Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pertolongan Pertama Bayi Tersedak ASI yang Wajib Mama Tahu
Pexels/Evgeniya Davydova
  • Saat bayi tersedak ASI, hentikan menyusu dan tegakkan tubuhnya. Jika masih batuk, awasi; bila tidak bisa batuk, membiru, atau tak responsif, lakukan tindakan darurat dan cari bantuan medis.

  • Penyebab tersedak meliputi aliran ASI terlalu deras, kemampuan menelan yang belum matang, posisi menyusu kurang tepat, bayi minum terburu-buru atau mengantuk, serta penggunaan botol dan dot tidak sesuai.

  • Pencegahan dilakukan dengan posisi kepala lebih tinggi, mengatur aliran ASI, menyusui saat bayi tenang, menyendawakan setelah minum, dan berkonsultasi bila tersedak berulang atau disertai tanda bahaya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi bisa tersedak ASI saat minum, apalagi kalau susunya keluar deras atau bayi minum sambil telentang. Kalau bayi masih batuk, hentikan minum dan tegakkan badannya. Kalau tidak bisa batuk, membiru, atau diam, beri tepukan punggung dan tekanan dada, lalu cepat cari bantuan dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bayangkan si Kecil yang baru berusia tiga bulan tiba-tiba terbatuk saat menyusu, lalu napasnya terhenti dan wajahnya membiru. 

Kabar baiknya, tersedak cairan seperti ASI ternyata cukup umum, baik pada bayi yang menyusu langsung maupun yang minum dari botol. 

Supaya Mama tidak ikut panik, berikut Popmama.com mengulas pertolongan pertama bayi tersedak ASI. Yuk, simak sampai habis!

Apa yang Dilakukan sebagai Pertolongan Pertama Bayi Tersedak ASI?

Pexels/Nataliya Vaitkevich

Langkah pertolongan bergantung pada satu hal, yaitu apakah si Kecil masih bisa batuk atau tidak. Tarik napas dulu, Ma, lalu ikuti langkah berikut sesuai kondisinya.

  1. Hentikan menyusu dan tegakkan badan si Kecil
    Mengutip Safe Sprouts, hal pertama yang perlu Mama lakukan adalah berhenti menyusui, mendudukkan bayi, lalu mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan sambil menopang kepalanya. 

  2. Biarkan si Kecil batuk, tetapi tetap awasi
    Jika bayi masih batuk dan tersedak-sedak, Safe Sprouts menyebut ini kondisi yang paling sering terjadi dan umumnya bayi bisa membersihkan jalan napasnya sendiri. 

  3. Kenali tanda bahaya dan minta bantuan
    Menurut Red Cross, batuk yang lemah atau tidak ada, suara mencicit bernada tinggi atau tak bersuara, kulit pucat atau membiru, serta bayi tidak bisa batuk maupun menangis adalah tanda yang membutuhkan penanganan medis darurat.

  4. Beri lima tepukan di punggung
    Mengutip Red Cross, tengkurapkan si Kecil di lengan bawah Mama dengan paha sebagai penopang dan kepala lebih rendah dari badan, lalu beri lima tepukan tegas di antara tulang belikat memakai pangkal telapak tangan.

  5. Lanjutkan dengan lima tekanan di dada
    Jika belum berhasil, melansir Red Cross, telentangkan bayi dengan kepala tetap lebih rendah dari dada, lalu beri lima tekanan cepat dengan dua jari di tengah dada, tepat di bawah garis puting, sedalam sekitar 3,8 sentimeter.

  6. Mulai CPR jika si Kecil tidak responsif
    Bila bayi tak sadarkan diri, Safe Sprouts menyarankan untuk membaringkannya di permukaan datar yang keras dan segera memulai CPR. 

  7. Tetap bawa ke fasilitas kesehatan
    Mengutip Vinmec International Hospital, meski bayi tampak sudah pulih, tetap bawa ia ke fasilitas kesehatan terdekat untuk dipantau.

Apa Penyebab Bayi Tersedak ASI saat Menyusu?

Pexels/Anna Shvets

Ternyata, penyebab bayi tersedak ASI tidak melulu soal kesalahan Mama. Ada faktor dari si Kecil sendiri, ada pula yang berkaitan dengan cara menyusu.

  • Aliran ASI terlalu deras
    Menurut Healthline, penyebab paling umum adalah ASI keluar lebih cepat daripada kemampuan bayi menelan, biasanya karena produksi ASI berlebih. 

  • Kemampuan menelan belum matang
    Mengutip Healthline, bayi lahir dengan refleks muntah yang sangat sensitif, ditambah sistem saraf yang masih berkembang. Selain itu, saluran napas bayi baru lahir sekecil sedotan, sehingga cairan sedikit saja sudah bisa memenuhinya.

  • Posisi menyusu kurang tepat
    Mengutip Vinmec International Hospital, kepala bayi yang tidak cukup tinggi, terlalu menunduk, atau menyusu sambil berbaring datar membuatnya mudah tersedak. Karena itu, kepala si Kecil sebaiknya ditopang lebih tinggi saat menyusu.

  • Menyusu saat menangis, batuk, atau tertawa
    Melansir Vinmec, memaksa bayi menyusu ketika ia sedang menangis, batuk, atau tertawa dapat membuat ASI masuk ke saluran napas. 

  • Menyusu sambil mengantuk
    Menurut Vinmec, bayi yang mengantuk sering hanya menahan ASI di mulut tanpa menelannya. Saat ia tiba-tiba bernapas cepat, ASI bisa terhirup ke hidung hingga saluran napas.

  • Terlalu lapar dan minum terburu-buru
    Vinmec menjelaskan, bayi yang sangat lapar cenderung minum dengan tergesa-gesa. Jika ia mendadak batuk atau tertawa, ASI pun mudah salah jalan.

  • Posisi botol dan lubang dot kurang sesuai
    Bagi si Kecil yang minum ASI perah dari botol, Healthline menjelaskan bahwa posisi telentang, botol yang terlalu miring, dan lubang dot yang kebesaran sama-sama mempercepat aliran susu. Akibatnya, bayi kesulitan mengatur laju minumnya.

Apakah Bayi Boleh Kembali Menyusu setelah Tersedak ASI?

Pexels/hartono subagio

Pada tersedak ringan, bayi biasanya hanya butuh jeda sebentar. Melansir Healthline, dokter anak menyarankan agar bayi berhenti menyusu sejenak, ditegakkan, dan punggungnya ditepuk, karena tersedak cairan umumnya cepat mereda.

Bila si Kecil sudah tenang dan napasnya kembali normal, umumnya Mama bisa mencoba menyusu lagi dengan lebih hati-hati. Jaga bayi tetap tegak selama menyusu dan perlambat aliran susu jika memungkinkan.

Lain cerita jika si Kecil sempat membiru, tidak bisa batuk, atau perlu ditepuk punggung dan ditekan dadanya.

Dalam kondisi ini, menurut Safe Sprouts, Mama harus memantau bayi selama beberapa hari dan segera ke dokter jika muncul demam atau tanda sulit bernapas, sedangkan soal waktu menyusu kembali, sebaiknya tanyakan langsung ke dokter yang memeriksa.

Bagaimana Cara Mencegah Bayi Tersedak ASI saat Menyusu?

Pexels/HÂN NGUYỄN

Mencegah selalu lebih baik, apalagi menyangkut napas si Kecil. Berikut beberapa kebiasaan kecil yang bisa Mama terapkan mulai sekarang.

  • Posisikan kepala si Kecil lebih tinggi
    Menurut Vinmec, bayi sebaiknya menyusu dengan kepala lebih tinggi atau setengah duduk, bukan berbaring datar. Jika hidungnya tersumbat, bersihkan lendir di hidung dan mulutnya sebelum menyusu.

  • Coba posisi menyusu laid-back atau miring
    Mengutip Healthline, gunakan posisi laid-back bagi ibu dengan let-down kuat karena gravitasi membuat bayi lebih mudah mengendalikan aliran ASI. 

  • Beri jeda saat ASI mengalir deras
    Melansir Healthline, disarankan sesekali melepas bayi dari payudara agar ia sempat mengambil napas, termasuk selama 20-30 detik saat ASI baru turun. 

  • Perah sedikit ASI sebelum menyusui
    Memerah ASI satu sampai dua menit sebelum menyusui bisa membuat semburan awal keluar lebih dulu, seperti dikutip dari Healthline. 

  • Menyusu saat si Kecil tenang dan segar
    Menurut Vinmec, jangan menyusui saat bayi menangis, batuk, atau bermain, karena tawa bayi bisa membuatnya tersedak. 

  • Sendawakan dan tegakkan badan setelah menyusu
    Mengutip Vinmec, gendong bayi dalam posisi tegak minimal 15 menit setelah menyusu sambil menepuk punggungnya perlahan agar bersendawa. 

  • Terapkan paced bottle-feeding untuk ASI perah
    Healthline menjelaskan, memegang botol sejajar lantai membuat bayi yang mengendalikan aliran susu dan bisa beristirahat kapan pun.

Apakah Bayi yang Sering Tersedak ASI Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Pexels/Jonathan Borba

Tersedak sesekali umumnya wajar, tetapi tidak demikian jika terjadi berulang. Menurut Safe Sprouts, segera hubungi dokter atau konselor laktasi jika kejadian ini lebih dari satu kali, agar penyebabnya bisa dicari.

Jika bayi masih sering tersedak meski laju menyusu sudah diperlambat, harus berkonsultasi dengan dokter anak. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan tidak ada kelainan anatomi yang membuat si Kecil sulit menelan.

Kabar baiknya, menurut Healthline, refleks tersedak biasanya berkurang seiring bayi tumbuh dan makin pandai menelan. Namun, tersedak yang membuat bayi membiru atau tak sadarkan diri tetap tergolong darurat dan harus segera ditangani.

Nah, itulah pembahasan mengenai pertolongan pertama bayi tersedak ASI yang wajib Mama tahu. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article