Jangan Terlewat! Inilah Jadwal dan Jenis Imunisasi Bayi Usia 0-6 Bulan

Imunisasi sesuai jadwal penting untuk membangun imunitas tubuh si Kecil

28 Juni 2020

Jangan Terlewat Inilah Jadwal Jenis Imunisasi Bayi Usia 0-6 Bulan
pixnio.com

Kondisi lingkungan yang tak menentu seringkali mengembangkan potensi-potensi wabah penyakit yang menyerang siapapun. Tak terkecuali bayi dan anak-anak yang sistem imunnya masih  berkembang.

Imunisasi merupakan sebuah usaha untuk meningkatkan kekebalan tubuh manusia terhadap agen penyakit dengan cara menyuntikkan bahan antigen. Lewat imunisasi, sistem kekebalan tubuh manusia dapat bekerja aktif sehingga tubuh melindungi dirinya sendiri. 

Imunisasi dilakukan sejak bayi berusia 0 bulan hingga anak berusia 18 tahun. Tak sembarangan, imunisasi sebaiknya dilakukan sesuai dengan jadwal, usia, dan jenis imunisasi yang diberikan. 
 

Jadwal Imunisasi Bayi Usia 0-6 Bulan

Jadwal Imunisasi Bayi Usia 0-6 Bulan
Freepik

Di tahun-tahun awal kehidupannya, jadwal imunisasi bayi cukuplah padat. Sebaiknya Mama mencatat dengan baik kapankah saatnya bayi mendapatkan imunisasi, agar senantiasa tepat waktu dan tidak terlewatkan. Dilansir dari IDAI, Popmama.com merangkum jadwal imunisasi bayi 0-6 bulan:

  • Usia 0-1 bulan: Hepatitis B, Polio-0
  • Usia 2 bulan: DPT-HB-Hib-1, BCG, Polio-1, PCV, Rotavirus
  • Usia 3 bulan: DPT-HB-Hib-2, Polio-2
  • Usia 4 bulan: DPT-HB-Hib-3, Polio-3, PCV, Rotavirus
  • Usia 6 bulan: PCV, Rotavirus

Lalu, apa sajakah kegunaan dan penjelasan dari masing-masing vaksin yang diberikan?

1. Hepatitis B

1. Hepatitis B
Freepik/onlyyouqj

Imunisasi hepatitis B diberikan sesegera mungkin setelah bayi lahir, dalam waktu 12 jam, karena risiko tertularnya penyakit hepatitis B dari ibu hamil. Transmisi maternal penyakit ini kurang lebih sebesar 45 persen. Imunisasi hepatitis B monovalen dilakukan dalam tiga kali periode, yaitu usia 0, 1, dan 6 bulan.

Pada bayi dengan ibu HBsAg positif, diberikan vaksin HB dan imunoglobin hepatitis B pada ekstremitas berbeda. Jika imunisasi HB dikombinasi dengan DTPw, maka jadwal pemberian imunisasinya di usia 2, 3, dan 4 bulan. Bila dikombinasi dengan DTPa, maka diberikan di usia 2, 4, dan 6 bulan

Editors' Picks

2. Polio

2. Polio
Freepik

Imunisasi polio OPV-0 diberikan segera jika bayi dilahirkan di rumah. Bila dilahirkan di sarana kesehatan, OPV-0 diberikan setelah bayi pulang ke rumah. Imunisasi polio dilakukan empat kali, yaitu polio-1, polio-2, polio-3 dan polio booster (OPV atau IPV). Imunisasi ini, seperti namanya, bertujuan mencegah penyakit polio.
 

3. DPT-HB-Hib

3. DPT-HB-Hib
Freepik

Imunisasi DPT diberikan secepatnya pada usia 6 minggu, berupa imunisasi DTPw atau DTPa, atau dikombinasikan dengan vaksin lain. Interval untuk imunisasi DPTa adalah mengikuti rekomendasi vaksin tersebut yaitu di usia 2, 4, dan 6 bulan. 

Untuk anak usia lebih dari tujuh tahun, diberikan imunisasi Td atau Tdap. Imunisasi DTP 6 dapat diberikan Td atau Tdap di usia 10-12 tahun dan booster Td yang diberikan per 10 tahun.

Imunisasi ini bertujuan mencegah enam penyakit, yaitu difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis.

4. BCG

4. BCG
Freepik

Imunisasi BCG diberikan sebelum bayi berusia dua bulan. Bila diberikan setelah usia tiga bulan, sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. Imunisasi ini bertujuan untuk mencegah penyakit TBC.

5. PCV

5. PCV
Freepik

Imunisasi PCV penting diberikan untuk melindungi tubuh dari 13 jenis bakteri Streptococcus pneumoniae penyebab infeksi pneumokokus. Jika diberikan pada usia 7-12 bulan, PCV diberikan sebanyak dua kali dengan interval dua bulan.

Bila diberikan pada anak usia satu tahun, diberikan satu kali. Booster PCV diberikan pada usia lebih dari 12 bulan atau minimal dua bulan setelah dosis terakhir. 

6. Rotavirus

6. Rotavirus
Freepik/phduet

Imunisasi rotavirus tak dapat disepelekan begitu saja, Ma, karena penting untuk melindungi bayi dan anak dari penyakit gastroentreritis (radang lambung dan usus). Imunisasi rotavirus diberikan dua kali, yaitu di usia 6-14 minggu dan dosis kedua diberikan dengan interval minimal 4 minggu. Batas akhir pemberian imunisasi ini adalah usia 24 minggu.

Imunisasi pentavalen diberikan sebanyak tiga kali. Pertama, di usia 6-14 minggu. Kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4-10 minggu, dengan batas akhir pemberian imunisasi pada 32 minggu.

Pastikan bayi dalam kondisi benar-benar sehat saat menerima imunisasi agar vaksin dapat bekerja maksimal dan minim efek samping. Tanyakan efek samping dari masing-masing vaksin yang diberikan kepada dokter anak mama.

Semoga informasi ini membantu ya, Ma.

Baca juga:


 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.