Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Penyebab Bayi Baru Lahir Sering Kentut, Salah Satunya karena ASI
Magnific/magnific
  • Bayi baru lahir sering kentut karena sistem pencernaan dan mikroflora ususnya masih berkembang, sehingga pembentukan gas terjadi secara alami.

  • Udara yang tertelan saat menyusu, menangis lama, atau mengalami stres dapat terperangkap di perut lalu keluar sebagai kentut.

  • Gerakan usus saat mencerna ASI atau susu serta sensitivitas terhadap komponen makanan ibu menyusui dapat membuat bayi lebih sering buang angin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bayi baru lahir dapat sering kentut akibat pembentukan gas di saluran pencernaan, udara yang tertelan, aktivitas usus, stres atau tangisan, serta kemungkinan sensitivitas terhadap komponen makanan yang masuk melalui ASI.
  • Who?
    Bayi baru lahir menjadi kelompok yang mengalami kondisi ini. Ibu menyusui juga terlibat karena makanan tertentu yang dikonsumsi dapat memasukkan komponen atau protein ke dalam ASI.
  • Where?
    Gas terbentuk dan terkumpul di dalam usus serta saluran pencernaan bayi, kemudian dikeluarkan melalui kentut.
  • When?
    Kentut dapat terjadi saat sistem pencernaan bayi berkembang, ketika bayi mencerna ASI atau susu, menyusu, menangis lama, atau mengalami banyak tangisan.
  • Why?
    Usus bayi yang masih berkembang membentuk mikroflora penghasil gas. Bayi juga dapat menelan udara, sementara gerakan usus dan sensitivitas pencernaan terhadap komponen ASI dapat meningkatkan gas.
  • How?
    Udara masuk ketika bayi menyusu dengan pelekatan kurang tepat atau menangis. Gas juga terbentuk saat usus mencerna susu dan dapat dipengaruhi komponen makanan tertentu dalam ASI.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi baru lahir sering kentut karena perut dan ususnya masih belajar bekerja. Bayi juga bisa menelan udara saat minum susu atau menangis lama. Saat ASI dicerna, gas juga bisa muncul. Makanan ibu kadang bisa membuat perut bayi lebih bergas. Ini biasanya wajar, jadi tidak perlu langsung takut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Buat Mama, rasanya semua tentang bayi bisa jadi bahan perhatian. Mulai dari pola tidur, cara menyusu, sampai sesederhana seberapa sering si Kecil kentut.

Apalagi kalau baru pertama kali punya anak, hal kecil seperti kentut yang terlalu sering bisa bikin Mama bertanya-tanya 'apakah si Kecil baik-baik saja?'. Sebenarnya, bayi baru lahir memang cukup sering kentut, lho, Ma.

Lantas, apa penyebabnya? Temukan jawabannya dalam artikel Popmama.com yang membahas tentang 5 penyebab bayi baru lahir sering kentut berikut ini.

1. Sistem pencernaan masih berkembang

Magnific/magnific

Salah satu alasan bayi baru lahir sering kentut adalah karena ususnya masih berkembang.

Dikutip dari laman The Bump, gas (kentut) yang dikeluarkan oleh bayi terjadi saat bakteri alami atau mikroflora mulai terbentuk di dalam usus. Proses tersebut bisa menghasilkan gas. Alhasil, si Kecil pun jadi lebih sering buang angin.

2. Menelan udara saat menyusu atau menangis

Magnific/KamranAydinov

Mengutip dari What to Expect, menelan udara saat menyusu atau menangis merupakan salah satu penyebab paling umum bayi yang sering kentut.

Bayi bisa menelan udara saat menyusu, terutama jika pelekatan mulut ke payudara atau botol kurang tepat. Udara juga bisa ikut masuk saat si Kecil menangis cukup lama. Udara yang terperangkap di perut inilah yang kemudian dikeluarkan sebagai kentut.

3. Usus yang bergerak aktif saat mencerna

Magnific/magnific

Sistem pencernaan bayi terus bekerja untuk mencerna ASI atau susu yang diminumnya.

Saat usus bergerak dan memproses makanan, gas bisa ikut terbentuk dan membuat si Kecil lebih sering buang angin.

4. Stres

Magnific/magnific

Sama seperti stres yang dialami orang dewasa yang dapat menimbulkan gejala, bayi pun begitu, lho.

Meski masih bayi, kondisi stres atau terlalu banyak menangis dapat membuat si Kecil menelan lebih banyak udara. Udara yang masuk ke saluran pencernaan kemudian bisa menyebabkan perut terasa penuh dan membuat bayi lebih sering kentut.

5. ASI yang mengandung gas dari makanan Ibu

Magnific/magnific

Makanan yang dikonsumsi ibu menyusui ternyata bisa memengaruhi bayi, lho, meski tidak selalu menyebabkan bayi kentut.

Komponen atau protein dari makanan tertentu dapat masuk ke ASI dan memicu gas atau sensitivitas pada pencernaan bayi yang masih berkembang.

Beberapa makanan yang dipercaya dapat berpengaruh pada kentut bayi antara lain brokoli, kubis, kembang kol, kacang-kacangan, produk susu sapi, bawang bombay, dan bawang putih.

Meski begitu, setiap bayi bisa punya respons yang berbeda, jadi perhatikan apakah ada makanan tertentu yang berulang kali membuat si Kecil lebih kembung atau sering kentut.

Itulah 5 penyebab bayi baru lahir sering kentut. Jadi, nggak perlu langsung khawatir jika si Kecil cukup sering buang angin, ya, Ma, karena kondisi ini sangat wajar bagi bayi baru lahir.

Curated For You

Editorial Team

Related Article