Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Kesehatan Usus Berpengaruh pada Mood Anak? Ini Penjelasannya
Pexels/Vanessa Loring (usus anak sehat)
  • Kesehatan usus berperan penting dalam komunikasi dengan otak melalui sumbu usus-otak, memengaruhi suasana hati dan fungsi tubuh anak sejak dini.
  • Masa MPASI menjadi periode krusial pembentukan mikrobiota usus; variasi makanan bergizi membantu perkembangan saluran cerna dan otak secara optimal.
  • Ketidakseimbangan mikrobiota usus dapat berdampak pada perilaku anak, sehingga penting menjaga pola makan sehat serta konsultasi dokter bila gangguan pencernaan berlanjut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat anak lebih sering rewel, sulit tidur, atau mudah menangis, banyak orangtua mengira penyebabnya hanya karena lapar atau mengantuk. Padahal, penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa kesehatan usus juga memiliki hubungan erat dengan suasana hati dan perkembangan otak anak.

Hubungan ini dikenal sebagai gut-brain axis atau sumbu usus-otak, yaitu sistem komunikasi dua arah antara saluran pencernaan dan otak. Pada bayi yang mulai memasuki usia MPASI, kesehatan mikrobiota usus menjadi salah satu fondasi penting bagi tumbuh kembangnya.

Berikut Popmama.com rangkum informasi mengenai kesehatan usus berpengaruh pada mood anak beserta faktanya.

1. Usus dan otak saling berkomunikasi

Pexels/KATRIN BOLOVTSOVA

Dikutip dari website Harvard Medical School, usus bukan hanya berfungsi mencerna makanan, tetapi juga memiliki lebih dari 100 juta sel saraf yang terus berkomunikasi dengan otak melalui sistem saraf, hormon, dan sistem imun. Karena itulah usus sering dijuluki sebagai second brain atau "otak kedua".

Selain itu, sekitar 90–95% serotonin tubuh diproduksi di saluran pencernaan. Meski serotonin tersebut tidak langsung masuk ke otak, keberadaannya berperan dalam komunikasi antara usus dan otak sehingga kesehatan saluran cerna diduga turut memengaruhi suasana hati dan fungsi tubuh secara keseluruhan, menurut artikel dari Cleveland Clinic.

2. Masa MPASI menjadi waktu penting untuk membentuk mikrobiota usus

Pexels/Andrea Piacquadio (mpasi)

Menurut penelitian yang dipublikasikan National Institutes of Health (NIH), tahun pertama kehidupan merupakan periode penting dalam pembentukan mikrobiota usus. Komposisi bakteri baik akan berkembang sangat pesat ketika bayi mulai mengonsumsi MPASI.

Makanan yang dikonsumsi bayi berperan besar dalam membentuk keragaman mikrobiota usus. Karena itu, para ahli menyarankan pemberian MPASI yang beragam dan bergizi seimbang agar perkembangan saluran cerna dan otak dapat berlangsung optimal.

3. Gangguan kesehatan usus diduga ikut memengaruhi perilaku anak

Pexels/Jonathan Borba (usus anak sehat)

Artikel dari Johns Hopkins Medicine berjudul “The Brain-Gut Connection”, komunikasi antara usus dan otak membuat kondisi saluran cerna dapat memengaruhi fungsi sistem saraf. Sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara ketidakseimbangan mikrobiota usus dengan perubahan suasana hati maupun perilaku, meski hubungan sebab-akibatnya masih terus diteliti.

Pada bayi, gangguan pencernaan dapat membuat si Kecil lebih rewel, sulit tidur, atau mengalami perubahan pola buang air besar. Namun, gejala tersebut tidak selalu berarti berasal dari masalah usus karena bisa dipengaruhi banyak faktor lain. Oleh karena itu, orangtua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter apabila keluhan berlangsung terus-menerus.

4. MPASI yang beragam membantu menjaga kesehatan usus

Pexels/kaboompics.com (mpasi)

WHO sendiri merekomendasikan pemberian MPASI yang beragam mulai usia 6 bulan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi sekaligus mendukung kesehatan saluran cernanya. Buah, sayur, biji-bijian, dan sumber protein merupakan bagian penting dari pola makan sehat tersebut.

Beberapa makanan seperti yogurt plain tanpa tambahan gula juga dapat diperkenalkan sesuai usia bayi sebagai salah satu sumber bakteri baik. Namun, anak di bawah usia 12 bulan tidak boleh diberikan madu karena berisiko menyebabkan botulisme.

5. ASI tetap menjadi pendukung terbaik kesehatan usus bayi

Pexels/HÂN NGUYỄN (ASI bayi)

American Academy of Pediatrics (AAP), ASI mengandung Human Milk Oligosaccharides (HMO) yaitu prebiotik alami yang menjadi makanan bagi bakteri baik di dalam usus bayi. Inilah salah satu alasan mengapa ASI tetap dianjurkan selama masa MPASI.

Sementara itu, penggunaan antibiotik memang dapat mengganggu keseimbangan mikrobiota usus untuk sementara waktu. Apabila anak harus mengonsumsi antibiotik, orangtua dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai langkah terbaik untuk membantu pemulihan kesehatan saluran cerna, termasuk apakah diperlukan probiotik atau tidak.

Itulah informasi mengenai hubungan kesehatan usus dengan mood anak. Meski bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi emosi, menjaga kesehatan saluran cerna melalui ASI, MPASI bergizi seimbang, dan pola makan yang baik dapat membantu mendukung tumbuh kembang si Kecil secara optimal.

Editorial Team

Related Article