TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

7 Gerakan Bela Diri Yang Harus Diketahui Setiap Anak

Membantu mencegah anak dari tindakan bullying

26 Juni 2021

7 Gerakan Bela Diri Harus Diketahui Setiap Anak
Freepik/tongstocker1987

Sebagai orangtua, wajar jika ingin menjaga anak tetap aman dari segala bahaya. Sayangnya, ini tidak selalu mungkin dilakukan, ketika anak berada di luar rumah tanpa didampingi orangtuanya, misalnya ketika di sekolah atau saat bermain di lingkungan rumah.

Penting bagi anak-anak untuk mengetahui cara melindungi diri mereka sendiri. Menurut VeryWell Family, seorang anak yang tidak siap atau tidak sadar akan lingkungannya dapat menjadi sasaran sesuatu yang tidak diharapkan, seperti bullying atau penculikan.

Belajar bela diri adalah keterampilan yang berguna yang dapat membantu anak mengetahui cara menjaga diri sendiri. Berikut Popmama.com akan memberikan beberapa informasi seputar apakah anak perlu belajar bela diri, serta gerakan bela diri yang harus diketahui setiap anak.

Perlukah Anak Belajar Bela Diri Sejak Dini?

Perlukah Anak Belajar Bela Diri Sejak Dini
Freepik/arso74

Dilansir dari Krav Maga Institute, ada beberapa alasan pro dan kontra seputar apakah perlu seorang anak belajar bela diri. Simak pro dan kontranya berikut ini:

Pro:

Belajar bela diri dapat mengajarkan anak-anak untuk menghindari situasi berbahaya. Anak perlu menyadari ada bahaya yang mengintai di dunia, dan ia perlu tahu apa yang harus dilakukan jika didekati oleh orang asing.

Selain itu, belajar bela diri dapat membangun kepercayaan diri, karena memberi anak keterampilan yang dibutuhkan untuk membela diri. Ketika memiliki pengetahuan praktis dan keterampilan bela diri, seorang anak akan merasa lebih percaya diri untuk membela dirinya sendiri.

Belajar bela diri juga akan diingat anak sepanjang hidup. Semakin dini seorang anak belajar bela diri, semakin besar kemungkinan itu akan berubah menjadi naluri.

Kontra:

Namun, belajar bela diri bisa membuat  anak berada di dalam rasa aman yang palsu. Sementara bela diri memang mengajarkan anak untuk membela diri, beberapa anak mungkin melebih-lebihkan kekuatannya sendiri dan membawa diri ke dalam situasi berbahaya.

Membiarkan anak-anak percaya bahwa ia tidak tersentuh, bisa berbahaya karena ia hanya tahu beberapa gerakan dan teknik bela diri.

Ini juga bisa mengajari anak-anak untuk melakukan kekerasan dengan anak-anak lain. Gerakan defensif yang dipelajari seorang anak bisa mudah berubah menjadi gerakan ofensif.

Mengajarkan bela diri bersamaan dengan nilai-nilai moral, dapat menjauhkan anak dari masalah di atas. Maka penting bagi orangtua untuk tetap mengajarkan anak kapan bela diri boleh digunakan. Seperti pada saat kondisi di mana anak sudah terpojokkan dan tidak bisa mendapatkan pertolongan dari orang dewasa.

Lalu apa saja gerakan dasar bela diri yang perlu diketahui anak?

1. Mengetahui bagian mana yang harus dipukul

1. Mengetahui bagian mana harus dipukul
Freepik/Somemeans

Langkah terpenting saat belajar bela diri adalah mengetahui bagian mana yang harus dipukul. Menurut Tech News Era, agar teknik ofensif dan defensif efektif, ini perlu diperhitungkan. Penting untuk berlatih di mana harus memukul penyerang.

Buatlah ini menjadi hal-hal sederhana yang mudah diingat, seperti menargetkan lutut, selangkangan, dan kepala. Pukulan ke lutut cenderung sangat efektif karena cenderung sulit diblokir. Membidik leher, mata, telinga, dan hidung dapat membantu menghentikan penyerang.

2. Membuat tinju yang tepat

2. Membuat tinju tepat
Freepik

Kedengarannya mungkin sederhana, tetapi faktanya banyak orang yang belum tahu cara membuat tinju yang benar dan efektif.

Dilansir dari Vigor it Out, tinju yang tepat adalah jenis tinju yang dirancang untuk membuat dampak yang menyakitkan. Keempat jari harus ditekuk rapat sebelum ditutup oleh ibu jari di bagian luar.

Tinju yang buruk dapat menyebabkan lebih banyak rasa sakit pada anak yang melemparkan pukulan. Tinju yang tepat akan membantu memastikan bahwa anak tidak melukai ibu jarinya saat ia melakukan kontak dengan pelaku.

Editors' Picks

3. Posisi "Kembali"

3. Posisi "Kembali"
Freepik/Yana.aybazova

Posisi "Kembali" menunjukkan kepercayaan diri serta keengganan untuk mundur. Ajari anak cara berdiri dengan satu kaki menghadap ke depan penyerang. Sikap ini membantu menciptakan keseimbangan yang solid.

Anak kemudian harus menarik tinjunya sebelum berteriak "Kembali!" sekeras mungkin. Sikap ini menyatakan bahwa anak siap berkelahi dan bukan sasaran empuk. Langkah tersebut kemungkinan akan menyebabkan si penindas pergi.

4. Serangan lurus

4. Serangan lurus
Freepik/Master1305

Kebanyakan orang secara naluriah ingin meninju penyerang ketika menghadapi bahaya. Meskipun mampu mendaratkan pukulan yang kuat bisa efektif, ini hanya akan berhasil jika penyerang tidak siap untuk memblokir. Pukulan lurus adalah langkah yang lebih efektif.

Ini adalah pukulan telapak tangan terbuka yang menargetkan wajah atau leher. Untuk melakukan gerakan secara efektif, anak harus melenturkan tangannya agar terbuka.

Menekuk siku untuk mendapatkan momentum, dan harus menggunakan semua kekuatannya untuk mendorong telapak tangan ke tenggorokan atau wajah penyerang.

5. Pukulan berulang

5. Pukulan berulang
Freepik/user11472009

Langkah pertahanan penting yang akan membantu setiap anak adalah pukulan berulang. Satu pukulan mungkin tidak cukup apalagi jika penyerang mampu memulihkan diri dengan cepat. Sambil mengepalkan tangan, anak harus memukul dan terus memukul, seperti memukul genderang.

Bidik hidung lawan, dan jika orang jahat itu mencoba meraih tangan anak, maka anak harus cepat memukul lengannya. Pukulan berulang di dada dan wajah bisa mengatasinya. Pukulan di hidung, bahkan jika itu dari anak-anak, akan membuat air mata menetes.

6. Serangan kaki

6. Serangan kaki
Freepik/Master1305

Mama dapat mengajari anak cara menggunakan kakinya untuk menyebabkan kerusakan. Menginjak orang jahat akan menghentikannya atau setidaknya memperlambatnya. Pergerakan serangan lutut dapat digunakan bahkan ketika anak menghadapi lawan yang lebih besar.

Anak harus mengangkat lutut sebelum menginjak dengan keras menggunakan tumit kaki. Menargetkan kaki orang jahat akan menimbulkan banyak rasa sakit dan juga menghentikan gerakan. Gerakan ini dapat digunakan untuk membuka peluang pukulan berulang.

7. Bahasa tubuh percaya diri

7. Bahasa tubuh percaya diri
Freepik/SDM ProdStudio

Salah satu hal terbaik yang dapat Mama ajarkan kepada anak tentang pertahanan diri adalah menjadi percaya diri. Bahasa tubuh yang percaya diri dan harga diri yang sehat dapat membantu mencegah intimidasi.

Seorang anak yang kurang percaya diri tampak lemah, bisa menjadikannya sasaran empuk. Ajari anak cara berjalan dengan percaya diri dan menggunakan postur yang baik. Melakukan kontak mata dan berjalan dengan tujuan adalah kebiasaan yang bisa dipelajari.

Nah itulah beberapa informasi seputar pentingnya belajar bela diri dan macam-macam bela diri yang perlu anak pelajari. Banyak orangtua masih menyamakan bela diri dengan berkelahi atau memukul balik. Namun, belajar bela diri lebih berkaitan dengan menyadari lingkungan dan menjadi percaya diri.

Anak yang belajar percaya diri, secara naluriah akan menjauhkan dirinya dari para pengganggu. Ajari anak untuk memercayai nalurinya dan selalu waspada terhadap orang-orang di sekitarnya, dengan bersikap tegas dan menggunakan suara yang kuat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk