"Kalo kamu lagi ngerasa kecil sekarang, jangan berhenti ya,” pesannya yang menjadi penguat bagi siapa saja yang sedang berjuang di titik terendah agar tidak pernah menyerah.
Kisah Farel Putra Albana, Bangkit Dari Bullying Hingga Sukses

Farel Putra Albana pernah mengalami perundungan berat saat SMP, termasuk kekerasan fisik dan verbal yang membuatnya kehilangan semangat belajar serta kepercayaan diri.
Dukungan sang Mama menjadi titik balik penting ketika Farel gagal masuk SMA negeri, memberinya semangat untuk terus berjuang meski kondisi ekonomi keluarga sulit.
Berawal dari jualan risol hingga jadi kreator konten sukses, Farel kini mandiri, aktif di kampus, dan dikenal karena kisah inspiratifnya bangkit dari masa lalu kelam.
Perjalanan hidup seringkali tidak semulus yang dibayangkan, seperti yang dialami oleh Farel Putra Albana atau yang lebih dikenal melalui akun Instagram @al._bana.
Di balik kesuksesannya sebagai kreator konten yang kini memiliki 85 ribu pengikut di Instagram dan 500 ribu pengikut di TikTok @putraalbana, Farel menyimpan kisah masa lalu yang penuh dengan luka akibat perundungan atau bullying yang sangat hebat saat duduk di bangku SMP.
Namun, alih-alih menyerah pada keadaan, Farel memilih untuk bangkit dan membuktikan bahwa masa depan yang cerah bisa diraih dengan kerja keras dan restu dari orangtua.
Berikut Popmama.com rangkum 5 fakta perjuangan Farel Putra Albana yang sangat menyentuh hati!
Table of Content
1. Trauma masa lalu akibat perundungan di bangku SMP

Masa remaja Farel diwarnai dengan pengalaman pahit yang sangat membekas di ingatan karena ia menjadi korban perundungan.
Farel menceritakan bahwa dirinya pernah dikencingi oleh teman-temannya, dikunci di dalam perpustakaan, hingga seragam sekolahnya dicoret-coret tanpa ada seorang pun yang membela dirinya saat itu.
Tidak hanya kekerasan verbal, ia juga mengalami kekerasan fisik seperti disundut rokok serta menjadi korban pencurian ponsel dan jaket oleh teman-temannya sendiri di sekolah.
Tekanan yang begitu besar membuat Farel sering absen sekolah karena merasa takut untuk bertemu dengan para pelaku, hingga orangtuanya sering dipanggil oleh pihak sekolah tanpa mengetahui alasan yang sebenarnya.
Farel tidak berani jujur karena merasa terancam, padahal saat SD ia adalah murid berprestasi yang selalu juara satu dan aktif mengikuti berbagai lomba namun kehilangan arah akibat lingkungan yang kejam.
2. Peran luar biasa sang Mama saat Farel merasa gagal

Titik terendah Farel terjadi ketika ia gagal masuk ke SMA negeri dan merasa hidupnya tidak memiliki harapan lagi di tengah kondisi ekonomi keluarga yang sedang berjuang.
Namun, di saat itulah peran sang Mama menjadi pelita bagi Farel karena selalu memberikan semangat tanpa henti dan memintanya untuk menjalani setiap proses hidup dengan sabar meskipun masa depan terasa gelap.
Sang Mama tetap mengusahakan agar Farel bisa masuk ke SMA swasta walaupun saat itu belum tahu dari mana biaya untuk membayar uang sekolahnya akan didapatkan.
Merasa tidak enak dengan beban orangtua, Farel sempat meminta untuk pindah ke sekolah yang lebih terjangkau, namun semangat dari sang Mama lah yang membuatnya bertahan untuk terus melangkah maju.
3. Memulai karier dari jualan risol

Demi meringankan beban orangtuanya, Farel mulai berjualan berbagai macam barang di sekolah mulai dari risol, kripca (keripik kaca), hingga piala yang semuanya ia kerjakan sendiri dengan penuh ketekunan.
Sambil berjualan, ia juga mulai memberanikan diri membuat konten di media sosial meskipun pada awalnya ia sering dihujat karena memiliki cara bicara yang cadel.
Namun, Farel tidak menganggap kecadelannya sebagai kekurangan melainkan sebuah keunikan yang justru membuatnya viral dan mulai dikenal luas oleh publik melalui konten-konten menarik seperti school tour.
Pelan-pelan, berbagai merek mulai mengajak kerja sama hingga ia mendapatkan gaji pertama yang langsung ia berikan sepenuhnya kepada sang Mama untuk membeli baju baru sebagai bentuk bakti.
Uang hasil kerja kerasnya itu pun akhirnya terkumpul dan bisa ia gunakan sendiri untuk membayar SPP sekolah, membeli ponsel baru, hingga membeli motor sendiri dari keringatnya tanpa menyusahkan orangtua lagi.
4. Mewujudkan mimpi masa kecil dan menjadi guru bimbel

Kesuksesan yang diraih Farel tidak membuatnya lupa diri, melainkan ia gunakan untuk mewujudkan keinginan-keinginan kecilnya di masa lalu yang sempat tertunda karena keterbatasan biaya.
Salah satunya adalah merayakan ulang tahun di restoran, sebuah mimpi sederhana waktu kecil yang akhirnya bisa ia wujudkan sendiri setelah berjuang keras dari nol.
Menariknya lagi, Farel yang dulu sangat ingin mengikuti les tambahan namun tidak mampu, kini justru berhasil menjadi guru bimbingan belajar (bimbel) untuk persiapan SNBT bagi para pejuang masuk perguruan tinggi.
5. Aktif berorganisasi dan jadi duta kampus

Kini, kehidupan Farel sudah berubah drastis di mana ia aktif mengikuti berbagai organisasi di kampus dan bahkan terpilih menjadi duta kampus yang sering diundang ke berbagai acara resmi perguruan tinggi.
Di tengah kesibukannya kuliah, Farel tetap melakoni berbagai pekerjaan sampingan mulai dari menjadi SPB, kru Wedding Organizer, hingga concierge demi bisa terus membahagiakan keluarganya dan mengajak mereka jalan-jalan.
Saat ini ia sudah bisa hidup mandiri dengan mengekos sendiri yang perlahan-lahan diisi dengan barang-barang hasil kerja kerasnya sendiri dari berbagai kolaborasi merek.
Kisah Farel mengajarkan bahwa luka masa lalu bisa diubah menjadi kekuatan besar. Jangan pernah berhenti berjuang karena setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya bagi mereka yang tidak menyerah.
Bagaimana perasaan Mama setelah membaca perjuangan hebat Farel yang kini sukses membahagiakan orangtuanya ini?



















