10 Cara Membuat Anak Memiliki Mental yang Kuat

Ini yang harus Mama lakukan agar si Anak kuat mental dalam menghadapi kerasnya kehidupan

5 Februari 2021

10 Cara Membuat Anak Memiliki Mental Kuat
Pixabay/Foundry_life

Bunuh diri tak hanya dilakukan oleh orang dewasa. Kita pernah dikejutkan oleh siswa yang melompat dari lantai atas, karena merasa tak kuat menghadapi kehidupannya. Bagaimana agar hal tersebut tak terulang?

Salah satu faktor yang bisa mencegah hal seperti itu adalah mendidik anak sehingga memiliki mental yang kuat. 

Amy Morin adalah seorang psikoterapi dan pengajar di Massachusetts, AS dan telah memublikasikan buku-buku terkait kekuatan mental.

Dalam laman Verywellfamily, ia memaparkan bahwa anak-anak yang kuat mental adalah anak yang mampu menghadapi masalah yang terjadi pada dirinya, mampu bangkit dari keterpurukan, serta mampu menghadapi kerasnya kehidupan.

Menurut Amy, kekuatan mental bukanlah mengenai berpura-pura kuat atau menekan emosi yang dirasakan. Bukan juga terlihat tak punya belas kasih atau bersikap menantang. Alih-alih, anak-anak yang secara mental kuat adalah anak-anak yang tabah, memiliki keberanian dan percaya diri dalam mencapai potensi terbaik mereka.

Terkait hal ini, Popmama.com telah merangkum 10 cara agar mental kuat dan berani pada anak .

1. Ajarkan keterampilan spesifik

1. Ajarkan keterampilan spesifik
Pixabay/Mandyme27

Ada beberapa keterampilan spesifik yang dibutuhkan oleh anak agar ia siap menghadapi kehidupan kelak. Seperti keterampilan menyelesaikan masalah, bagaimana mengontrol keinginan sesaat, dan cara mendisiplinkan dirinya sendiri.

Keterampilan ini akan membantu anak untuk belajar bagaimana bersikap produktif, bahkan saat ia mengahadapi godaan serta situasi yang sulit, dan kegagalan yang rumit.

2. Biarkan anak membuat kesalahan

2. Biarkan anak membuat kesalahan
Pixabay/Myriams-Fotos

Ajarkan anak bahwa kesalahan yang ia perbuat adalah bagian dari proses belajar.  Buatlah ia paham bahwa kesalahan adalah hal yang biasa terjadi dalam kehidupan. Dengan demikan, ia tidak akan malu jika melakukan kesalahan tersebut. 

Namun Mama jangan membiarkan si Anak begitu saja. Berdiskusilah dengannya, tentang bagaimana mengindari kesalahan yang sama di waktu mendatang. Dengan demikian ia akan belajar mengenai banyak hal. 

3. Ajarkan anak bagaimana caranya berdiskusi dengan diri sendiri

3. Ajarkan anak bagaimana cara berdiskusi diri sendiri
Pixabay/truthseeker08

Hal ini dapat dilakukan dengan catatan, ia berdiskusi dengan dirinya sendiri dengan cara yang sehat. Pikiran negatif akan membuatnya menyalahkan diri sendiri dan membayangkan kegagalan bahkan sebelum ia memulainya.

Ajari anak untuk berdiskusi dengan dirinya sendiri dalam mempertimbangkan apa yang harus ia lakukan. Dengan demikian ia akan mampu meyakinkan dirinya sendiri dan mengenyahkan pikiran negatif dan berpikir realistis.

4. Ajari anak untuk menghadapi ketakutan

4. Ajari anak menghadapi ketakutan
Pixabay/Gerd Altmann

Jika anak Mama menghindari hal-hal yang menurutnya menakutkan, ia tak akan bisa mendapatkan kepercayaan diri yang ia butuhkan untuk menghadapi perasaan tak nyaman ini. 

Saat si Anak takut terhadap gelap atau takut saat bertemu orang baru, bantulah untuk menghadapi ketakutan ini tahap demi tahap. Semangati dia, pujlilah usahanya, dan beri penghargaan saat ia sudah menunjukkan keberanian. Dengan begini, ia belajar bahwa ia adalah anak yang mampu keluar dari zona nyamannya.

Editors' Picks

5. Memberi kesempatan si Anak merasa tak nyaman

5. Memberi kesempatan si Anak merasa tak nyaman
Pixabay/Amber McAuley

Pastinya Mama tergoda untuk membantunya saat ia berjuang keras dalam menghadapi sesuatu. Jika Mama membantu, persoalan akan mudah selesai. Namun Ma, saat Mama dengan mudahnya "menyelamatkan" si Anak, maka dengan demikian secara tak langsung Mama malah mudah membuatnya putus asa. 

Biarkan saja saat si Anak mengalami kekalahan, merasa bosan, atau gagal saat menghadapi sesuatu. Namun, tekankan kepadanya bahwa ia harus bertanggungjawab terhadap apa yang telah ia perbuat, bahkan saat ia merasa enggan melakukannya. Dengan dukungan dan arahan, perjuangan ini bisa membantu anak membangun mental yang kuat.

6. Berusaha keras membangun karakternya

6. Berusaha keras membangun karakternya
Pixabay/freeGraphicToday

Ingat Ma, anak membutuhkan kompas moral untuk membantunya memilih pilihan yang sehat. Mama juga harus bekerja keras menanamkan nilai-nilai moral kepada anak Mama sendiri. 

Misalnya, tekankanlah pentingnya kejujuran dan belas kasih, alih-alih menang dengan segala cara.

Anak-anak yang benar-benar memahami nilai akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk memilih pilihan yang baik. Bahkan, saat teman-temannya tak setuju dengan pilihannya.

7. Prioritaskan rasa bersyukur

7. Prioritaskan rasa bersyukur
Pixabay/Elkaaaaaaa

Bersyukur adalah obat yang baik bagi rasa mengasihani diri sendiri, dan juga kebiasaan-kebiasan buruk lain yang bisa menghalangi si Anak untuk memiliki mental yang kuat. 

Mama bisa membantu membukakan mata anak atas segala kebaikan yang ada di sekelilingnya, dan juga di dunia. Dengan demikian, saat ia menjalani hari-hari buruknya, ia akan melihat bahwa ada banyak hal yang masih bisa ia syukuri. Rasa bersyukur ini bisa mendorong mood si Anak dan membuatnya proaktif memecahkan masalah.

8. Tegaskan soal tanggung jawab yang ia harus jalani

8. Tegaskan soal tanggung jawab ia harus jalani
Pixabay/Geralt

Menurut Amy, membangun kekuatan mental itu melibatkan penerimaan tanggung jawab yang harus ia jalani.

Jika si Anak melakukan kesalahan atau bertindak di luar hal yang seharusnya, biarkan ia menjelaskan perbuatannya. Namun, pastikanlah itu adalah penjelasan, bukan alasan.

Jika ternyata si Anak berusaha untuk menyalahkan orang lain atas apa yang ia pikirkan, rasakan, atau lakukan sebelumnya, perbaikilah kelakuan ini. 

9. Ajarkan keterampilan pengaturan emosi

9. Ajarkan keterampilan pengaturan emosi
Pixabay/Engin_Akyurt

Anak tentunya mengalami beragam emosi saat menghadapi hari-harinya. Jangan langsung berusaha menenangkan anak saat ia marah. Jangan pula langsung menghiburnya setiap kali ia merasa sedih. 

Alih-alih, ajarkan ia bagaimana menghadapi emosi terhadap perasaan yang tidak nyaman. Hal ini harus bisa ia lakukan sendiri.

Dengan demikian, ia tak akan bergantung kepada Mama terkait bagaimana mengatur perasaannya.

10. Orangtua harus menjadi role model

10. Orangtua harus menjadi role model
Pixabay/Sasint

Menunjukkan kepada anak bagaimana memiliki mental yang kuat adalah cara terbaik baginya untuk membangun kekuatan mental. Ajaklah si Anak berbincang dan jelaskan tentang target-target dalam hidup Mama. 

Itulah 10 cara agar mental kuat dan berani pada anak. Tunjukkan kepada anak bahwa Mama memang mengambil langkah-langkah tertentu untuk menjadi lebih kuat. Jadikan pengembangan diri serta kekuatan mental sebagai prioritas dalam kehidupan Mama. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.