Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Ada Bayi yang Demam dan Sebagian Lagi Tidak Usai Divaksinasi?

Freepik
Freepik
Intinya sih...
  • Demam adalah efek vaksinasi paling umum pada bayi dan balita.
  • Sistem imun tubuh bayi merespons vaksin dengan cara yang berbeda-beda.
  • Pemberian paracetamol sebelum vaksinasi harus dihindari karena dapat menurunkan tingkat kekebalan tubuh.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Demam merupakan efek yang vaksinasi yang paling umum dialami oleh bayi. Sebagian bayi mengalami demam beberapa saat setelah divaksinasi.

Tapi bagaimana jika bayi mama tidak mengalami demam atau bahkan tidak menunjukkan efek samping vaksin? Apakah kondisi ini normal? Atau jangan-jangan vaksin yang diberikan justru tidak ampuh atau tidak bekerja?

Mengapa setelah divaksinasi, sebagian bayi mengalami demam dan sebagian lagi tidak? Popmama.com sudah merangkum penjelasannya untuk Mama pada ulasan berikut ini.

Mengapa setelah Divaksinasi, Sebagian Bayi Mengalami Demam dan Sebagian Lagi Tidak?

Pinterest.com/יובירל - טרנדים מרחבי הנט
Pinterest.com/יובירל - טרנדים מרחבי הנט

Efek yang paling umum dialami oleh bayi dan balita setelah vaksinasi adalah demam. Tapi bila bayi mama tidak mengalami demam, apakah ini artinya vaksinnya tidak bekerja?

Bila si Kecil tidak mengalami demam setelah vaksinasi, jangan khawatir, Ma. Dikutip dari unggahan dr. Miza Afrizal Azwir, Sp.A, Bmedsci.Mkes di laman Instagram pribadinya @mizaafrizal, sistem imun bayi dan balita itu berbeda-beda, Ma. Ketika vaksin masuk ke dalam tubuh, sistem imun tubuh akan merespons. Nah, responsnya itulah yang berbeda-beda pada tiap bayi, Ma. Misalnya demam, kemerahan pada lokasi yang disuntik, atau bahkan bayi tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Tapi kok respons bayi terhadap vaksin bisa berbeda-beda? Menurut dr. Miza, hal itu bisa dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti genetik, status gizi, kualitas tidur, atau apakah bayi sedang mengalami infeksi ringan yang tidak diketahui saat divaksin.

Apakah Orangtua Boleh Memberikan Paracetamol sebelum Bayi Vaksinasi untuk Mencegah Demam?

Freepik/azerbaijan_stockers
Freepik/azerbaijan_stockers

Agar bayi tidak mengalami demam setelah vaksinasi, orangtua mungkin akan memberikan paracetamol atau obat pereda demam. Tapi apakah ini boleh dilakukan? dr. Miza menambahkan, hal ini harus dihindari. Pasalnya, pemberian paracetamol sebelum vaksinasi bisa menurunkan titer antibodi terhadap beberapa antigen vaksin.

Titer antibodi adalah tes darah yang digunakan untuk menentukan keberadaan dan tingkat antibodi dalam darah. Maksudnya, tingkat kekebalan tubuhnya menurun atau respon imun bisa berkurang jika bayi mengonsumsi paracetamol sebelum vaksinasi.

Paracetamol digunakan untuk meredakan gejala alih-alih mencegah gejalanya, ya, Ma.

Unsplash/Mufid Majnun
Unsplash/Mufid Majnun

Yang Perlu Diantisipasi setelah Vaksinasi

Bayi mungkin menangis sebentar setelah vaksinasi, tetapi mereka akan merasa lebih baik setelah dipeluk.

Terkadang area tempat jarum ditusukkan terasa nyeri dan merah selama 2 hingga 3 hari. Rasa ini akan hilang dengan sendirinya.

Kebanyakan demam terjadi dalam seminggu setelah vaksinasi; namun, karena vaksin menghasilkan kekebalan dengan cara yang berbeda-beda, tergantung pada cara pembuatannya, terdapat beberapa variasi mengenai kapan tepatnya demam setelah vaksinasi paling mungkin terjadi.

Selain itu, karena beberapa vaksin memerlukan lebih dari satu dosis agar efektif, demam mungkin lebih mungkin terjadi setelah dosis berikutnya.

Beberapa bayi mungkin merasa mudah kesal dan tidak enak badan, dan beberapa mungkin mengalami demam tinggi.

Jika bayi mengalami demam, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan:

  • Pastikan bayi tidak mengenakan terlalu banyak lapisan pakaian atau selimut
  • Beri bayi banyak minum
  • Beri bayi parasetamol cair atau ibuprofen untuk menurunkan suhu tubuhnya
  • Pastikan Mama mengikuti petunjuk yang terdapat pada obat. Jika Mama tidak yakin, mintalah saran dari dokter.

Jarang terjadi reaksi alergi serius terhadap vaksinasi. Jika ini terjadi, biasanya akan terjadi dalam hitungan menit.

Dokter sudah dilatih untuk menangani reaksi alergi dan segera mengobatinya. Dengan perawatan yang tepat waktu, bayi akan pulih dengan baik.

Itu penjelasan tentang kenapa ada bayi yang demam dan sebagian lagi tidak usai divaksinasi. Semoga bisa membantu mengatasi kekhawatiran Mama, ya! Selain itu, jangan lewatkan jadwal vaksinasi si Kecil, ya!

Share
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More

Bisa Mengatasi Demam pada Anak, Apa Bedanya Paracetamol dan Ibuprofen?

26 Jan 2026, 18:00 WIBBaby