Penanganan Paling Tepat saat Anak Demam Menurut Dokter

- Demam pada bayi disebabkan oleh virus atau infeksi bakteri, serta reaksi terhadap vaksin atau kondisi kepanasan.
- Tanda-tanda demam pada bayi meliputi rewel, sulit tidur, penurunan aktivitas, dan gejala fisik seperti kulit hangat dan napas cepat.
- Penanganan paling tepat saat anak demam termasuk tidak memberikan obat jika anak masih nyaman, memberikan dosis obat sesuai berat badan, dan membawa ke dokter jika kondisi memburuk.
Demam pada anak sering membuat orangtua panik, terutama ketika suhu tubuhnya naik mendadak. Padahal, menurut para ahli, demam bukanlah penyakit, melainkan tanda bahwa tubuh sedang bekerja melawan infeksi.
dr. Kanya Ayu, seorang dokter spesialis anak yang aktif memberikan edukasi kesehatan anak melalui akun Instagram-nya, @momdoc.id, menjelaskan tentang demam pada anak, termasuk penanganannya yang paling tepat.
Dalam unggahan di Instagramnya itu, dr. Kanya menekankan bahwa tidak semua demam membutuhkan obat segera. Melihat kondisi anak secara keseluruhan justru menjadi hal terpenting, apakah masih aktif, mau minum, dan tidak terlalu rewel. Dengan pemahaman yang tepat, Mama bisa mengambil keputusan terbaik untuk kesehatan si Kecil.
Untuk lebih lengkapnya, yuk, simak penjelasan yang sudah Popmama.com rangkum tentang penanganan paling tepat saat anak demam menurut dokter.
1. Penyebab demam pada bayi

Demam adalah respons alami tubuh ketika melawan infeksi. Pada sebagian besar kasus, demam pada bayi disebabkan oleh virus seperti flu atau pilek. Sistem imun bayi yang masih berkembang membuat mereka lebih mudah terpapar virus-virus ringan.
Infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih, juga dapat menjadi pemicu demam dan kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi perempuan. Selain infeksi, reaksi terhadap vaksin atau kondisi kepanasan karena cuaca yang terlalu panas juga dapat menyebabkan demam ringan yang tidak berbahaya.
Namun, ada pula penyebab demam yang lebih serius, contohnya Meningitis. Penyakit ini termasuk kondisi serius yang dapat menyebabkan demam disertai leher kaku, bayi tampak sangat mengantuk, atau sulit ditenangkan, dikutip dari laman KidsHealth.
2. Tanda-tanda demam pada bayi

Saat mengalami demam, bayi biasanya tampak lebih rewel, sulit tidur, atau menolak makan. Mereka juga bisa menunjukkan penurunan aktivitas dan tampak tidak seceria biasanya. Perubahan-perubahan ini sering kali menjadi petunjuk awal sebelum Mama memeriksa suhu tubuhnya.
Secara fisik, kulit bayi bisa terasa hangat, wajah tampak kemerahan, atau tubuhnya berkeringat lebih dari biasanya. Demam juga dapat disertai gejala seperti menggigil, napas cepat, atau sulit dibangunkan. Meski begitu, demam ringan yang berlangsung beberapa hari biasanya tidak berbahaya selama anak masih mau minum dan tidak tampak sangat sakit, dilansir dari Nation Wide Children’s.
Jika bayi berusia di atas 4 bulan dan suhu tidak lebih dari 40°C, kondisi ini umumnya masih aman dipantau di rumah. Namun, tetap penting memperhatikan tanda-tanda lain yang mungkin mengarah pada kondisi serius.
3. Bagaimana penanganan paling tepat saat anak demam?

Saat anak mulai demam, orangtua biasanya langsung panik dan buru-buru memberi obat. Padahal, menurut dokter, tidak semua demam perlu langsung diberi penurun panas, terutama kalau anak masih terlihat nyaman dan aktif.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menangani anak yang demam menurut dr. Kanya:
1. Tidak perlu langsung beri obat jika anak masih nyaman
Jika anak masih mau bermain, minum dengan baik, dan tidak rewel berlebihan, Mama boleh menunggu tanpa memberikan obat penurun panas. Tubuh anak sedang berusaha melawan kuman, dan demam adalah bagian dari proses tersebut. Obat penurun panas dapat diberikan ketika anak mulai tampak tidak nyaman.
2. Jika ingin memberi obat, dosis harus sesuai berat badan
Saat Mama memutuskan memberikan paracetamol, pastikan dosisnya sesuai berat badan anak, bukan mengikuti usia. Dosis yang tepat membantu obat bekerja lebih efektif dan tetap aman.
3. Jika demam tidak membaik, boleh kombinasi dengan ibuprofen
Apabila anak sudah diberi paracetamol tetapi tidak merespons dan memiliki gejala jelas seperti batuk atau pilek, Mama boleh memberikan kombinasi paracetamol dan ibuprofen. Namun, jangan terburu-buru memberikan ibuprofen jika demam muncul tanpa gejala yang jelas.
4. Hati-hati penggunaan ibuprofen saat ada gejala DBD
Ibuprofen dapat memengaruhi fungsi trombosit sehingga dikhawatirkan memperburuk kondisi bila ternyata anak mengalami demam berdarah. Karena itu, lebih aman menunda ibuprofen sampai dokter memastikan penyebab demamnya.
5. Boleh pakai kombinasi paracetamol dan ibuprofen jika penyebab demamnya jelas
Jika gejala infeksi sudah jelas seperti batuk, pilek, atau sakit tenggorokan, kombinasi paracetamol dan ibuprofen aman diberikan sesuai anjuran dokter.
4. Kapan Mama harus membawa si Kecil ke dokter?

Segera kunjungi dokter atau tenaga kesehatan jika si Kecil mengalami kondisi berikut.
1. Bayi di bawah 3 bulan
Jika usia bayi kurang dari 3 bulan dan memiliki suhu 38°C atau lebih, segera konsultasikan ke dokter. Pada usia ini, sistem imun masih sangat lemah sehingga demam adalah tanda darurat.
2. Bayi di atas 3 bulan dengan demam tinggi atau menetap
Untuk bayi usia lebih dari 3 bulan, Mama perlu mencari pertolongan medis jika suhu tubuhnya mencapai 40°C atau lebih, atau jika demam lebih dari 38,9°C dan berlangsung lebih dari dua hari. Demam yang sempat turun lalu naik kembali juga perlu Mama waspadai.
3. Anak demam dengan tanda sakit berat
Pada usia berapa pun, segera cari bantuan medis jika bayi tampak sangat sakit, lemas, rewel berlebihan, atau mengantuk terus-menerus. Tanda lain seperti tidak mau minum, tampak dehidrasi, muntah, diare, atau muncul ruam yang tidak biasa juga perlu diperiksa ke dokter.
4. Anak dengan kondisi medis khusus
Segera kunjungi dokter jika bayi memiliki gangguan sistem imun, anemia, kanker, atau sedang mengonsumsi obat yang melemahkan daya tahan tubuh. Bayi dengan kondisi medis ini lebih rentan mengalami infeksi serius.
Itulah penjelasan tentang penanganan paling tepat saat anak demam menurut dokter. Bagaimana dengan Mama, apa langkah pertama yang biasanya Mama lakukan saat si Kecil mulai demam?



















