3 Jenis Campak yang Mungkin Menyerang Bayi dan Cara Penanganannya

Ada tiga jenis campak Ma, jangan sampai salah ya karena penanganannya berbeda

21 Februari 2019

3 Jenis Campak Mungkin Menyerang Bayi Cara Penanganannya
medicalnewstoday.com
penyakit campak pada bayi

Campak atau measles adalah infeksi yang disebabkan oleh virus paramyxovirus yang sangat menular. Virus ini disebarkan melalui udara dan menginfeksi saluran pernapasan lalu menyebar ke seluruh tubuh. Ciri khas campak adalah ruam di kulit penderitanya. Campak bisa menyerang segala umur, termasuk bayi mama. 

Ruam campak biasanya muncul di belakang telinga, sekitar kepala, dan leher. Pada akhirnya, ruam merah ini akan menyebar ke seluruh tubuh. Virus campak juga dapat menyerang paru-paru dan sistem saraf.

Campak, dari jenis virusnya ada 3 macam. Campak yang menyerang bayi usia 7-12 bulan umumnya disebut roseola infantum. Apa itu dan bagaimana cara pencegahan masing-masing penyakit ini?

Tiga Jenis Campak yang Bisa Menyerang Bayi

Tiga Jenis Campak Bisa Menyerang Bayi
sciencenewsforstudents.org
penyakit campak pada bayi

Dari jenis virus yang menyebabkan campak, ada 3 jenis campak yang bisa menyerang bayi. Campak apa saja itu? 

  1. Campak bayi atau roseola infantum. Ini merupakan penyakit bayi melalui virus yang menular melalui udara. Karena tanda-tandanya yang hampir sama, roseola infantum sering disalahartikan sebagai campak (rubeola) atau campak Jerman (rubella). Roseola infantum biasanya menular di bayi antara 6-12 bulan. Sedangkan campak dan campak Jerman lebih mungkin terjadi pada balita yang lebih besar. Mama tak perlu khawatir, roseola infantum tidaklah berbahaya selama ditangani dengan benar.
  2. Campak rubeola. Virus rubeola ditularkan langsung melalui udara atau melalui sentuhan langsung dengan cairan dari tubuh orang yang terinfeksi. Virus rubeola bisa hidup di udara hingga dua jam. Jadi bisa saja, si Kecil tertular saat berada di ruangan yang sama meskipun penderitanya sudah tidak ada di sana. Gejala seperti pilek dan batuk, kemudian suhu tubuh anak akan naik ke 40°C akan muncul sekitar 10-12 hari setelah terinfeksi virus. Mata anak juga akan sensitif terhadap cahaya terang. Ruam merah akan muncul 15 hari kemudian, dimulai dari belakang telinga, leher, hingga menyebar ke seluruh tubuh.
  3. Campak Jerman (rubella). Sama seperti rubeolarubella juga ditularkan melalui udara yang terkontaminasi oleh batuk ataupun bersin dari penderita. Gejala rubella cenderung lebih ringan, hingga susah dikenali. Biasanya virus rubella baru akan berkembang 2-3 minggu setelah terinfeksi. Gejala yang perlu diperhatikan adalah demam, nyeri otot, muncul ruam merah dari wajah kemudian menyebar ke tubuh, dan kelenjar getah bening membengkak. Biasanya, rubella menyerang anak yang sudah lebih dewasa, ataupun orang dewasa.

Gejala Campak pada Bayi

Gejala Campak Bayi
babycentre.co.uk
penyakit campak pada bayi

Gejala roseola infantum, atau campak bayi, biasanya muncul setelah 1-2 minggu setelah virus masuk tubuh. Ini gejala khas serangan virus campak: 

  • Bayi biasanya demam di suhu 39-39,5° C akan berlangsung selama 3-5 hari.
  • Bayi mengalami pilek dan kehilangan nafsu makan.
  • Setelah 5 hari demam akan mereda, bersamaan dengan munculnya ruam merah muda di dada, perut, punggung, lengan, leher dan wajah. Ruam ini biasanya akan mereda selama 2-3 hari.

Jika lebih dari 3 hari ruam tidak hilang atau demam tinggi tidak turun-turun, maka Mama perlu membawa si Kecil ke dokter.

Menurut pendapat dr. Inawati, M.Kes, dokter umum di Surabaya yang dihubungi oleh tim Popmama.com, diagnosis roseola infantum hampir sama dengan penyakit infeksi lainnya. Maka dari itu sering terjadi salah diagnosa jika dibawa saat masih gejala awal. Ketika muncul ruam, barulah bisa diperiksa secara menyeluruh. Jika dirasa perlu, tes darah pada bayi akan dilakukan untuk melihat kadar antibodi terhadap roseola infantum.

Editors' Picks

Cara Penanganan Campak pada Bayi

Cara Penanganan Campak Bayi
momjunction.com
penyakit campak pada bayi

Sebenarnya tidak dibutuhkan metode pengobatan khusus untuk menangani si Kecil yang terkena campak bayi. Berikut hal yang bisa Mama lakukan:

  • Buat ruangan kamar senyaman mungkin dengan udara yang sejuk.
  • Jangan memandikan si Kecil dengan air dingin, gunakan air hangat agar ia tidak mengigil.
  • Beri si Kecil minum yang cukup supaya dia tidak terdehidrasi.
  • Hindari memberinya obat aspirin untuk meringankan demam, cukup dikompres saja dengan air hangat.
  • Hindari keluar jalan-jalan sampai si Kecil sembuh total.

Campak biasanya berlangsung dalam waktu singkat dan dapat sembuh sendiri dengan sempurna. Namun demam yang naik dengan cepat ditambah udara atau air yang dingin, dapat memicu kejang demam. Komplikasi campak yang serius akan muncul ketika bayi punya daya tubuh rendah. Komplikasi tersebut dapat berupa radang otak atau pneumonia.

Cara Mencegah Campak pada Bayi

Cara Mencegah Campak Bayi
health.qld.gov.au
penyakit campak pada bayi

Campak adalah infeksi virus yang bisa dicegah dengan vaksinasi. Vaksin MMR digunakan untuk mencegah mumps (gondongan), measles (campak), dan rubella (campak jerman). Vaksin ini sangat efektif mencegah campak. MMR diberikan saat anak berusia 9 bulan, kemudian diulang pada saat anak berusia 15 bulan, dan diperkuat dengan vaksin saat anak berumur 5 tahun.
 

Selain dengan vaksin MMR, campak bisa dicegah dengan cara:

  • Mencuci tangan terutama setelah melakukan aktivitas di luar ruangan, buang air, atau melakukan aktivitas lain. Kebersihan merupakan lini pertama untuk menjaga kesehatan baik si Kecil maupun keluarga mama.
  • Lebih baik ganti baju terlebih dahulu sebelum memeluk atau menggendong si Kecil setelah dari luar.
  • Sebelum si Kecil bisa menerima vaksin MMR, hindari daerah-daerah yang rawan akan penyakit campak.

Semoga si Kecil selalu sehat ya!

Baca juga: