Benarkah Bayi Menangis Tengah Malam karena Diganggu Makhluk Halus?

Jangan buru-buru percaya dengan mitos ya, Ma!

14 April 2021

Benarkah Bayi Menangis Tengah Malam karena Diganggu Makhluk Halus
Pexels/william-fortunato

Tangisan bayi tanpa henti di tengah malam tentu membuat orangtua khawatir. Apalagi jika ia menangis setiap malam, pasti Mama ingin mencari tahu penyebab dari tangisannya tersebut. Ada sebuah mitos yang menyebut jika bayi yang sering menangis di tengah malam itu akibat diganggu makhluk halus, benarkah?

Masih banyak orangtua di Indonesia yang percaya pada hal-hal seperti itu. Padahal, bisa saja bayi menangis tanpa henti karena merasa tidak nyaman, salah satunya adalah karena popoknya sudah terlalu penuh. Lalu, bayi yang rewel di malam hari juga bisa dikarenakan lapar hingga tidak nyaman di ruangan mereka tidur.

Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.

Editors' Picks

1. Penyebab bayi sering menangis di malam hari

1. Penyebab bayi sering menangis malam hari
Pexels/william-fortunato

Ada beberapa hal yang menyebabkan bayi rewel dan menangis di tengah malam. Dikutip dari Healthline, berikut hal-hal yang bisa menyebabkan hal tersebut:

  • Popok yang penuh dan membuat bayi tidak nyaman.
  • Kelaparan, terutama ketika bayi melewati fase pertumbuhan yang intens (lonjakan pertumbuhan umum terjadi sekitar usia 2-3 minggu, 6 minggu, dan 3 bulan), mereka mungkin lapar di malam hari.
  • Pola menyusu yang berubah. Banyak yang berasumsi bayi rewel karena tidak mendapatkan cukup makan, memang benar tapi itu tidak selalu terjadi. Perubahan komposisi ASI yang berubah di malam hari juga bisa membuat bayi rewel.
  • Kembung. Jika bayi merasa kembung dan tampak tidak dapat mengeluarkannya dari sistem pencernaan mereka, bisa jadi mereka rewel.
  • Kurang tidur siang karena aktivitas. Ada kesalahpahaman umum bahwa bayi yang terjaga lebih lama di siang hari akan membuat mereka tidur lebih lama. Padahal, jika si Kecil tidak tidur siang yang baik mereka akan sangat lelah. Sehingga mereka bisa rewel di malam hari
  • Tidak nyaman di ruangan karena stimulasi cahaya/suara. Sistem saraf bayi yang kurang berkembang membuat mereka lebih sensitif terhadap cahaya terang, suara, dan perubahan lingkungan mereka. Misalnya, mereka gampang terbangun ketika melihat cahaya TV di ruangan gelap, atau mungkin volume yang lebih besar bisa membuat bayi menangis.
  • Kolik.

2. Popok yang terlalu penuh sebabkan bayi rewel hingga ruam

2. Popok terlalu penuh sebabkan bayi rewel hingga ruam
Freepik

Layaknya orang dewasa, bayi juga bisa merasa tidak nyaman ketika ada sesuatu yang salah. Namun, bayi hanya bisa bereaksi dengan menangis saja. Saat popok bayi basah atau penuh karena kotoran (urine atau tinja), maka bayi akan merasa tidak nyaman dan menyebabkannya menangis. Oleh karena itu, setiap bayi menangis ada baiknya periksa popoknya apakah basah atau tidak. 

Selain membuat bayi rewel di malam hari, popok yang penuh juga bisa menyebabkan bayi terkena ruam kulit. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Sweety, 80 persen iritasi penyebab ruam popok disebabkan oleh kontak yang terlalu lama dengan popok lembap, sehingga timbul bakteri dan jamur.

Bakteri dan jamur ini akan menyebabkan masalah kulit seperti iritasi, infeksi, gatal-gatal, dan kemerahan. Hal tersebut membuat si Kecil menjadi tidak nyaman ketika beraktivitas dan menurunkan kualitas tidurnya.

“Ruam popok akan berakibat pada terganggunya aktivitas sehari-hari serta pola tidur si Kecil. Padahal pola tidur di 1.000 hari pertama si Kecil sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangannya," ujar Wenny Damayanti, Head of Marketing Baby Care – Kimberly Clark Softex dalam siaran persnya pada Rabu (14/4/2021).

3. Frekuensi mengganti popok untuk si Kecil harus diperhatikan

3. Frekuensi mengganti popok si Kecil harus diperhatikan
Pexels/william-fortunato

Sudah banyak disinggung di atas jika mengganti popok bayi secara berkala sangat penting untuk dilakukan. Dikutip dari American Pregnancy, bayi biasanya buang air kecil sekitar 20 kali sehari selama beberapa bulan pertama kehidupan mereka. 

Di satu sisi, akan sangat melelahkan dan terasa mahal jika mencoba mengganti popok bayi setiap saat ketika ia buang air kecil atau besar. Sebaiknya, frekuensi mengganti popok bisa dilakukan 2-3 jam sekali, tetapi tidak perlu membangunkan bayi untuk mengganti popoknya.

Jangan sampai Mama lupa mengganti popok ya, berikut sederet tipsnya untuk mengganti popok tanpa membangunkan atau membuat bayi tidak nyaman:

  • Jika tidak menggunakan popok khusus baru lahir, maka harus melipat bagian depan popok agar tidak bergesekan dengan tali pusarnya. 
  • Cuci tangan setelah mengganti popok.
  • Seiring bertambahnya usia, berikan dia sesuatu untuk dipegang. Ini tidak hanya mengalihkan perhatiannya ketika Mama mengganti popok.
  • Bersabarlah. Sering kali bayi dapat merasakan kekhawatiran ketika Mama mengganti popoknya.

Itulah tadi informasi seputar mitos mengenai bayi yang menangis setiap malam akibat diganggu makhluk halus. Mulai sekarang, jangan lupa cek popok bayi secara berkala ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.