Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Keputihan pada Bayi Perempuan, Apakah Berbahaya?
Pexels/Pain'sVoice
  • Keputihan putih atau bening pada bayi perempuan, terutama baru lahir, umumnya sementara dan dipicu sisa pengaruh hormon estrogen dari ibu yang perlahan menurun.

  • Penyebab lain meliputi iritasi akibat sabun, tisu berpewangi, deterjen, atau popok terlalu lama; juga peradangan vulva-vagina serta cacing kremi.

  • Rawat dengan air hangat tanpa sabun, bersihkan bagian luar dari depan ke belakang. Konsultasikan ke dokter bila cairan berubah warna atau bau, disertai demam, bengkak, kemerahan, atau nyeri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Keputihan pada bayi perempuan berupa cairan putih atau bening di area genital atau popok. Kondisi ini dapat normal dan sementara, tetapi juga dapat berkaitan dengan iritasi, vulvovaginitis, atau cacing kremi.
  • Who?
    Bayi perempuan, terutama bayi baru lahir, dapat mengalami kondisi ini. Orang tua atau pengasuh perlu memperhatikan perubahan cairan dan kenyamanan bayi.
  • Where?
    Cairan terlihat pada area genital, vagina bagian luar, lipatan labia, atau popok bayi.
  • When?
    Pada bayi baru lahir, cairan dapat muncul setelah kelahiran ketika pengaruh hormon estrogen dari ibu masih berada dalam tubuh bayi dan kemudian perlahan menurun.
  • Why?
    Penyebabnya dapat berupa pengaruh hormon ibu, iritasi akibat sabun, tisu berpewangi, deterjen, atau popok terlalu lama, peradangan vulva dan vagina, serta iritasi akibat cacing kremi.
  • How?
    Area genital dibersihkan lembut dengan air hangat pada bagian luar dan dari depan ke belakang. Konsultasikan ke dokter bila cairan berubah warna, berbau, atau bayi tampak kesakitan maupun tidak nyaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi perempuan kadang punya cairan putih atau bening di bagian bawahnya. Ini sering terjadi karena hormon dari Mama dan biasanya hilang sendiri. Cairan juga bisa muncul karena sabun, popok, atau kuman. Mama bisa membersihkan bagian luar dengan air hangat. Kalau cairannya bau, berubah warna, atau bayi sakit, Mama perlu bertanya ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat mengganti popok, Mama mungkin pernah menemukan cairan putih atau bening di area kelamin si Kecil.

Sebenarnya, keputihan pada bayi perempuan bisa terjadi karena beberapa kondisi. Ada yang normal dan dapat hilang dengan sendirinya, tetapi ada pula yang perlu diperhatikan karena mungkin menandakan iritasi atau infeksi.

Lantas apakah keputihan pada bayi perempuan berbahaya? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel Popmama.com berikut ini.

Keputihan pada Bayi Perempuan Apakah Berbahaya?

Magnific/jcomp

Keputihan merupakan cairan atau lendir yang keluar dari vagina. Pada bayi perempuan, kondisi ini dapat terlihat sebagai cairan berwarna putih atau bening yang menempel pada area genital maupun popok.

Khusus pada bayi baru lahir, keputihan dapat terjadi akibat pengaruh hormon estrogen dari Mama yang masih berada di dalam tubuh bayi.

Dilansir dari Parents, kadar hormon estrogen akibat pengaruh hormon Mama perlahan menurun setelah lahir sehingga bayi perempuan dapat mengalami beberapa perubahan pada organ genital, termasuk keluarnya cairan putih.

Meski begitu, Mama tidak perlu khawatir karena kondisi ini umumnya bersifat sementara.

Penyebab Keputihan pada Bayi Perempuan

Magnific/jcomp

Pengaruh hormon Mama tidak menjadi satu-satunya penyebab keputihan pada bayi perempuan. Ada beberapa penyebab lainnya, sebagai berikut:

  • Iritasi pada area genital: Disebabkan oleh penggunaan sabun, tisu basah berpewangi, deterjen, atau paparan popok yang terlalu lama dapat mengiritasi kulit sensitif di sekitar vagina bayi hingga menyebabkan kemerahan dan keluarnya cairan.

  • Vulvovaginitis: Peradangan pada vulva dan vagina yang dapat menyebabkan keputihan, kemerahan, gatal, atau nyeri akibat area genital bayi yang masih sensitif.

  • Cacing kremi: Cacing kremi dapat mengiritasi area anus dan genital sehingga bayi atau anak mungkin tampak sering menggaruk, terutama pada malam hari.

Cara Mengatasi Keputihan pada Bayi Perempuan

Pexels/Emma Bauso

Penanganan keputihan pada bayi bergantung pada penyebabnya. Jika cairan yang keluar merupakan kondisi normal akibat pengaruh hormon setelah lahir, Mama biasanya tidak perlu memberikan obat tertentu.

Mama dapat membantu menjaga area genital bayi dengan membersihkan area genital si Kecil.

Melansir dari WebMD, saat membersihkan vagina bayi, Mama cukup fokus pada bagian luarnya saja. Buka labia secara perlahan, lalu bersihkan lipatan-lipatan yang terlihat menggunakan air hangat. Mama tidak perlu menggunakan sabun atau cairan pembersih khusus.

Bagian dalam vagina juga tidak perlu dibersihkan karena tubuh bayi bisa membersihkannya secara alami. Setelahnya, usap area genital dari depan ke belakang untuk mencegah kuman dari feses berpindah ke vagina.

Karena kulit bayi masih sensitif, bersihkan dengan lembut dan hindari menggosok terlalu kuat, ya, Ma.

Itulah penjelasan tentang keputihan pada bayi perempuan apakah berbahaya. Keputihan pada bayi perempuan umumnya tidak berbahaya, tetapi dapat juga disebabkan oleh infeksi maupun iritasi.

Jika keputihan disertai gejala lainnya, seperti berubah warna, berbau, atau membuat bayi tampak kesakitan dan tidak nyaman, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article