasan dan meningkatkan risiko tenggelam.

Untuk memahami alasannya, berikut rangkuman Popmama.com tentang kenapa bayi tidak boleh pakai pelampung leher melansir dari Healthy Children di bawah ini!

  1. 1. Meningkatkan risiko bayi tenggelam

    Meningkatkan risiko bayi tenggelam
    Pexels.com/Krishna Kids Photography

    Pelampung leher dapat bergeser atau terlepas jika tidak terpasang dengan tepat, mengalami kebocoran udara, atau menjadi licin.

    Akibatnya, bayi bisa tergelincir melewati lubang pelampung hingga mulut, hidung, bahkan seluruh kepalanya masuk ke dalam air.

    Kondisi ini dapat terjadi dalam hitungan detik. Orangtua yang berada di dekat bayi pun belum tentu sempat bereaksi jika tidak siap memberikan bantuan langsung.

    Menurut Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat (CPSC), terdapat 115 laporan insiden terkait pelampung leher bayi pada Januari 2019 hingga Januari 2024.

    Laporan tersebut mencakup dua kematian bayi dan dua kasus cedera yang memerlukan perawatan di rumah sakit.

    Data ini menunjukkan bahwa pelampung leher bukanlah alat yang dapat diandalkan untuk menjaga bayi tetap aman di dalam air.

  2. 2. Dapat mengganggu pernapasan bayi

    Dapat mengganggu pernapasan bayi
    Pexels.com/Helena Lopes

    Pelampung leher memberikan tekanan di sekitar leher dan bagian bawah dagu bayi. Tekanan tersebut berpotensi memengaruhi posisi kepala dan saluran pernapasannya.

    Bayi masih memiliki saluran pernapasan yang kecil dan lunak serta belum mampu mengendalikan posisi kepala dan leher dengan baik. Oleh karena itu, perubahan posisi yang tampak ringan sekalipun dapat mengganggu pernapasannya.

    Risiko ini perlu menjadi perhatian orangtua karena bayi belum bisa menyampaikan dengan jelas ketika merasa kesulitan bernapas.

  3. 3. Berisiko membebani leher dan tulang belakang

    Berisiko membebani leher dan tulang belakang
    Pexels.com/Catalina Herrera

    Selain mengganggu pernapasan, penggunaan pelampung leher juga dikhawatirkan memberikan tekanan pada leher dan tulang belakang bayi yang masih berkembang.

    Struktur tulang dan otot bayi belum matang untuk menopang tubuh seperti pada anak yang lebih besar. Sementara itu, pelampung leher menahan tubuh bayi di dalam air melalui bagian leher.

    Karena itu, orangtua sebaiknya tidak menganggap pelampung leher sebagai alat yang aman untuk menopang tubuh bayi saat bermain air.

  4. 4. Bisa membuat orangtua merasa terlalu aman

    Bisa membuat orangtua merasa terlalu aman
    Pexels.com/Sandra Mosconi

    Pelampung yang membuat bayi terlihat mengapung dengan stabil dapat memberikan kesan bahwa si Kecil sudah aman di dalam air. Padahal, alat bantu apung bukan pengganti pengawasan langsung dari orang dewasa.

    Alat bantu renang tiup tidak dapat menggantikan jaket pelampung yang memenuhi standar keselamatan. Penggunaan pelampung leher juga tidak menghilangkan risiko bayi tergelincir atau tenggelam.

    Oleh karena itu, Mama dan Papa tetap perlu memberikan perhatian penuh ketika bayi berada di dalam atau di dekat air, meskipun si Kecil menggunakan alat bantu apung.

  5. 5. Ada cara yang lebih aman untuk mengajak bayi bermain air

    Ada cara yang lebih aman untuk mengajak bayi bermain air
    Pexels.com/Helena Lopes

    Mama dan Papa tetap bisa memperkenalkan si Kecil pada air tanpa menggunakan pelampung leher. Salah satu langkah terpenting adalah melakukan pengawasan langsung atau touch supervision.

    Artinya, orang dewasa harus berada cukup dekat untuk menyentuh dan memegang bayi setiap saat selama bermain air. Mengawasi dari tepi bak mandi atau kolam saja tidak cukup untuk memastikan keselamatan si Kecil.

    Jika ingin memperkenalkan bayi pada aktivitas berenang, Mama dan Papa juga bisa berkonsultasi dengan dokter anak mengenai waktu yang tepat untuk memulainya. Pastikan untuk tidak meninggalkan bayi sendirian di dekat air, walau hanya sebentar.

    Itulah penjelasan mengenai kenapa bayi tidak boleh menggunakan pelampung leher. Prioritaskan keselamatan si Kecil dengan menghindari pelampung leher dan selalu mendampinginya secara langsung saat bermain air.

Related Articles

See More