Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Jenis Kelainan Tulang Kaki Anak dan Penanganannya
Pexels.com/Ksenia Chernaya
  • Kondisi kaki anak seperti kaki O, kaki X, kaki menghadap ke dalam atau luar, serta telapak kaki datar umumnya merupakan variasi perkembangan dan sering membaik seiring usia.

  • Pemeriksaan dokter diperlukan bila bentuk kaki sangat jelas, tidak simetris, makin memburuk, menetap melewati usia tertentu, atau disertai nyeri, gangguan berjalan, dan aktivitas.

  • Berjalan berjinjit lazim di bawah usia 3 tahun, sedangkan nyeri pertumbuhan usia 3–12 tahun biasanya tidak berbahaya; evaluasi diperlukan bila keluhan menetap, sepihak, bengkak, atau menghambat berjalan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kaki anak kadang bisa berbentuk O atau X, menghadap ke dalam atau luar, datar, atau suka jalan jinjit. Banyak yang akan membaik saat anak besar. Ada juga sakit kaki saat tumbuh, biasanya sore atau malam. Kalau sakit, bengkak, susah jalan, atau tidak membaik, Mama perlu membawa anak ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Masa pertumbuhan menjadi waktu penting bagi si Kecil untuk mengembangkan kemampuan motoriknya, termasuk belajar berdiri, berjalan, hingga berlari.

Namun, terkadang Mama menyadari posisi kaki anak terlihat berbeda atau cara berjalannya tampak tidak biasa. Kondisi tersebut bisa menjadi bagian dari perkembangan normal anak. 

Meski begitu, beberapa kelainan pada kaki perlu diperiksa jika tidak membaik seiring bertambahnya usia atau mulai mengganggu aktivitas si Kecil.

Agar Mama lebih memahami kondisi ini, berikut Popmama.com rangkum 7 jenis kelainan tulang kaki anak dan penanganannya, mengutip dari National Health Service (NHS) UK.

1. Kaki O (Bow Legs)

cllcenter.com

Kaki O atau bow legs merupakan kondisi ketika kedua kaki anak tampak melengkung ke luar sehingga terdapat jarak di antara lutut saat kedua pergelangan kaki dirapatkan.

Kondisi ini umum terjadi pada anak berusia di bawah 18 bulan sebagai bagian dari perkembangan normal. Seiring bertambahnya usia, bentuk kaki biasanya akan membaik dengan sendirinya.

Namun, jika lengkungan kaki terlihat sangat jelas atau tidak kunjung membaik, Mama sebaiknya membawa si Kecil ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya.

2. Kaki X (Knock Knees)

phuchoichucnangdanang.vn

Berbeda dengan kaki O, kaki X atau knock knees ditandai dengan posisi lutut yang saling berdekatan, sementara kedua pergelangan kaki memiliki jarak saat anak berdiri tegak.

Kondisi ini cukup umum terjadi selama masa pertumbuhan. Kaki X biasanya membaik dengan sendirinya saat anak berusia sekitar 7 tahun.

Jika posisi kaki tampak sangat tidak simetris, menimbulkan rasa sakit, atau mengganggu anak saat berjalan, Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah kondisi tersebut masih termasuk variasi perkembangan normal.

3. Kaki Menghadap ke Dalam (In-toeing)

thefeetpeople.com.au

In-toeing atau yang dikenal sebagai pigeon toes adalah kondisi ketika telapak kaki anak mengarah ke dalam saat berdiri atau berjalan.

Kondisi ini sering ditemukan pada anak-anak dan umumnya membaik seiring pertumbuhan. Posisi kaki biasanya akan terkoreksi dengan sendirinya sekitar usia 8 tahun sehingga penanganan khusus umumnya tidak diperlukan.

Meski demikian, Mama perlu berkonsultasi dengan dokter jika kondisi ini disertai rasa sakit, semakin memburuk, atau membuat si Kecil kesulitan berjalan dan beraktivitas.

4. Kaki Menghadap ke Luar (Out-toeing)

www.thefeetpeople.com.au

Out-toeing merupakan kondisi ketika telapak kaki anak mengarah ke luar saat berdiri atau berjalan. Posisi ini terkadang terlihat ketika anak mulai belajar berjalan.

Kondisi tersebut biasanya membaik dengan sendirinya sekitar usia 4 tahun. Sebagian besar anak juga tidak memerlukan penanganan khusus.

Namun, jika posisi kaki hanya terjadi pada satu sisi, disertai nyeri, atau mengganggu kemampuan berjalan, Mama sebaiknya memeriksakan si Kecil ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

5. Telapak Kaki Datar (Flat Feet)

dobra-mama.pl

Telapak kaki datar atau flat feet adalah kondisi ketika lengkungan pada bagian dalam telapak kaki tidak terlihat jelas saat anak berdiri. Akibatnya, telapak kaki tampak menempel hampir seluruhnya pada permukaan lantai.

Mama tidak perlu langsung khawatir karena telapak kaki datar cukup umum ditemukan pada anak-anak karena kondisi ini biasanya membaik seiring pertumbuhan, sekitar usia 6 tahun.

Salah satu hal yang dapat diperhatikan adalah apakah lengkungan telapak kaki terlihat saat si Kecil berdiri dengan berjinjit.

Jika lengkungan muncul dan anak tidak merasakan sakit, penanganan biasanya tidak diperlukan. Namun, jika telapak kaki datar disertai nyeri dan kesulitan beraktivitas segera berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.

6. Berjalan dengan Berjinjit (Tiptoe Walking)

Pexels.com/Mikhail Maslov

Berjalan dengan berjinjit atau tiptoe walking adalah kebiasaan berjalan dengan bertumpu pada ujung jari kaki tanpa menapakkan tumit sepenuhnya ke lantai.

Kebiasaan ini cukup umum pada anak berusia 3 tahun ke bawah, terutama saat mereka masih mengembangkan kemampuan berjalan.

Jika kebiasaan tersebut terus berlanjut setelah usia 3 tahun atau disertai kekakuan, nyeri, maupun kesulitan menapakkan tumit, Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. 

Pemeriksaan dapat membantu mengetahui apakah terdapat kondisi yang memerlukan penanganan khusus.

7. Nyeri Pertumbuhan (Growing Pains)

Pexels.com/Yan Krukau

Growing pains merupakan istilah untuk nyeri pada kaki yang umum dialami anak berusia sekitar 3–12 tahun.

Nyeri biasanya terasa pada kedua kaki, terutama di area otot paha, betis, atau belakang lutut, dan dapat muncul pada sore atau malam hari. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan dapat membaik dengan sendirinya.

Untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman, Mama dapat memijat lembut kaki si Kecil atau memberikan obat pereda nyeri seperti parasetamol sesuai petunjuk dokter atau aturan dosis yang sesuai untuk anak.

Meski begitu, nyeri pertumbuhan bukan termasuk kelainan bentuk tulang kaki.

Jika rasa sakit menetap, hanya terjadi pada satu kaki, muncul pada pagi hari, atau disertai bengkak dan kesulitan berjalan, Mama perlu membawa si Kecil ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

Itulah 7 kondisi pada kaki anak yang perlu Mama ketahui selama masa pertumbuhan si Kecil. Sebagian bisa membaik sendirinya, tapi tetap pantau perkembangan kaki si Kecil ya Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article