Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Kondisi Anak yang Tidak Boleh Diberi Ibuprofen, Orangtua Wajib Tahu!

3 Kondisi Anak yang Tidak Boleh Diberi Ibuprofen, Orangtua Wajib Tahu!
Unsplash/Michał Parzuchowski
Intinya Sih
  • Ibuprofen sebaiknya tidak diberikan saat perut anak kosong karena bisa memicu iritasi lambung dan membuat anak merasa tidak nyaman.
  • Anak yang sedang muntah atau diare sebaiknya tidak diberi ibuprofen karena saluran cernanya sensitif dan berisiko memperparah peradangan.
  • Saat anak dehidrasi, pemberian ibuprofen dapat membebani ginjal; pastikan anak cukup cairan sebelum dan sesudah minum obat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Saat anak demam atau merasa tidak nyaman, banyak orangtua memilih memberikan Ibuprofen untuk membantu meredakan keluhannya.

Obat ini memang cukup umum digunakan karena dapat membantu menurunkan demam sekaligus mengurangi nyeri pada anak.

Namun, tidak semua kondisi memungkinkan anak mengonsumsi ibuprofen dengan aman. Ada beberapa situasi yang justru membuat pemberian obat ini berisiko bagi kesehatan lambung hingga ginjal si Kecil.

Karena itu, orangtua perlu lebih teliti sebelum memberikan obat kepada anak di rumah. Berikut Popmama.com siap membahas tiga kondisi anak yang sebaiknya tidak diberi ibuprofen melansir unggahan Dokter Anak Ardi Santoso, @ardisantoso. 

Table of Content

1. Saat perut anak masih kosong

1. Saat perut anak masih kosong

Memberikan ibuprofen ketika anak belum makan sebaiknya dihindari. Obat ini memiliki sifat yang cukup keras bagi lambung, terutama jika dikonsumsi dalam kondisi perut kosong. Risiko iritasi pada dinding lambung bisa meningkat dan membuat anak merasa semakin tidak nyaman.

Pada beberapa anak, kondisi ini juga dapat memicu keluhan seperti sakit perut, mual, hingga sensasi perih di area lambung. Karena itu, dianjurkan memastikan si Kecil sudah makan terlebih dahulu sebelum mengonsumsi ibuprofen agar lambungnya lebih terlindungi.

Selain itu, penting juga memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi anak sebelum minum obat. Makanan ringan atau camilan sederhana tetap lebih baik dibandingkan perut benar-benar kosong. Dengan begitu, efek samping pada saluran cerna dapat diminimalkan.

“Pertama, jangan kasih saat perut anak kosong. Ibuprofen itu sifatnya keras, jadi kalau belum makan, obatnya berisiko tinggi memicu iritasi pada dinding lambung si Kecil,” kata dr. Ardi Santoso, Sp.A.

2. Ketika anak sedang muntah atau diare

orang
Pexels/Feyza Daştan

Anak yang mengalami muntaber, baik muntah maupun diare, juga tidak disarankan mengonsumsi ibuprofen. Saat kondisi ini terjadi, saluran pencernaan anak biasanya sedang sensitif dan mengalami peradangan. Pemberian ibuprofen justru bisa membuat iritasi di sistem pencernaan semakin parah.

Selain memperberat kondisi lambung dan usus, anak yang muntah atau diare juga lebih rentan kehilangan cairan tubuh. Jika obat diberikan tanpa pengawasan yang tepat, tubuh si Kecil bisa menjadi semakin lemah dan tidak nyaman.

Orangtua sebaiknya lebih fokus membantu anak memenuhi kebutuhan cairan dan memantau kondisinya terlebih dahulu. Jika gejala muntah atau diare berlangsung cukup lama, segera konsultasikan ke dokter agar anak mendapat penanganan yang sesuai.

“Kedua, hindari kalau anak lagi muntaber, baik itu muntah maupun diare. Kondisi ini saluran cernanya sedang sangat sensitif dan ibuprofen justru bisa memperparah peradangan di sana,” jelas dr. Ardi.

3. Saat anak terlihat dehidrasi

Pexels/LisafromPexels
Pexels/LisafromPexels

Kondisi paling penting yang perlu diperhatikan sebelum memberikan ibuprofen adalah dehidrasi. Ketika tubuh kekurangan cairan, kerja ginjal akan menjadi lebih berat. Jika ditambah konsumsi obat tertentu, risiko gangguan pada ginjal bisa meningkat.

Tanda dehidrasi pada anak biasanya terlihat dari bibir kering, tubuh lemas, jarang buang air kecil, atau anak tampak sangat haus. Dalam kondisi seperti ini, prioritas utama adalah mencukupi cairan tubuh anak terlebih dahulu sebelum memberikan obat apa pun.

“Ketiga, jangan pernah kasih saat anak tampak dehidrasi. Jadi ini yang paling krusial, kekurangan cairan akan sangat membebani kerja ginjalnya,” ungkap dr. Ardi.

Pastikan Anak Minum dengan Cukup setelah Konsumsi Ibuprofen

Pexels/Sarah Chai
Pexels/Sarah Chai

Selain memperhatikan kondisi tubuh anak, orangtua juga perlu memastikan si Kecil minum air putih yang cukup setelah mengonsumsi Ibuprofen. Jangan hanya memberikan obat dengan seteguk air saja, karena tubuh tetap membutuhkan cairan yang cukup agar obat dapat bekerja dengan baik.

“Satu tips penting lagi, kalau kasih ibuprofen, jangan cuma dikasih seteguk airnya ya. Pastikan si Kecil minum air yang cukup, supaya obatnya larut sempurna di lambung dan fungsi ginjal tetap terlindungi,” ujarnya. 

Air membantu obat larut lebih optimal di lambung sekaligus membantu menjaga fungsi ginjal tetap aman. Terlebih pada anak, kebutuhan cairan sangat penting untuk membantu tubuh tetap terhidrasi selama masa pemulihan.

Kebiasaan sederhana ini sering kali dianggap sepele, padahal cukup berpengaruh terhadap kenyamanan dan kesehatan anak saat minum obat. Karena itu, setelah memberikan ibuprofen, ada baiknya segera mengajak anak minum air putih lebih banyak secara perlahan agar tubuhnya tetap terjaga dengan baik.

Itu dia beberapa kondisi anak yang sebaiknya tidak diberi ibuprofen. Semoga bisa jadi ilmu baru bagi Mama dan Papa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More