10 Kebiasaan Perawatan Kulit Remaja yang Memperburuk Jerawat

Tanpa disadari, kebiasaan remaja ini justru malah menimbulkan breakout

24 Mei 2021

10 Kebiasaan Perawatan Kulit Remaja Memperburuk Jerawat
Freepik/Nastyaofly

Merawat wajah sudah seharusnya menjadi bagian dari rutinitas harian anak remaja. Ini adalah sesuatu yang sederhana yang anak lakukan untuk menjaga kulit terlihat bersih dan sehat. Namun, yang mungkin tidak disadari adalah bahwa anak mungkin melakukannya dengan salah.

Dari menggosok terlalu keras hingga memilih pembersih yang salah. Kebiasaan kurang tepat yang anak lakukan sebagai bagian dari rutinitas perawatan kulit, sebenarnya dapat menyebabkan munculnya jerawat pada kulit anak.

Apa saja kebiasaan dalam penggunaan skincare yang justru memperparah jerawat? Simak informasinya yang telah Popmama.com rangkum di bawah ini!

1. Coba perawatan jerawat baru setiap minggu atau lebih

1. Coba perawatan jerawat baru setiap minggu atau lebih
Freepik/Victoriafly

Mempunyai masalah pada jerawat seringkali membuat remaja panik dan ingin buru-buru menghilangkannya dengan cara mencari produk yang tepat dan paling cocok untuknya. Namun, mengganti perawatan baru setiap minggu atau lebih justru dapat mengiritasi kulit, yang dapat menyebabkan munculnya jerawat.

Yang harus dilakukan: Berikan waktu perawatan jerawat untuk bekerja. Sebaiknya anak tetap konsisten untuk menggunakan perawatan kulit yang sama selama 6 hingga 8 minggu. Butuh waktu lama untuk melihat peningkatan. Jika ia tidak melihat peningkatan apa pun saat itu, anak dapat mencoba produk lain. Pembersihan kulit lengkap biasanya membutuhkan waktu 3 sampai 4 bulan.

2. Menggunakan obat jerawat hanya pada jerawatnya saja

2. Menggunakan obat jerawat ha jerawat saja
Freepik/Mayakruchankova

Saat muncul jerawat, remaja umumnya lebih berfokus menghilangkan jerawat bukan mencegah munculnya jerawat untuk datang lagi. Walaupun ini masuk akal untuk memperlakukan apa yang anak lihat, tetapi pendekatan ini gagal mencegah munculnya jerawat baru.

Yang harus dilakukan: Untuk mencegah noda baru, oleskan lapisan tipis obat jerawat secara merata pada area kulit yang rentan berjerawat. Misalnya, jika anak cenderung berjerawat di dahi, hidung, dan dagu, anak sebaiknya menerapkan perawatan jerawat secara merata di semua area wajah ini.

3. Menggunakan produk perawatan kulit dan rambut yang menimbulkan jerawat

3. Menggunakan produk perawatan kulit rambut menimbulkan jerawat
Freepik/Beststudio

Menurut American Academy of Dermatology Association, beberapa riasan, bersama dengan banyak produk perawatan kulit dan rambut, mengandung minyak atau bahan lain yang dapat menyebabkan munculnya jerawat. Jika anak terus menggunakannya, jerawat mungkin akan terus bermunculan.

Yang harus dilakukan: Gunakan hanya riasan, tabir surya, kulit, dan produk perawatan rambut yang berlabel "non-comedogenic" atau "tidak akan menyumbat pori-pori". Pori-pori yang tersumbat, bercampur dengan minyak berlebih dan kotoran dapat memunculkan jerawat baru. Sehingga anak perlu lebih berhati-hati dalam memilih perawatan kulit dan rambut.

4. Tidak mengenakan tabir surya atau menggunakannya dengan salah

4. Tidak mengenakan tabir surya atau menggunakan salah
Freepik/Tanyaandalina

Mengenakan tabir surya adalah cara tepat untuk melindungi kulit remaja dari kerusakan akibat sinar UV dan juga membantu mengurangi risiko kanker kulit.

Dilansir dari forhers.com, meskipun paparan sinar matahari penting untuk memproduksi Vitamin D, terlalu banyak dapat membuat kulit menjadi kering. Ketika kulit menjadi terlalu kering, ini mengimbangi dengan meningkatkan produksi minyak.

Hasilnya adalah kulit berminyak dan berminyak yang menyebabkan pori-pori tersumbat dan sering berjerawat.

Kesalahan umum lainnya adalah memakai terlalu banyak atau tidak mengaplikasikannya dengan benar. Mengenakan lapisan tabir surya yang tebal dapat menyumbat pori-pori dan mencegahnya bernapas dengan baik, sehingga meningkatkan risiko munculnya jerawat.

Yang harus dilakukan: Carilah tabir surya bebas minyak, non-komedogenik 30 SPF atau di atas yang tidak akan menyumbat pori-pori Anda atau mengiritasi kulit. Oleskan tabir surya secara merata sekitar 10 hingga 15 menit sebelum anak beraktifitas di luar ruangan, sehingga memiliki kesempatan untuk menyerap di kulit dan menjadi aktif.

Editors' Picks

5. Mencuci wajah berulang kali

5. Mencuci wajah berulang kali
Healthline.com

Mungkin pemikiran ini dianggap masuk akal, jika mencuci wajah dapat menghilangkan debu, kotoran, dan minyak yang menghasilkan jerawat. Sayangnya, mencuci wajah beberapa kali sehari dapat semakin mengiritasi kulit, yang menyebabkan lebih banyak jerawat.

Yang harus dilakukan: Remaja hanya perlu mencuci muka dua kali sehari, yaitu saat bangun di pagi hari dan sebelum tidur di malam hari. Anak juga sebaiknya mencuci muka setelah menyelesaikan aktivitas yang membuatnya berkeringat.

6. Mengeringkan kulit secara berlebihan

6. Mengeringkan kulit secara berlebihan
Freepik/Maria.symchych

Kulit yang berjerawat memang berminyak, sehingga anak tergoda untuk mengoleskan toner atau perawatan jerawat lainnya hingga wajah terasa kering. Namun hal ini tak boleh dilakukan ya. Kulit kering adalah kulit yang teriritasi. Setiap kali anak mengiritasi kulit, ia justru berisiko terkena lebih banyak jerawat.

Yang harus dilakukan: Gunakan perawatan jerawat sesuai petunjuk. Jika kulit terasa kering, gunakan pelembab yang dibuat untuk kulit berjerawat. Anak juga perlu mengoleskan pelembab dua kali sehari, setelah mencuci muka. Jika perlu, anak dapat menghindari penggunaan astringen, alkohol gosok, dan apa pun yang dapat mengeringkan kulit berlebihan.

7. Menggosok kulit dengan sabun cuci scrub dengan kasar

7. Menggosok kulit sabun cuci scrub dengan kasar
Freepik/User15512728

Untuk menghilangkan jerawat, anak mungkin tergoda untuk menggosok kulit hingga bersih. Tetapi ingatkan anak bahwa, menggosok kulit dengan sabun cuci scrub secara berlebihan dan kasar dapat mengiritasi kulit dan akhirnya menyebabkan timbulnya jerawat.

Yang harus dilakukan: Bersikaplah lembut saat mencuci wajah dan kulit lain yang berjerawat. Remaja juga perlu menggunakan pembersih ringan nonkomedogenik. Oleskan pembersih dengan lembut menggunakan ujung jari, lalu bersihkan wajah dengan gerakan memutar. Bilas dengan lembut dengan air hangat, hanya menggunakan jari. Kemudian tepuk-tepuk kulit hingga kering dengan handuk bersih.

8. Menggosok keringat dari kulit saat berolahraga

8. Menggosok keringat dari kulit saat berolahraga
Freepik

Remaja yang aktif berolahraga mungkin tak sadar bahwa menggunakan handuk untuk menghilangkan keringat secara kasar dapat mengiritasi kulitnya, hal ini juga dapat menyebabkan munculnya jerawat.

Yang harus dilakukan: Saat berolahraga, gunakan handuk bersih dan tepuk-tepuk lembut keringat dari kulit.

9. Memencet atau menggaruk jerawat

9. Memencet atau menggaruk jerawat
Freepik/Mayakruchankova

Saat anak memencet atau menggaruk jerawat, kemungkinan besar ia akan mendorong sebagian yang ada di dalamnya, misalnya nanah, sel kulit mati, atau bakteri lebih dalam ke kulit Anda. Jika ini terjadi, anak justru meningkatkan peradangan. Hal ini dapat menyebabkan jerawat yang lebih terlihat dan terkadang jaringan parut serta nyeri.

Yang harus dilakukan: Tahan godaan untuk memencet atau menggaruk jerawat. Sebaiknya anak perlu mengobati jerawat dengan obat jerawat. Jika anak memiliki jerawat yang dalam atau menyakitkan, segera ajak ia menemui dokter kulit untuk membantu membersihkan jerawatnya.

10. Sering menyentuh wajah dengan tangan kotor

10. Sering menyentuh wajah tangan kotor
Freepik

Sehari-hari anak sering menyentuh wajah, memegang jerawatnya, menggaruk hidung, menyisir rambut dari wajah, meletakkan wajah di telapak tangan, memperbaiki riasan, menggaruk dahi yang gatal.

Sebuah studi dalam jurnal American Journal of Infection Control mengatakan bahwa, rata-rata orang melakukan 23 sentuhan per jam, dengan hampir setengahnya melibatkan kontak antara tangan dan lendir dari hidung, mata dan mulut.

Yang harus dilakukan: Jaga tangan anak tetap bersih dan praktikkan mencuci tangan dengan benar dengan sabun. Ingatkan anak untuk selalu berhati-hati dan waspada saat menyentuh wajah.

Nah itulah beberapa kebiasaan dalam penggunaan skincare yang justru membuat kulit semakin berjerawat.

Dengan membuat beberapa penyesuaian sederhana untuk memperbaiki kesalahan umum pada rutinitas perawatan kulit remaja, Mama dapat membantu anak dalam meningkatkan kesehatan kulitnya dan juga mengurangi frekuensi munculnya jerawat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.