Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Dianggap Beracun, Benarkah Hati Ayam Berbahaya untuk Bayi?
Freepik/azerbaijan_stockers

  • dr. Meta Hanindita menjelaskan bahwa hati ayam aman untuk bayi asalkan dimasak matang, bukan organ beracun seperti yang sering disalahpahami.
  • Hati ayam kaya zat besi, vitamin A, B12, folat, dan nutrisi penting lain yang mendukung pertumbuhan serta perkembangan otak bayi.
  • Pemberian hati ayam cukup 1–2 sendok makan sekali seminggu agar tidak kelebihan vitamin A dan tetap perhatikan kemungkinan reaksi alergi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ketika bayi memasuki usia 6 bulan, Mama mulai memperkenalkan berbagai macam makanan, termasuk daging, sayur, ikan, dan buah.

Salah satu bahan makanan berikan pada bayi adalah ayam. Namun, biasanya orangtua memberikan beragam olahan daging ayam. Sedangkan bagian organ ayam, misalnya hati, jarang diberikan ke si Kecil.

Dikutip dari unggahan dr. dr. Meta Herdiana Hanindita, Sp.A (K) di laman Instagram pribadinya @metahanindita, banyak orangtua yang enggan memberikan hati ayam sebagai MPASI karena menganggap hati ayam itu merupakan organ beracun dan bisa membahayakan kesehatan si Kecil. Tapi, apakah benar demikian?

Benarkah hati ayam berbahaya untuk bayi? Penjelasannua sudah Popmama.com rangkum pada ulasan berikut ini.

Benarkah Hati Ayam Berbahaya untuk Bayi?

Freepik/azerbaijan_stockers

Salah satu organ ayam yang sering dikonsumsi oleh orang dewasa adalah hati ayam. Namun, menurut dr.  Meta Hanindita, masih banyak yang mengira jika hati ayam adalah organ beracun dan dapat membahayakan. Pasalnya, hati merupakan tempat metabolisme berbagai toksin.  

dr. Meta Hanindita menjelaskan jika bayi boleh mengonsumsi hati ayam, selama hati ayam dimasak dengan matang. Alih-alih beracun dan membahayakan, hati ayam merupakan sumber zat besi heme yang sangat bermanfaat untuk bayi.

Apakah Hati Ayam Baik untuk Kesehatan Bayi?

Popmama.com/SysiliaTanhati/AI

Mama mungkin bertanya: apakah hati ayam baik untuk kesehatan si Kecil? Ya, dalam jumlah sedang sebagai bagian dari diet yang bervariasi.

Saat menyajikan hati ayam kepada bayi, sedikit saja sudah cukup. Hati ayam memiliki kadar vitamin A yang tinggi. Vitamin A adalah nutrisi penting, tetapi dapat menjadi racun jika dikonsumsi berlebihan. Karena alasan ini, berhati-hatilah untuk membatasi ukuran porsi dan frekuensi; 1 hingga 2 sendok makan hati ayam sekali seminggu sudah cukup.

Hati ayam kaya akan lemak dan protein, selain kolin, zat besi, folat, selenium, seng, dan vitamin A, B12, dan vitamin B lainnya. Bersama-sama, nutrisi ini mendukung energi bayi untuk bermain dan menjelajah, perkembangan otak, pertumbuhan, kekuatan, sel darah merah, hormon, fungsi kekebalan tubuh, persepsi rasa, penglihatan, dan proses metabolisme.

Kapan Bayi Boleh Mengonsumsi Hati Ayam?

Popmama.com/SysiliaTanhati/AI

Hati ayam, jika dimasak dengan baik, dapat diberikan segera setelah bayi berusia sekitar 6 bulan. Hati ayam memiliki kadar vitamin A yang tinggi. Vitamin A adalah nutrisi penting, tetapi dapat menjadi racun jika dikonsumsi berlebihan. Karena alasan ini, berhati-hatilah untuk membatasi ukuran porsi dan frekuensi pemberian; 1 hingga 2 sendok makan hati ayam sekali seminggu sudah cukup.

Ayam mungkin merupakan salah satu protein yang paling banyak dikonsumsi di dunia, tetapi hati yang penting terkadang diabaikan—padahal hati ayam adalah salah satu makanan paling bergizi yang dapat kita makan.

Hati ayam, hati sapi, hati ikan, dan hati semua makhluk hidup adalah sumber nutrisi utama bagi tubuh. Organ vital ini membersihkan racun dan memproses vitamin dan mineral selama pencernaan, sebagian digunakan untuk menunjang fungsi tubuh dan sebagian lainnya disimpan untuk energi.

Bagaimana Cara Menyajikan Hati Ayam untuk Bayi?

Popmama.com/SysiliaTanhati/AI

Berikut beberapa tips untuk Mama dalam menyajikan hati ayam untuk si Kecil:

  • Usia 6 bulan ke atas:

Sajikan hati ayam rebus yang dihaluskan atau pate hati ayam secara terpisah dengan sendok yang sudah diisi atau oleskan pada makanan lain yang sesuai usia seperti potongan roti panggang atau biskuit untuk tumbuh gigi.

Pertimbangkan untuk membatasi asupan hati ayam bayi hingga beberapa sendok makan sekali atau dua kali seminggu, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin A bayi tanpa melebihinya.

  • Usia 9 bulan ke atas:

Sajikan irisan tipis atau potongan kecil hati ayam rebus sebagai makanan jari karena sekitar usia ini bayi mengembangkan kemampuan menggenggam dengan jari, memungkinkan mereka untuk mengambil potongan makanan yang lebih kecil.

Mama juga dapat melanjutkan dengan menghaluskan hati ayam menjadi pate untuk dioleskan pada makanan lain. Pertimbangkan untuk membatasi asupan hati ayam bayi hingga beberapa sendok makan sekali atau dua kali seminggu, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin A bayi tanpa melebihinya.

  • Usia 12 bulan ke atas:

Tawarkan irisan tipis atau potongan hati seukuran gigitan sebagai makanan pendamping atau terus tawarkan pate hati di atas roti panggang atau bubur. Pertimbangkan untuk membatasi asupan hati ayam anak hingga beberapa sendok makan sekali atau dua kali seminggu, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin A anak tanpa melebihinya.

Apakah Hati Ayam Merupakan Alergen Umum?

Popmama.com/SysiliaTanhati/AI

Bayi bisa mengalami alergi pada hal tertentu. Salah satunya adalah alergi makanan. Oleh karena itu, Mama harus mengamati apakah ada reaksi alergi setelah bayi mengonsumsi hati ayam.

Namun, apakah hati ayam merupakan alergen umum? Jawabannya adalah tidak, ya, Ma. Ayam bukanlah alergen makanan umum, meskipun kasus alergi unggas telah dilaporkan. Ayam juga dapat memicu Sindrom Enterokolitis Akibat Protein Makanan (FPIES), yang mengakibatkan muntah dan/atau diare tertunda 2-4 jam setelah mengonsumsi daging ayam.

Meskipun jarang, individu tertentu dengan alergi ikan mungkin memiliki peningkatan risiko sensitif terhadap ayam. Beberapa individu dengan alergi terhadap bulu dan telur juga memiliki hasil tes alergi positif terhadap daging ayam. Namun, ini biasanya tidak menimbulkan gejala setelah mengonsumsi daging yang dimasak dengan baik, karena protein alergenik sensitif terhadap panas.

Seperti halnya saat memperkenalkan makanan baru, mulailah dengan menawarkan sedikit jumlah selama beberapa porsi pertama. Jika tidak ada reaksi alergi, secara bertahap tingkatkan jumlahnya pada makanan berikutnya.

Itu penjelasan tentang hati ayam untuk bayi. Jawabannya tidak benar, ya, Ma. Hati ayam kaya manfaat untuk bayi, namun, pastikan tidak dikonsumsi secara berlebihan, ya.

Editorial Team

Related Article