Pilu! Seorang Anak Berteriak Saat Sang Mama Mengajaknya Bunuh Diri

Kasus tersebut terjadi akibat masalah keuangan, begini cara mengatasinya!

14 Februari 2019

Pilu Seorang Anak Berteriak Saat Sang Mama Mengajak Bunuh Diri
thesun.co.uk

Akibat terlilit hutang besar, seorang perempuan yang bernama Jessy Paola Moreno Cruz dan putranya yang masih berusia 10 tahun, May Ceballos diketahui bunuh diri di jembatan Kolombia.

Tak mengindahkan bujukan dari tim penyelamat, Jessy yang memeluk putranya langsung terjun dari jembatan La Variante di Ibague, kawasan Tolima.

Dilansir dari The Sun pada Selasa (12/2), keputusan untuk terjun dari jembatan 100 meter itu akhirnya menewaskan mereka berdua.

Media lokal merilis catatan Jessy yang mengungkapkan masalah finansial yang dihadapi membuatnya terpaksa meninggalkan rumah.

Dalam kondisi terjepit, ia memilih meminjam uang dari rentenir berbahaya dengan pembayaran bunga antara 20 hingga 40 persen.

Setelah rentenir itu menagih pembayaran dan mengancamnya, perempuan berusia 32 tahun itu merasa bunuh diri adalah satu-satunya jalan.

Dalam suratnya, Jessy menuturkan dia tidak bisa berhenti memikirkan dampaknya jika sang Putra diancam karena masalah hutang tersebut.

"Jadi, saya lebih suka jika kita meninggalkan dan melupakan saja dunia ini," tulis Jessy dalam suratnya. Ia melanjutkan bahwa dirinya merasa tak berdaya dan dipermalukan karena laki-laki yang ia cintai meninggalkannya.

Jessy mengutarakan bahwa segala yang ia kerjakan dan perjuangkan menjadi sia-sia.

Tak hanya itu, Jessy pun menuturkan bahwa ia merasa telah mengecewakan putranya karena tak bisa membayar biaya sekolah maupun punya uang untuk membeli makanan.

"Mama minta maaf karena telah membuatmu kecewa nak. Setiap hari diisi oleh ancaman, utang, dan kurangnya kasih sayang. Mama tak bisa lagi menanggungnya," ucapnya.

"Kini, Mama tak akan membuatmu kecewa lagi nak. Tidak akan ada orang yang akan menyakiti kita lagi," tutup surat Jessy.

Tak lama setelah terjun ke sungai, jenazah keduanya akhirnya ditemukan. Pemakaman mereka berdua pun turut dihadiri oleh kerabat dan warga sekitar.

Mengetahui bahwa kasus finansial tersebut bisa saja terjadi pada Mama, terutama bagi orangtua tunggal, maka dari itu berikut Popmama.com telah merangkum 5 langkah mudah mengatur keuangan untuk single Mama.

1. Hitung semua aset yang ada

1. Hitung semua aset ada
Pexels/Breakingpic

Kini saatnya Mama menghitung kembali berapa jumlah aset yang dimiliki, seperti rumah, kendaraan, perhiasan, dan aset lainnya, yang memiliki nilai tunai atau dapat diuangkan.

Jika pasangan meninggal dunia, maka tentu ada asuransi jiwa yang dapat dicairkan oleh ahli waris yang bersangkutan.

Kumpulkan nilai asuransi tersebut bersama aset lainnya sehingga kita bisa mengukur secara keseluruhan jumlah aset atau kekayaan yang dimiliki.

2. Buatlah daftar hutang yang harus dibayar

2. Buatlah daftar hutang harus dibayar
Unsplash/Glenn Carstens-Peters

Dengan membuat daftar kewajiban finansial yang harus dibayar, maka Mama bisa merencanakan pembayaran untuk kewajiban tersebut sesuai dengan aset yang dimiliki.

Setidaknya untuk jangka waktu beberapa bulan sebelum kondisi keuangan pulih kembali.

Editors' Picks

3. Tentukan skala prioritas

3. Tentukan skala prioritas
pixabay.com/JESHOOTcom

Mungkin selama beberapa waktu kondisi keuangan keluarga tidak stabil.

Pada masa-masa ini, pengeluaran haruslah diprioritaskan untuk pos-pos yang wajib dibayar setiap bulan, seperti listrik, air, keamanan lingkungan, SPP sekolah, dan lain-lain.

Kesampingkan dahulu pengeluaran yang tidak terlalu penting, seperti membeli pakaian, aksesoris, makan di luar, dan sebagainya.

Sadarlah bahwa pendapatan atau penghasilan yang diperoleh tidak sebanyak sebelumnya, sehingga kita harus lebih hati-hati mengeluarkannya.

4. Mencari pendapatan baru

4. Mencari pendapatan baru
Pixabay/kaboompics

Tidak mudah memang menjadi seorang single Mama, selain menjadi tulang punggung satu-satunya dalam keluarga dalam urusan mencari nafkah, Mama juga harus mendidik dan mengurus keluarga.

Sama seperti keluarga lainnya, single Mama pun harus mampu mengalokasikan dan menyiapkan pendapatan untuk kehidupan sehari-hari, pengeluaran mendadak, dan pengeluaran jangka panjang.

Untuk ini diperlukan tenaga dan pikiran yang lebih kreatif untuk mencari tambahan penghasilan.

Tidak perlu memikirkan terlalu jauh jenis usaha yang bisa digunakan untuk mencari tambahan penghasilan, galilah potensi dalam diri dan maksimalkan.

Menjalani usaha atau bisnis yang berawal dari passion akan terasa lebih mudah dan enjoy, sehingga beban sebagai single Mama akan sedikit berkurang.

5. Belajar berinvetasi

5. Belajar berinvetasi
Pixabay/nattanan23

Lakukan investasi di dalam keuangan, agar keluarga memiliki jaminan masa depan di masa yang akan datang.

Tidak harus dalam jumlah besar saja, Mama juga bisa melakukan investasi dalam jumlah yang kecil terlebih dahulu, tentunya yang sesuai dengan kondisi keuangan Mama saat ini.

Namun sangat penting untuk selalu berhati-hati dalam memilih instrumen investasi, terutama bagi Mama yang belum terbiasa dan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai hal ini.

Berinvestasilah dalam berbagai instrumen yang jelas dan memiliki risiko yang rendah, agar uang tidak hilang dan menguap dengan percuma.

Jangan lupa untuk melakukan investasi dalam beberapa instrumen, agar risiko dapat terbagi dan keuangan tetap memiliki jaminan yang baik di dalam investasi yang Mama lakukan tersebut.

Nah, itulah beberapa fakta mengenai kasus bunuh diri Mama dan anaknya yang diakibatkan oleh masalah finansial.

Tak hanya itu, Popmama.com juga memberikan beberapa solusi yang dapat single Mama lakukan untuk mengatur keuangan keluarga agar tidak terlilit hutang dan berujung stres.

Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran.

Baca juga: