SPOK dalam Kalimat, Pelajaran Bahasa Indonesia, Materi Kelas 3 SD

S, P, O, dan K dalam kalimat itu apa ya?

14 Oktober 2021

SPOK dalam Kalimat, Pelajaran Bahasa Indonesia, Materi Kelas 3 SD
videoblocks.com

Anak-anak SD pastinya tidak asing dengan istilah kalimat. Benar sekali, kalimat merupakan rangkaian beberapa kata yang memiliki makna atau informasi di dalamnya. 

Apakah anak-anak bisa membuat kalimat dengan baik?

Sebenarnya sebelum membuat kalimat, ada hal penting yang perlu kamu perhatikan dan kuasai, yaitu mengenai unsur-unsur kalimat. 

Meski kedengarannya rumit, unsur kalimat tidak sesulit itu kok. Setiap kalimat dibangun dengan unsur-unsur penting, mulai dari subjek (S), predikat (P), Objek (O), dan keterangan (K). Umumnya ini disebut dengan kalimat SPOK.

Beberapa kalimat bahkan memiliki unsur tambahan, yaitu pelengkap (Pel).

Pada kesempatan ini, kita belajar mengenai unsur S, P, O, K dalam kalimat di Popmama.com. Tambah pengetahuan dengan belajar bahasa Indonesia yang baik dan benar yuk!

1. Subjek

1. Subjek
Freepik/user18526052

Pertama-tama, mari kita berkenalan dengan subjek! Pada dasarnya, subjek (S) merupakan pelaku atau orang yang melakukan aktivitas tertentu dalam sebuah kalimat. 

Subjek merupakan unsur pokok yang wajib ada dalam kalimat. Subjek umumnya berupa kata benda dan terletak di depan predikat.

Contoh subjek dapat berupa nama panggilan orang, kelompok, hewan, tumbuhan, benda, dan lainnya. 

Contoh subjek dalam kalimat:

  • Adi senang bermain bola sepulang sekolah.
  • Siswa kelas 3 pergi ke tempat wisata di hari Kamis.  

2. Predikat

2. Predikat
Pexels/Lukas

Setelah subjek, kita akan membahas mengenai predikat (P). Apa tu predikat? Unsur kalimat satu ini merupakan bentuk tindakan yang dilakukan oleh subjek dalam kalimat, misalnya bermain, belajar, makan, dan aktivitas lainnya. 

Umumnya, predikat berbentuk kata kerja, tetapi dalam kondisi tertentu predikat juga dapat berbentuk sebagai sebuaH kata sifat atau kata benda. 

Predikat memiliki fungsi menerangkan yang sedang dilakukan subjek pada kalimat. 

Predikat biasanya terletak  di antara subjek dan objek. Predikat dapat menjawab pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana” pada kalimat. 

Contoh predikat dalam kalimat:

  • Ibu memasak rendang di dapur. 
  • Ranti sangat cantik

Editors' Picks

3. Objek

3. Objek
Pixabay/wolfganggerth

Objek atau (O) merupakan unsur kalimat yang dideskripsikan sebagai sesuatu atau seseorang yang dikenakan tindakan oleh subjek. 

Objek bisanya terletak setelah predikat. Objek dapat dikatakan sebagai keterangan yang berkaitan dengan predikat. Sama seperti subjek, objek merupakan kata benda. 

Contoh objek dalam kalimat:

  • Doni belajar bahasa Indonesia.
  • Laki-laki bertopi itu sedang menghitung uang

4. Keterangan

4. Keterangan
dailymail.co.uk

Keterangan umumnya terletak di awal atau akhir kalimat. Unsur kalimat ini digunakan sebagai pelengkap yang menjelaskan mengenai di mana, kapan, dan bagaimana suatu peristiwa terjadi dalam kalimat. 

Keterangan (K) memiliki beberapa jenis, seperti berikut ini:

  • Keterangan alat = memakai, mengendarai dan menggunakan.
  • Keterangan waktu = sewaktu, jam dan pada.
  • Keterangan cara = dengan
  • Keterangan tempat = di –
  • Keterangan tujuan = supaya dan agar

Contoh keterangan dalam kalimat:

  • Anak-anak senang bermain layangan di lapangan sore hari. (keterangan waktu dan tempat)
  • Ani membersihkan lantai menggunakan sapu. (keterangan alat) 

5. Pelengkap

5. Pelengkap
Freepik/Pvproduction

Terakhir ada juga pelengkap atau (Pel). Sesuai namanya, unsur kalimat satu ini berfungsi melengkapi kalimat, khususnya melengkapi predikat.

Umumnya, pelengkap berada di belakang predikat. Posisinya ini terkadang menyulitkan membedakan pelengkap dengan objek.

Contoh kalimat dengan pelengkap:

  • Ibu membuatkan adik bubur ayam ketika sakit.
  • Ayah membelikan aku sepatu baru.

6. Contoh pola kalimat SPOK

6. Contoh pola kalimat SPOK
Unsplash/Aaron Burden

Umumnya kalimat yang efektif memiliki unsur SPOK di dalamnya. Tetapi ada beberapa contoh kalimat dengan pola dasar yang lain. Berikut ini ialah beberapa contoh  pola kalimat modifikasi lainnya:

1. S P

Sederhananya, kalimat hanya perlu memliki unsur S dan P sebagai sebuah kalimat yang utuh. Berikut ialah contohnya:

Rini bejalar
S         P

Contoh Kalimat:

Adik menangis.
Shina berjalan.

2. S P O

Kalimat berikutnya memiliki unsur S, P, dan O. Berikut ialah contoh kalmatnya:

Ibu memasak daging sapi.
S            P                  O

Contoh Kalimat S P O:

Adik menulis buku.
Doni melempar bola.

3. S P O K

Kalimat ini memiliki unsur umum seperti kebanyakan kalimat, yaitu terdiri dari subjek, predikat, objek, dan keterangan. Berikut ialah contohnya:

Contoh:

Risa membeli majalah baru di toko buku.
S              P                O                   K

Contoh Kalimat S P O K:

Kucing mengejar tikus di rumah. 
Bu guru memberikan banyak pr hari ini. 

4. S P K

Kalimat ini tersusun dari unsur-unsur berupa subjek, predikat, dan keterangan. Berikut ialah contohnya:

Aku menulis menggunakan pulpen.
S             P                     K

Contoh Kalimat S P K:

Sasa tidur dengan lelap.
Adik makan sangat cepat.

5. S P O Pel K

Kalimat ini merupakan bentuk kalimat yang lebih kompleks dari kalimat SPOK pada umumnya. Pada kalimat ini terdapat unsur tambahan, yaitu Pelengkap (Pel). Berikut ialah contohnya:

Budi makan sup ayam panas di sekolah tadi siang.
S           P          O           Pel                  K

Contoh Kalimat S P O Pel K:

Dimas membaca buku yang baru ia beli di kamarnya. 
Fina membeli hp baru berwarna merah satu minggu yang lalu. 

Itulah materi mengenai unsur-unsur kalimat yang perlu anak-anak pelajari. Tetap belajar dan tambah ilmumu ya!

Bacajuga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.