Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Umur Berapa Bayi Boleh Makan Ikan? Perhatikan Konsumsi yang Aman
ilustrasi ikan gurame (pexels.com/Mitchell Soeharsono)
  • Bayi dapat mulai makan ikan saat memasuki fase MPASI pada usia 6 bulan, sebagai sumber protein hewani, vitamin, dan mineral dengan tekstur makanan disesuaikan bertahap.
  • Ikan menyediakan protein, zat besi, vitamin, mineral, serta omega-3, 6, dan 9 yang mendukung perkembangan otak, otot, tulang, imunitas, dan pencegahan anemia.
  • Pilih ikan seperti kembung, lele, salmon, patin, tongkol, atau gabus; hindari ikan tinggi merkuri, mentah, setengah matang, asin, dan pastikan durinya terpisah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bayi dapat dikenalkan ikan sebagai sumber protein hewani setelah memasuki fase makanan pendamping ASI (MPASI), dengan pilihan, pengolahan, dan porsi yang disesuaikan usia.
  • Who?
    Bayi usia 6 hingga 23 bulan yang menjalani MPASI serta orang tua atau pengasuh yang menyiapkan makanan bayi.
  • Where?
    Pemberian ikan dilakukan dalam menu MPASI bayi di rumah atau tempat bayi memperoleh makanan pendamping ASI.
  • When?
    Ikan dapat diberikan sejak bayi berusia 6 bulan setelah ASI eksklusif, dengan frekuensi sekitar dua hingga tiga kali dalam seminggu.
  • Why?
    Ikan mengandung protein, zat besi, vitamin, mineral, serta omega-3, 6, dan 9 yang mendukung perkembangan otak, otot, tulang, imunitas, dan pencegahan anemia.
  • How?
    Pilih ikan segar, buang seluruh duri, lalu kukus, rebus, buat sup, atau goreng tidak terlalu kering. Hindari ikan tinggi merkuri, mentah, setengah matang, ikan asin, dan olahan berpengawet.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi boleh makan ikan saat mulai makan pendamping ASI, biasanya umur 6 bulan. Ikan seperti kembung, lele, salmon, patin, tongkol, dan gabus baik untuk tubuh dan otak. Ikan harus segar, matang, dan tidak ada durinya. Bayi jangan makan hiu, marlin, todak, atau tuna mata besar. Ikan bisa dimakan 2 atau 3 kali seminggu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sejak memasuki fase MPASI, orangtua memiliki pilihan protein hewani yang terjangkau sekaligus kaya zat gizi untuk mendukung tumbuh kembang bayi. Panduan mengenai jenis ikan, pengolahan matang, penghilangan duri, dan porsi sesuai usia memberi dasar praktis agar manfaat protein, omega-3, vitamin, serta mineral dapat diperkenalkan dengan lebih aman dan terukur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ikan merupakan makanan yang kaya akan nutrisi penting untuk tumbuh kembang bayi. Makan ikan juga sangat dianjurkan pada bayi, terlebih karena mudah ditemui dan harganya terjangkau.

Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) juga gencar disosialisasikan oleh pemerintah sebagai upaya meningkatkan gizi masyarakat dengan konsumsi ikan sekaligus mencegah stunting.

Sebelum itu, penting bagi orangtua mengetahui kapan bayi boleh makan ikan dan apa saja ikan yang boleh dikonsumsi bayi.

Simak penjelasan selengkapnya yang telah Popmama.com rangkum seputar umur berapa bayi boleh makan ikan. Disimak, yuk, Ma!

Kapan Bayi Boleh Makan Ikan?

Ilustrasi pemberian MPASI pada bayi (unsplash.com/hui sang)

Setelah mengonsumsi ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, selanjutnya bayi perlu dikenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI) untuk mengenalkannya dengan berbagai varian makanan dan rasa.

Fase MPASI ini biasanya dimulai sejak usia bayi memasuki usia 6 bulan hingga 2 tahun. Lantas, apakah bayi sudah bisa langsung diberi makan ikan setelah memasuki fase MPASI?

Melansir IDAI, orangtua harus memberikan makanan mengandung karbohidrat dan lemak sebagai sumber energi. Makanan yang mengandung protein hewani, vitamin, dan mineral juga harus diberikan dalam MPASI untuk memenuhi kebutuhan si Kecil.

Protein hewani juga bisa didapat dari berbagai jenis ikan sebagai lauk-pauk dalam MPASI. Agar mudah dicerna, sebaiknya MPASI dimulai dengan makanan lumat dengan konsistensi halus/saring yang encer, kemudian kental secara bertahap.

Manfaat Ikan untuk Tumbuh Kembang Bayi

ilustrasi menggoreng ikan (pexels.com/Krishnendu Biswas)

Ikan menjadi salah satu sumber protein hewani yang direkomendasikan untuk dikonsumsi sejak fase MPASI, sebab ada banyak manfaat yang baik untuk tumbuh kembang si Kecil.

Kementerian Kesehatan RI juga menyarankan untuk makan ikan karena mengandung gizi yang bermanfaat untuk kesehatan dan kecerdasan. Ikan mengandung protein, karbohidrat, vitamin, mineral, hingga asam lemak omega-3, 6, dan 9.

Kandungan asam amino dan omega-3 pada ikan juga lebih baik dibandingkan dengan sumber protein lainnya. Lebih lanjut, berikut ini beberapa manfaat dari kandungan ikan:

  • Mendukung perkembangan otak (omega-3 dan DHA)

  • Menurunkan risiko asma (omega-3)

  • Membentuk otot dan organ tubuh (protein dan zat besi)

  • Mencegah anemia (zat besi, vitamin B12, asam folat)

  • Menguatkan tulang (kalsium, fosfor, vitamin D)

  • Menjaga imunitas (vitamin, seng, selenium).

Jenis Ikan yang Boleh Dikonsumsi Bayi

ilustrasi jenis ikan untuk sushi (freepik.com/ freepik)

Ikan memang baik dikonsumsi bayi dengan segala manfaat yang mendukung proses tumbuh kembangnya. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua ikan baik dikonsumsi oleh bayi, terutama untuk MPASI.

Nah, ini dia beberapa ikan yang kaya akan nutrisi dan dianjurkan untuk dikonsumsi bayi:

  • Ikan kembung 

  • Ikan lele 

  • Ikan salmon 

  • Ikan patin 

  • Ikan tongkol

  • Ikan gabus

Sementara itu, terdapat beberapa ikan harus dihindari dan sebaiknya tidak dikonsumsi bayi karena mengandung merkuri yang berbahaya bagi saraf bayi, seperti ikan hiu, marlin, todak (swordfish), dan tuna bermata besar.

Hindari juga pemberian ikan yang diolah secara mentah atau setengah matang karena berisiko menimbulkan infeksi saluran pencernaan. Hindari juga ikan asin atau olahan dengan pengawet karena bayi belum bisa memproses kandungan garam yang tinggi.

Aturan Makan Ikan untuk Bayi

ilustrasi menciptakan suasana MPASI yang nyaman (pexels.com/Vanessa Loring)

Agar nutrisi yang dikonsumsi bayi semakin maksimal, Mama juga harus memperhatikan bagaimana cara menyimpan, mengolah, dan takaran konsumsi ikan yang baik.

Sebaiknya pilih ikan segar yang kondisinya masih bagus, tidak berbau busuk, dan matanya jernih. Kemudian, pisahkan seluruh duri secara teliti agar si Kecil tidak tersedak.

Mama dapat mengolah ikan dengan metode kukus, rebus, sup, atau goreng untuk menyesuaikan fase pengenalan MPASI si Kecil. Hindari menggoreng ikan terlalu kering agar kandungan nutrisinya tidak rusak.

Menurut FDA Amerika Serikat atau setara BPOM RI, aturan pemberian ikan untuk bayi sebaiknya dibatasi sekitar 2-3 kali dalam seminggu. Takaran sajian makan ikan yang dianjurkan berdasarkan usianya adalah sebagai berikut:

  • 6-8 bulan: 30-45 gram per hari

  • 9-11 bulan: 45-80 gram per hari

  • 11-23 bulan: 80-120 gram per hari

Demikian penjelasan mengenai berapa bayi boleh makan ikan. Ikan boleh menjadi pilihan protein setelah si Kecil memasuki tahapan MPASI, Ma.

Curated For You

Editorial Team

Related Article