Tanda Anak Mengalami Kecanduan pada Konten Pornografi

Dampak kecanduan pornografi bisa seperti kecanduan narkoba

19 Agustus 2020

Tanda Anak Mengalami Kecanduan Konten Pornografi
Freepik/Khromkrathok

Teknologi yang semakin maju membuat beberapa orangtua memilih untuk memberikan gadget pada anak dari usia dini, tak lain untuk menghibur atau untuk mengisi waktu luang anak. Walaupun tidak sepenuhnya salah, namun gadget juga bisa membawa dampak negatif.

Salah satunya adalah konten pornografi, yang kini cenderung lebih mudah diakses oleh anak-anak. Sedangkan,tidak hanya bagi orang dewasa saja, pornografi bisa menimbulkan kecanduan pada anak-anak yang menyaksikannya secara terus menerus.

Dalam jangka panjang, kecanduang pornografi bisa memicu berbagai dampak buruk, seperti mengganggu konsentrasi anak, hingga anak rentan menjadi pelaku kejahatan seksual.

Berikut ini Popmama.com akan membahas tanda-tanda anak yang sudah kecanduan pornografi, tujuannya untuk memberikan pengawasan dan penanganan khusus bagi anak. Yuk simak informasinya berikut ini:

Editors' Picks

1. Anak mungkin mendapatkan rasa senang walaupun belum memiliki pemahaman cukup

1. Anak mungkin mendapatkan rasa senang walaupun belum memiliki pemahaman cukup
Pexels/Andrea Piacquadio

Dr. Eva Devita Harmoniati Sp.A(K) sebagai Ketua Satgas Perlindungan Anak ikatan Dokter Indonesia (IDAI) mengatakan, ketika anak menyaksikan konten pornografi, mereka tetap mungkin mendapatkan rasa kesenangan, meskipun sebetulnya belum memiliki pemahaman cukup.

Kesenangan itulah yang kemudian akan merangsang melepaskan hormon dopamin yang menimbulkan rasa senang.

Pada kesempatan itulah berikutnya anak akan mencari-cari kembali apa yang membuatnya senang pada saat itu, dan kembali mengakses pornografi. Jika dilakukan terus-menerus, anak bisa mengalami kecanduan.

2. Tanda-tanda anak yang kecanduan pornografi dampaknya bisa seperti kecanduan narkoba

2. Tanda-tanda anak kecanduan pornografi dampak bisa seperti kecanduan narkoba
Freepik

"Penelitian menunjukkan kecanduan pornografi dampaknya bisa seperti kecanduan narkoba." ujar dr. Eva pada Instagram Live-nya bersama IDAI.

Kecanduan pada pornografi bisa menyebabkan fungsi-fungsi dalam kehidupan anak menjadi terganggu, Untuk itu Mama dan Papa perlu mencegahnya sebelum itu terjadi, bahkan mencegahnya sejak sebelum anak mengakses internet.

Ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai oleh orangtua, antara lain:

  • Ketika anak mulai suka bersembunyi untuk mengakses internet
  • Ketika anak mulai tidak bisa dipisahkan dari gadgetnya
  • Ketika anak mulai menunjukkan kegelisahan ketika tidak bisa mengakses internet
  • Ketika anak mulai menunjukkan perilaku agresif ketika gadgetnya diambil
  • Ketika anak mulai menunjukkan perilaku seksual yang menyimpang, seperti memainkan alat kelaminnya
  • Atau ketika anak tertangkap suka menjahili adik atau temannya yang berlawanan jenis kelamin

Dr. Eva juga mangatakan bahwa perlu melakukan terapi jika anak sudah kecanduan pornografi. Orangtua bisa membawa anak ke dokter spesialis tumbuh kembang anak ataupun ke psikiater.

3. Cara mencegah anak yang belum cukup umur agar tidak mengakses konten pornografi

3. Cara mencegah anak belum cukup umur agar tidak mengakses konten pornografi
Freepik/Tirachardz

Untuk mencegah anak yang belum cukup umur mengakses konten pornografi hingga menjadi kecanduan, Mama bisa melakukan beberapa cara.

Misalnya dengan memberi informasi pada anak tentanng apa yang boleh diakses di internet dan tidak boleh. Lakukan hal ini sejak anak pertama kali diperbolehkan mengakses internet.

"Mudah-mudahan anak bisa dilindungi semaksimal mungkin agar terlindung dari konten pornografi, terutama dampak panjang," ungkap dr Eva.

Selain itu, Mama juga bisa membuat aturan atau batasan yang disepakati bersama dengan anak, serta jelaskan alasan batasan-batasan tersebut pada anak. Komunikasikan dengan baik sejak awal mengenai alasan pembatasan itu, serta apa saja dampaknya bagi masa depan anak.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.