Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kapan Milia pada Bayi Akan Hilang? Simak Penjelasannya!
Pexels.com/Kampus Production
  • Milia pada bayi baru lahir umumnya hilang sendiri dalam sekitar satu bulan tanpa pengobatan khusus.

  • Bintik putih kecil ini biasanya muncul di pipi, dagu, atau hidung akibat sel kulit mati terperangkap; kondisi ini umumnya tidak sakit maupun gatal.

  • Orang tua dianjurkan membersihkan wajah bayi dengan air hangat dan sabun lembut, tanpa memencet atau menggosok; konsultasikan dokter bila bertahan berbulan-bulan, memburuk, atau disertai peradangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Milia adalah bintik-bintik putih kecil pada kulit bayi baru lahir, terutama di pipi, dagu, atau hidung. Kondisi ini bukan jerawat dan umumnya tidak berbahaya.
  • Who?
    Bayi baru lahir dapat mengalami milia. Orang tua atau pengasuh perlu menjaga kebersihan kulit bayi dan memantau perubahan pada bintik-bintik tersebut.
  • Where?
    Milia umumnya muncul pada pipi, dagu, dan hidung bayi, tetapi dapat terlihat pula pada badan serta anggota gerak. Kondisi serupa dapat muncul di gusi atau langit-langit mulut.
  • When?
    Milia pada bayi baru lahir biasanya menghilang sendiri dalam waktu sekitar satu bulan. Jika bertahan beberapa bulan atau memburuk, bayi perlu diperiksakan ke dokter.
  • Why?
    Milia terjadi ketika sel kulit mati tidak terlepas sebagaimana mestinya, lalu terperangkap di bawah permukaan kulit, mengeras, dan membentuk benjolan kecil.
  • How?
    Wajah bayi dapat dibersihkan dengan air hangat dan sabun bayi lembut, lalu ditepuk memakai handuk bersih. Hindari memencet, mengorek, menggosok, atau memakai lotion dan minyak yang tidak diperlukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi bisa punya bintik putih kecil di pipi, dagu, atau hidung. Itu namanya milia. Milia tidak sakit dan biasanya hilang sendiri dalam satu bulan. Mama dan Papa cukup cuci wajah bayi pakai air hangat dan sabun lembut. Jangan dipencet atau digosok. Kalau lama tidak hilang atau makin parah, bayi perlu dibawa ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat melihat bintik-bintik putih kecil di wajah si Kecil, Mama mungkin merasa khawatir atau ingin segera menghilangkannya. Kondisi ini bisa jadi merupakan milia yang cukup umum dialami bayi baru lahir.

Meski tidak berbahaya, Mama mungkin bertanya-tanya kapan milia tersebut bisa hilang dan bagaimana cara merawat kulit si Kecil selama kondisi ini berlangsung.

Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan Popmama.com mengenai kapan milia pada bayi akan hilang di bawah ini.

1. Milia pada bayi baru lahir biasanya hilang dalam satu bulan

Pexels.com/Jonathan Borba

Melansir Medical News Today, milia pada bayi baru lahir umumnya dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu satu bulan tanpa memerlukan pengobatan khusus.

Selama menunggu milia menghilang, Mama dapat menjaga kebersihan kulit si Kecil dengan mencuci wajahnya menggunakan air hangat dan sabun bayi yang lembut. Kemudian tepuk perlahan dengan handuk bersih.

Mama juga sebaiknya menghindari penggunaan lotion atau minyak pada area yang mengalami milia, terutama jika produk tersebut tidak diperlukan.

2. Milia berupa bintik-bintik putih kecil di kulit

Pexels.com/Luis Becerra Fotógrafo

Mengutip WebMD, milia ditandai dengan munculnya bintik-bintik kecil berwarna putih yang biasanya terlihat di pipi, dagu, atau hidung bayi. Bintik-bintik ini sekilas menyerupai komedo putih, tetapi bukan termasuk jerawat.

Milia juga dapat muncul di bagian tubuh lainnya, terutama pada badan dan anggota gerak. Kondisi serupa yang disebut Epstein pearls dapat ditemukan pada gusi atau langit-langit mulut bayi baru lahir.

Umumnya, milia tidak menimbulkan rasa sakit maupun gatal sehingga tidak membuat si Kecil merasa tidak nyaman.

3. Milia terjadi akibat sel kulit mati yang terperangkap

Pexels.com/Kasia Mizera

WebMD menjelaskan jika milia terbentuk ketika sel kulit mati tidak terlepas sebagaimana mestinya. Sel-sel tersebut kemudian terperangkap di bawah permukaan kulit, mengeras, dan membentuk benjolan kecil yang disebut milia.

Pada bayi baru lahir, milia umumnya merupakan kondisi kulit yang tidak berbahaya dan dapat menghilang dengan sendirinya.

4. Hindari memencet atau menggosok milia pada bayi

Pexels.com/Meruyert Gonullu

Meski Mama ingin bintik-bintik putih tersebut segera hilang, sebaiknya jangan memencet, mengorek, atau menggosok milia pada kulit si Kecil.

WebMD menyebut jika tindakan tersebut dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan risiko infeksi. Sebaiknya, Mama cukup menjaga kebersihan kulit bayi menggunakan air hangat dan sabun yang lembut.

Perawatan kulit yang sederhana sudah memadai untuk membantu menjaga kulit si Kecil tetap bersih selama milia belum menghilang.

5. Periksakan ke dokter jika milia tidak kunjung hilang

Pexels.com/Helena Lopes

Milia pada bayi baru lahir biasanya hilang dalam waktu satu bulan. Jika bintik-bintik tersebut bertahan selama beberapa bulan atau semakin parah, Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Segera periksakan si Kecil jika bintik disertai peradangan, rasa sakit, atau keluarnya cairan karena bisa menandakan kondisi kulit lainnya.

Itulah penjelasan mengenai kapan milia pada bayi akan hilang. Umumnya, milia dapat menghilang dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Jaga terus kebersihan kulit si Kecil ya Ma, Pa!

Curated For You

Editorial Team

Related Article