Gigi Permanen Anak Tak Kunjung Tumbuh, Mungkin Inilah Penyebabnya!

Umumnya pertumbuhan gigi permanen dimulai pada usia 5–6 tahun Ma

8 Februari 2021

Gigi Permanen Anak Tak Kunjung Tumbuh, Mungkin Inilah Penyebabnya
Pixabay/Mojpe

Salah satu perkembangan fisik yang terjadi pada anak ialah pertumbuhan gigi. Namun, perlu Mama ketahui bahwa pertumbuhan gigi anak memiliki proses yang cukup panjang karena terdiri dadi beberapa tahap. 

Dikutip dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak akan mengalami fase pertama tumbuhnya gigi pada usia sekitar 8–14 bulan. Dalam masa ini, gigi yang tumbuh biasanya disebut sebagai gigi sulung atau gigi susu dan memiliki jumlah 20 buah. 

Setelah itu, memasuki usia 5–6 tahun, gigi anak akan mulai tanggal dan digantikan dengan tumbuhnya gigi tetap atau gigi permanen. Anak pun akan memiliki susunan gigi tetap secara utuh sebanyak 32 buah, Ma.

Meski mungkin setiap anak memiliki tumbuh kembang gigi yang berbeda, tetapi orangtua sebaiknya memerhatikan prosesnya dengan cermat. Hal ini karena bisa saja anak memiliki masalah dalam pertumbuhan giginya. 

Misalnya, saat gigi permanen anak mama tidak kunjung tumbuh. Padahal, sudah memasuki usia yang sesuai dengan waktu tumbuh kembang giginya. Lalu, apa penyebabnya ya, Ma? Dan apakah kondisi tersebut berbahaya?

Berikut Popmama.com jelaskan beberapa penyebab yang mungkin dapat mengakibatkan gigi permanen anak belum tumbuh. Dikutip dari berbagai sumber. 

1. Kurangnya ruang di dalam mulut

1. Kurang ruang dalam mulut
Pixabay/Bob_Dmyt

Ketika gigi susu anak mulai tanggal, Mama mungkin akan terus mengamati untuk mengetahui kapan kah waktu tumbuhnya gigi permanen mereka. Bulan demi bulan pun terlewati, tetapi bisa saja gigi permanen anak tak kunjung muncul.

Kondisi yang mungkin menyebabkan gigi permanen anak tidak juga tumbuh, yaitu tidak adanya ruangan. Melansir laman allstardentalclinic, ketidak tersedianya ruang dalam mulut bisa saja menghambat pertumbuhan gigi permanen.

Hal ini karena umumnya gigi susu memiliki ukuran yang lebih kecil dari gigi permanen. Jadi, saat salah satu gigi anak tanggal, gigi permanen mereka mungkin terhalang oleh gigi susu di sekitarnya sehingga tidak kunjung tumbuh, Ma.

Editors' Picks

2. Adanya pengaruh dari genetika atau keturunan

2. Ada pengaruh dari genetika atau keturunan
Pixabay/LisaLiza

Perlu diketahui bahwa setiap anak memiliki proses tumbuh kembang gigi yang berbeda. Biasanya, anak perempuan lebih cepat mendapatkan gigi permanennya karena mereka lebih cepat juga untuk dewasa dibanding anak laki-laki. 

Meski demikian, orangtua tetap tidak boleh mengabaikan jika gigi permanen anak mereka tak kunjung tumbuh. Penyebab lain yang mungkin membuat anak terlambat mendapatkan gigi permanennya, yaitu faktor keturunan. 

Dalam hal ini ialah orangtua yang mengalami beberapa masalah, seperti pertumbuhan gigi yang lambat atau penggunaan kawat gigi. Kondisi tersebut bisa saja menyebabkan anak mengalami hal yang sama.

Dikutip dari kindersmiles, keakuratan kondisi gigi karena faktor keturunan ini mencapai angka 80%, Ma. Jadi, besar kemungkinannya bahwa proses tumbuh kembang gigi anak dipengaruhi oleh kondisi Mama atau Papa. 

3. Tidak terpenuhinya nutrisi anak mama

3. Tidak terpenuhi nutrisi anak mama
Pixabay/Mojpe

Nutrisi telah dikenal sebagai kunci dalam proses tumbuh kembang anak. Apabila asupan nutrisi mereka telah seimbang dan tercukupi, maka tumbuh kembangnya pun dapat berjalan dengan optimal, Ma. 

Tidak terkecuali dalam pertumbuhan gigi anak. Nutrisi yang kurang bisa saja menghambat tumbuh kembang gigi mereka. Jadi, gigi permanen anak mama tidak kunjung tumbuh.  

Apalagi, jika anak termasuk yang sulit atau cenderung pemilih dalam makanan. Sebaiknya, Mama dapat berusaha lebih keras agar nutrisi tubuh anak tetap terpenuhi.

Terutama kebutuhan kalsium yang memiliki peran penting dalam kesehatan gigi anak. Nutrisi lain dalam ragam sayuran atau buah-buahan juga dapat bantu mendorong gigi untuk ke luar melalui garis gusi. 

Tak hanya itu, sebaiknya Mama membatasi konsumsi makanan manis pada anak. Hal ini karena makanan manis yang lengket dapat menyebabkan timbulnya masalah pada gigi, seperti karies. 

4. Berat dan tinggi badan anak juga memengaruhi

4. Berat tinggi badan anak juga memengaruhi
Pexels/Gabby K

Kondisi fisik anak berupa berat dan tinggi badan juga mungkin dapat memengaruhi proses tumbuh kembang gigi mereka, Ma. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa anak yang memiliki postur tubuh tinggi dengan berat badan besar, mungkin akan lebih cepat mendapatkan gigi permanennya. 

Apalagi, anak-anak yang obesitas atau memiliki berat badan berlebih dibandingkan anak dengan berat badan normal lainnya. Hal ini pun mungkin akan membuat para orangtua membandingkan kondisi anak mereka dengan teman-teman sebayanya.

Namun, Mama atau Papa sebaiknya lebih bijak menghadapi permasalahan ini. Cobalah berpikir lebih positif dengan menganggap bahwa anak mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama daripada teman-temannya dalam mendapatkan gigi permanen mereka.  

5. Gigi permanen mungkin tumbuh, tetapi dalam posisi yang salah

5. Gigi permanen mungkin tumbuh, tetapi dalam posisi salah
Pexels/cottonbro

Pada beberapa kondisi, gigi permanen mungkin dapat tumbuh, tetapi dengan posisi yang salah. Misalnya, tumbuh di tempat gigi susu yang belum tanggal. Jadi, terjebak dalam ruangan sempit bersama dengan gigi susu. 

Hal ini pun membuat posisi gigi cenderung berantakan. Padahal, seharusnya gigi permanen tumbuh mengikuti jalur gigi susu anak mama. 

Permasalah seperti ini biasanya terjadi pada gigi taring atas. Ketidakteraturan kondisi gigi ini pun akan menghambat tumbuhnya gigi permanen dengan baik. 

Itulah beberapa penyebab gigi permanen anak belum tumbuh. Apabila anak mengalami salah satu kondisi di atas, mungkin Mama atau Papa perlu mempertimbangkan untuk membawa mereka ke dokter spesialis gigi. Nantinya, dokter bisa saja mengambil beberapa tindakan medis. Misalnya, pencabutan gigi, pemasangan kawat gigi, atau lainnya. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.