Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kenapa Pipi Bayi Ada Bercak Putih seperti Panu? Kenali Penyebabnya

4 min read
Kenapa Pipi Bayi Ada Bercak Putih seperti Panu? Kenali Penyebabnya
Pexels.com/Eric Moura
  • Bercak putih di pipi bayi tidak selalu jamur; salah satu kemungkinan adalah pityriasis alba, kondisi kulit umum dengan bercak lebih terang, kering, atau bersisik yang umumnya tidak berbahaya.

  • Penyebab pityriasis alba belum pasti, tetapi dikaitkan dengan perubahan pigmentasi serta dermatitis atopik atau eksim. Paparan matahari dapat membuat bercak makin terlihat dan lebih rentan terbakar.

  • Pityriasis alba tidak menular dan biasanya memudar sendiri. Gunakan pelembap serta perlindungan matahari, hindari obat sembarangan, dan periksakan bila bercak meluas, berubah, sangat gatal, atau disertai keluhan lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Wajah si Kecil tiba-tiba memiliki bercak putih seperti panu? Kondisi ini mungkin membuat Mama khawatir, terutama jika bercak muncul di area pipi dan terlihat semakin jelas.

Namun, bercak putih pada kulit bayi tidak selalu disebabkan oleh infeksi jamur.

Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah pityriasis alba, yaitu kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bercak berwarna lebih terang daripada kulit di sekitarnya.

Untuk penjelasan lebih lengkap, mari simak ulasan Popmama.com mengenai kenapa pipi bayi ada bercak putih seperti panu melansir dari Cleveland Clinic di bawah ini.

  1. 1. Pityriasis alba menjadi salah satu penyebab bercak putih pada pipi bayi

    Pityriasis alba menjadi salah satu penyebab bercak putih pada pipi bayi
    Pexels.com/Krishna Kids Photography

    Pityriasis alba merupakan kondisi kulit yang umum dialami anak-anak. Kondisi ini ditandai dengan bercak berbentuk bulat, oval, atau tidak beraturan yang warnanya lebih terang daripada kulit di sekitarnya.

    Pada awalnya, bercak dapat terlihat kemerahan atau merah muda, kemudian memudar hingga hampir putih. Permukaannya terkadang terasa kering, sedikit bersisik, atau sedikit menonjol.

    Kondisi ini tidak berbahaya dan umumnya membaik dengan sendirinya sebelum anak memasuki usia dewasa.

  2. 2. Penyebab pityriasis alba belum diketahui secara pasti

    Penyebab pityriasis alba belum diketahui secara pasti
    Pexels.com/Polina Tankilevitch

    Hingga saat ini, penyebab pasti pityriasis alba belum diketahui. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan perubahan pigmentasi kulit, yaitu melanin yang berperan memberikan warna pada kulit.

    Selain itu, pityriasis alba kerap dikaitkan dengan dermatitis atopik dan eksim. Anak yang memiliki riwayat keluarga dengan asma, eksim, dermatitis atopik, atau rinitis alergi juga mungkin lebih berisiko mengalaminya.

    Meski demikian, belum ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa kondisi ini disebabkan oleh kekurangan vitamin tertentu.

  3. 3. Paparan sinar matahari bisa membuat bercak putih semakin terlihat

    Paparan sinar matahari bisa membuat bercak putih semakin terlihat
    Pexels.com/https://kaboompics.com/

    Bercak putih akibat pityriasis alba dapat terlihat semakin jelas setelah kulit terpapar sinar matahari.

    Hal ini terjadi karena kulit di sekitarnya bisa menjadi lebih gelap, sedangkan area bercak tetap berwarna terang. Selain itu, area tersebut lebih rentan mengalami kulit terbakar.

    Oleh karena itu, lindungi kulit si Kecil dengan pakaian yang sesuai dan hindari paparan sinar matahari langsung secara berlebihan. Gunakan pelindung matahari yang sesuai dengan usia bayi.

  4. 4. Bercak putih biasanya muncul pada anak usia 3–16 tahun

    Bercak putih biasanya muncul pada anak usia 3–16 tahun
    Pexels.com/Marcin Jozwiak

    Pityriasis alba paling sering dialami anak berusia 3–16 tahun, meskipun orang dewasa juga dapat mengalaminya.

    Selain di pipi, bercak putih bisa muncul pada lengan, punggung, dada, dan leher. Gejalanya terkadang disertai kulit kering, sisik halus, atau rasa gatal.

    Jika si Kecil merasa gatal, hindari kebiasaan menggaruk area tersebut karena dapat menyebabkan luka dan meningkatkan risiko infeksi kulit.

  5. 5. Pityriasis alba tidak menular

    Pityriasis alba tidak menular
    Pexels.com/Foden Nguyen

    Berbeda dengan infeksi jamur tertentu, pityriasis alba tidak menular dan tidak berpindah dari satu orang ke orang lain melalui sentuhan.

    Meski begitu, bercak putih dapat disebabkan oleh berbagai kondisi kulit. Karena itu, Mama sebaiknya tidak langsung menyimpulkan penyebabnya hanya berdasarkan penampilan bercak.

  6. 6. Bercak putih dapat membaik dengan sendirinya

    Bercak putih dapat membaik dengan sendirinya
    Pexels.com/John Finkelstein

    Pityriasis alba umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus karena bercaknya dapat memudar secara bertahap.

    Untuk membantu menjaga kondisi kulit si Kecil, Mama dapat melakukan beberapa langkah berikut:

    • Menggunakan pelembap: Pilih pelembap yang lembut dan sesuai untuk kulit bayi guna mengatasi kulit kering.

    • Menjaga kelembapan kulit: Petroleum jelly dapat digunakan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

    • Melindungi kulit dari sinar matahari: Gunakan pakaian pelindung dan pelindung matahari yang sesuai dengan usia bayi.

    Jika diperlukan, dokter dapat merekomendasikan krim hidrokortison untuk mengatasi peradangan atau rasa gatal.

    Namun, penggunaannya pada wajah bayi harus berdasarkan petunjuk dokter. Hindari menggunakan krim antijamur atau obat kulit lainnya tanpa mengetahui penyebab bercak terlebih dahulu.

  7. 7. Periksakan ke dokter untuk memastikan penyebab bercak putih

    Periksakan ke dokter untuk memastikan penyebab bercak putih
    Pexels.com/Helena Lopes

    Dokter dapat memeriksa kulit si Kecil dan menanyakan gejala serta riwayat kesehatannya.

    Jika diperlukan, pemeriksaan tambahan seperti tes kerokan kulit dengan larutan KOH atau lampu Wood dapat dilakukan untuk membedakan pityriasis alba dari kondisi lain, termasuk infeksi jamur.

    Segera konsultasikan dengan dokter jika bercak semakin meluas, berubah bentuk, terasa sangat gatal, atau disertai keluhan lain.

    Itu dia penjelasan mengenai kenapa pipi bayi ada bercak putih seperti panu. Mama tetap perlu memastikan penyebab bercak melalui pemeriksaan dokter agar si Kecil mendapatkan penanganan yang tepat.

Related Articles

See More