Popmama.com/Nindiani Rizka Dwiningtyas/AI
Dalam panduan terbaru 2026, American Academy of Pediatrics (AAP) memberikan rekomendasi pencegahan defisiensi zat besi yang disesuaikan dengan tahapan usia dan kebutuhan si Kecil.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Penjepitan tali pusat sebaiknya ditunda selama 30–60 detik setelah bayi lahir. Langkah ini memungkinkan lebih banyak darah dari plasenta yang kaya zat besi mengalir ke tubuh bayi.
Bayi cukup bulan dengan ASI eksklusif: Suplementasi zat besi sebanyak 1 mg/kg berat badan per hari dapat diberikan mulai usia 4 bulan. Pemberiannya dapat ditunda hingga usia 6 bulan apabila si Kecil sudah mulai diperkenalkan dengan MPASI yang mengandung zat besi.
Bayi prematur: Bayi yang lahir prematur dianjurkan mendapat suplementasi zat besi sebanyak 2–3 mg/kg berat badan per hari mulai usia sekitar 2 minggu, setelah kebutuhan asupan oral atau enteralnya sudah tercukupi.
Pemberian susu sapi segar sebelum usia 1 tahun dapat meningkatkan risiko perdarahan mikroskopis pada saluran cerna dan mengganggu penyerapan zat besi.
Setelah si Kecil berusia 1 tahun, konsumsi susu sapi maupun susu nabati perlu dibatasi sekitar 700–710 mL per hari. Konsumsi susu yang berlebihan dapat membuat si Kecil cepat kenyang sehingga asupan makanan kaya zat besi menjadi berkurang.
Saat mulai MPASI, pilih makanan yang kaya zat besi untuk membantu memenuhi kebutuhan si Kecil yang semakin meningkat seiring pertumbuhan.