Setiap bayi memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda. Namun, ada beberapa kondisi bawaan yang dapat memengaruhi bentuk rahang hingga kemampuan bayi untuk bernapas dan menyusu.
4 Ciri-Ciri Pierre Robin pada Bayi yang Perlu Dikenali

Pierre Robin sequence adalah kondisi bawaan dengan rahang bawah dan dagu kecil (micrognathia), yang memengaruhi ruang mulut, posisi lidah, serta kemampuan bernapas bayi.
Lidah yang berada lebih ke belakang (glossoptosis) dapat menghalangi sebagian jalan napas, memicu napas keras, mendengkur, atau henti napas berulang saat tidur.
Bayi juga dapat sulit menyusu sehingga asupan nutrisi, kenaikan berat badan, dan pertumbuhan terganggu; kondisi ini perlu segera dikonsultasikan kepada dokter.
Salah satunya adalah Pierre Robin sequence, yaitu kondisi yang ditandai dengan rahang bawah berukuran kecil dan posisi lidah yang lebih ke belakang dari biasanya.
Kondisi ini dapat memengaruhi pernapasan serta proses pemberian makan pada bayi. Maka dari itu, berikut Popmama.com rangkum 4 ciri-ciri Pierre Robin pada bayi dilansir dari Cincinnati Children’s.
Table of Content
1. Rahang bawah dan dagu berukuran kecil

Pexels.com/ArtHouse Studio Salah satu ciri Pierre Robin sequence adalah ukuran rahang bawah dan dagu bayi yang lebih kecil dari biasanya. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut micrognathia.
Ukuran rahang yang kecil dapat memengaruhi ruang di dalam mulut sehingga turut berkaitan dengan posisi lidah dan kemampuan bayi untuk bernapas.
2. Posisi lidah lebih ke belakang

Pexels.com/RALPH JAY OCAÑA Bayi dengan Pierre Robin sequence juga dapat memiliki posisi lidah yang lebih ke belakang dibandingkan bayi pada umumnya. Kondisi ini disebut glossoptosis.
Posisi lidah tersebut dapat membuat lidah jatuh ke arah belakang tenggorokan dan menghalangi sebagian jalan napas. Akibatnya, bayi berisiko mengalami gangguan pernapasan.
3. Napas berbunyi keras atau mendengkur

Pexels.com/Kasia Mizera Ciri lainnya adalah suara napas yang terdengar keras atau bayi mendengkur, terutama saat tidur. Kondisi ini dapat berkaitan dengan terhambatnya aliran udara di saluran pernapasan.
Pada beberapa bayi, hambatan tersebut dapat menyebabkan obstructive sleep apnea (OSA), yaitu kondisi ketika pernapasan terhenti sementara secara berulang saat tidur.
Jika Mama mendapati bayi mengalami suara napas yang tidak biasa atau tampak kesulitan bernapas, sebaiknya segera konsultasikan kondisinya kepada dokter.
4. Kesulitan menyusu dan mengalami gangguan pertumbuhan

Pexels.com/Sarah Chai Bayi dengan Pierre Robin sequence juga dapat mengalami kesulitan saat menyusu. Kondisi ini dapat membuat bayi kesulitan mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.
Jika berlangsung terus-menerus, kesulitan menyusu dapat menghambat pertambahan berat badan dan pertumbuhan bayi. Oleh karena itu, Mama perlu memperhatikan kemampuan si Kecil saat menyusu serta perkembangan berat badannya.
Itu dia 4 ciri-ciri Pierre Robin pada bayi yang perlu Mama kenali. Jika si Kecil menunjukkan tanda-tanda tersebut, segera konsultasikan kepada dokter agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.























