8 Cara agar Orangtua Bisa Menjadi Sahabat Anak

Ingin menjadi sahabat bagi anak? yuk terapkan cara-cara berikut ini!

16 September 2020

8 Cara agar Orangtua Bisa Menjadi Sahabat Anak
Freepik/tirachardz

Tidak ada ikatan yang seindah dan sekuat persahabatan antara orangtua dan anak. Dan ini akan berlangsung lebih lama daripada hubungan lainnya. Persahabatan ini sebagian besar dapat membentuk perilaku dan karakter anak.

Itulah mengapa Mama juga harus selalu berhati-hati tentang pergaulan yang dipilih anak. Dengan menjadi sahabat bagi si Anak, terdengar seperti ide yang tepat. Ini juga cara yang baik untuk menanamkan kebiasaan baik dan membantu Mama jadi lebih memahaminya.

Berikut Popmama.com akan memberikan beberapa cara, dari berbagai macam cara, yang dapat Mama terapkan untuk mencoba menjadi sahabat terbaik anak.

Simak yuk selengkapnya, cara menjadi sahabat anak yang baik.

1. Bermain bersama anak sambil mengisi waktu luang

1. Bermain bersama anak sambil mengisi waktu luang
Freepik

Pertama, yaitu dengan bermain bersama anak. Walaupun usia anak sudah beranjak remaja, tidak ada anak yang tidak suka bermain. Ia akan tetap suka bermain walaupun jenis permainannya mungkin berbeda dengan saat ia masih kecil.

Jika anak menyukai permainan yang membutuhkan pasangan atau lawan bermain, jangan pernah berpikir dua kali sebelum menjadi pasangan itu.

Selain mengisi waktu luang bersama anak, sekadar refreshing tubuh dari kepenatan seusai kerja, ini juga akan membuat Mama atau Papa meilhat sudut pandang baru dari anak. Selain itu juga dapat kembali mendekatkan hubungan antara orangtua dan anak.

2. Menyaksikan film favorit anak di rumah

2. Menyaksikan film favorit anak rumah
Freepik

Hal kedua yang bisa dilakukan adalah, menyaksikan film favorit anak bersama. Walaupun mungkin bioskop masih belum dapat beroperasi, Mama dan Papa bisa menyiasatinya dengan menonton film di rumah dengan anak dengan platfrom layanan film.

Anak-anak tentu memiliki film favorit, dari animasi hingga petualangan, tergantung selera mereka. Ajak anak untuk membuat daftar film favorit mereka dan tonton sebanyak mungkin dengannya saat malam hari sebelum tidur atau saat akhir pekan.

Itu akan membuat mereka berpikir bahwa Mama dan Papa dapat menyukai selera film anak, dan tentunya akan membawa selangkah lebih dekat satu sama lain.

3. Membawa anak ke tempat favorit mereka atau rencanakan liburan keinginan anak

3. Membawa anak ke tempat favorit mereka atau rencanakan liburan keinginan anak
Freepik.com

Ketiga yaitu membawa anak ke tempat favorit mereka, anak-anak remaja tentunya juga suka bergaul dan menghabiskan waktu bersama teman-temannya di tempat favorit.

Tanyakan ke mana mereka ingin pergi saat akhir pekan, dan biarkan anak untuk merencanakan liburan. Mama dapat mengedepankan beberapa opsi, tetapi selalu biarkan anak menentukan pilihan.

Ini memberi tahu mereka bahwa Mama dan Papa bisa menghargai pendapat dan pilihan mereka. Dan ingat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan saat berpergian ya!

Editors' Picks

4. Libatkan anak dalam pekerjaan rumah sehari-hari

4. Libatkan anak dalam pekerjaan rumah sehari-hari
Freepik/peoplecreations

Keempat. Jangan lupa untuk melibatkan anak dalam pekerjaan rumah sehari-hari. Banyak hal yang terjadi di rumah setiap harinya, apalagi dengan kondisi saat ini di mana anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Sehingga, biarkan anak menjadi bagian darinya.

Tanyakan ada anak bagaimana mereka bisa membantu Mama dalam menyelesaikan pekerjaan rumah seperti mengajak anak untuk berbelanja kebutuhan rumah atau seperti mencuci piring, menyapu, membereskan kamar, dan sebagainya.

Dengan cara ini Mama akan dapat melakukan sesuatu dan menghabiskan waktu bersama anak.

5. Selalu menghargai setiap usaha anak agar ia selalu melakukan sesuatu dengan maksimal

5. Selalu menghargai setiap usaha anak agar ia selalu melakukan sesuatu maksimal
Freepik

Yang kelima, hargai setiap usaha anak, anak-anak akan merasa sangat senang jika upaya mereka dihargai oleh orangtuanya. Sehingga jika Mama ingin menjadi sahabat bagi anak, teruslah hargai ia setiap kali melakukan sesuatu dengan baik.

Hal ini juga akan mengisi mereka dengan rasa percaya diri, dan membuat mereka akan terus berusaha bekerja dengan maksimal.

6. Tanya apa makanan favorit anak dan ajak untuk memasaknya bersama

6. Ta apa makanan favorit anak ajak memasak bersama
Freepik/Senivpetro

Keenam, sering memasak makanan yang anak sukai. Jika Mama ingin menjadi sahabat bagi anak, jangan lupa periksa keinginan perut anak, dengan sering memasak makanan yang paling mereka sukai.

Bagikan resep dengan mereka dan libatkan mereka dalam proses memasak, serta jangan lupa untuk makan bersama dan tanya ke anak seberapa nikmat pilihan makanan mereka.

7. Jangan hanya bertanya tentang kesehariannya, berbagi juga cerita orangtua pada anak

7. Jangan ha berta tentang kesehariannya, berbagi juga cerita orangtua anak
Freepik

Ketujuh, jangan hanya bertanya pada anak seputar kesehariannya, namun juga bagi cerita Mama dengan anak. Biasanya orangtua sering bertanya tentang “bagaimana sekolahmu?” hingga “siapa temanmu itu”.

Namun, saatnya beristirahat dan mulai berbagi cerita dengan mereka. Beri tahu anak bagaimana hari Mama dan Papa saat bekerja. Bicarakan tentang apa yang Mama sukai dan bagaimana hal-hal yang berbeda ketika orangtua muda.

Ceritakan apapun yang menurut Mama akan anak dengarkan. Namun, jangan membuatnya terdengar membosankan.

8. Sesekali biarkan anak untuk memiliki waktunya sendiri

8. Sesekali biarkan anak memiliki waktu sendiri
Freepik/Wavebreakmedia

Yang terakhir, biarkan anak memiliki waktu sendiri. Meskipun Mama mungkin selalu merasa perlu untuk mengawasi anak, terkadang lebih baik biarkan mereka untuk memiliki waktu sendiri.

Anak-anak, berapapun usianya membutuhkan ruang mereka. Jadi, sesekali biarkan saja dan biarkan mereka sendiri.

Sebenarnya tidak perlu banyak cara dan waktu untuk menjadi sahabat terbaik anak. Dengan sedikit usaha, dan tahu persis apa yang diharapkan anak dari seorang sahabat, dapat menempatkan orangtua di posisi itu.

Ketika orangtua menjadi sahabat anak, ikatan akan semakin kuat seiring berjalannya waktu.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.