Bebas dari Tekanan, Ini 7 Tips Mengasuh Anak di Tengah Pandemi Corona

Tetap tenang dan salurkan energi positif agar anak merasa nyaman dan aman selama di rumah

27 April 2020

Bebas dari Tekanan, Ini 7 Tips Mengasuh Anak Tengah Pandemi Corona
Dok. SOS Childern Villages

Adanya pandemi covid-19 secara tidak langsung telah mengubah cara hidup kita ya, Ma? Imbauan pemerintah untuk tetap di rumah dan menjaga jarak dengan orang lain di lingkungan luar kini telah menjadi rutinitas baru. 

Seluruh kegiatan, mulai dari sekolah, bekerja, dan ibadah dilakukan di rumah. Rasa bosan yang mungkin saja muncul juga bisa disertai dengan kecemasan dan stres.

Padahal, Mama harus tetap mengerjakan pekerjaan rumah dan mengasuh si Kecil. Orangtua pun perlu bekerja ekstra dalam pengasuhan agar anak tetap merasa aman dan nyaman selama di rumah.

Untuk itu, berikut Popmama.com berikan tips mengasuh buah hati di rumah selama masa pandemi. Mungkin saja bisa membantu Mama. 

1. Pastikan kebahagiaan diri sendiri

1. Pastikan kebahagiaan diri sendiri
Pexels/Gustavo Fring

Hal utama yang perlu orangtua dalam mengasuh anak adalah memastikan kebahagiaan diri sendiri. Mama mungkin kerap lupa untuk memerhatikan diri sendiri.

Padahal, kebahagiaan yang dirasakan dapat menular pada anak-anak. Cara untuk mendapatkan kebahagiaan diri, yaitu dengan memulai hari dengan aktivitas menyenangkan atau kegemaran. 

Misalnya, melakukan meditasi atau olahraga di pagi hari sebelum melakukan pekerjaan rumah dan mengasuh buah hati. Mama juga bisa memanfaatkan waktu istirahat di siang hari untuk menonton program TV atau memasak makanan kesukaan.

Ada banyak hal sederhana lain yang menyenangkan untuk membuat diri Mama bahagia, lho. Jadi, jangan ragu untuk memanjakan diri agar tubuh mendapatkan energi yang cukup sehingga aktivitas harian tetap bisa dilakukan dengan baik. 

2. Tetap tenang dan salurkan energi positif

2. Tetap tenang salurkan energi positif
Pexels/Pixabay

Pastikan untuk tetap bersikap tenang ketika mengasuh si Kecil di rumah. Hindari untuk mengungkapkan emosi negatif, seperti ketakutan, kepanikan, atau prasangka. 

“Emosi dapat lebih menular daripada virus corona. Orangtua yang bahagia dapat membuat anak-anak mereka bahagia juga. Jaga diri dan perhatikan kesehatan pikiran sendiri terlebih dahulu, dengan begitu, anak-anak juga akan baik-baik saja,” ungkap Teresa Ngigi, spesialis psikolog anak dari SOS Children’s Villages International. 

Jadi, sebaiknya Mama menyalurkan energi positif pada anak selama di rumah. Dengan mengungkapkan rasa semangat dan ceria sehingga anak tetap merasa nyaman. 

Editors' Picks

3. Biarkan anak menentukan keputusan

3. Biarkan anak menentukan keputusan
Pexels/bongkarn thanyakij

Lakukan pendekatan dengan anak dan beri pengertian mengenai kondisi virus corona saat ini. Mama bisa duduk bersama anak untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi.

Coba ceritakan bagaimana perkembangan virus corona di luar sana, lalu kemudian tanyakan pendapat mereka apa yang menurut mereka perlu dilakukan. Dari jawaban anak, orangtua biasanya akan menemukan masukan dan ide-ide baru.

Namun, tetap ajak anak-anak untuk menerapkan semua tindakan yang diperlukan di rumah sebagai upaya pencegahan penularan virus corona ya, Ma. Seperti tidak pergi ke luar rumah, rajin cuci tangan dengan sabun, makan makanan yang bergizi, dan minum vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh. 

4. Jangan konsumsi informasi berlebihan

4. Jangan konsumsi informasi berlebihan
Pexels/Julia M Cameron

Adanya pandemi virus corona saat ini membuat siapa pun ingin mengetahui situasi terkini. Mulai dari bidang kesehatan, ekonomi, maupun sosial. 

Namun, beberapa informasi bisa saja menimbulkan rasa kepanikan atau kecemasan yang bisa memicu stres. Jadi, sebaiknya pegang kendali atas informasi-informasi yang dapat diterima. 

Pilih dengan hati-hati apa yang ingin Mama dan keluarga tonton, dengar, atau baca. Apabila bisa memicu kepanikan, stop konsumsi informasi tersebut. 

5. Tetap lakukan rutinitas seperti biasa

5. Tetap lakukan rutinitas seperti biasa
Pexels/Cotton Bro

Anak-anak membutuhkan keseharian yang terstruktur dan rutin. Mereka perlu merasa bahwa hidup dapat diprediksi karena hal itu akan membuat mereka merasa aman.

Meski Mama dan keluarga mungkin telah keluar dari rutinitas biasa, tetapi usahakan untuk dapat menciptakan rutinitas baru dan melakukannya secara terus-menerus sehingga anak merasa terbiasa. 

Orangtua juga bisa melakukan hal-hal yang telah ditunda karena tidak punya waktu atau energi untuk melakukannya. Misalnya, ingin menggambar, melukis, atau merajut? Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menjadi kreatif!

Ajak juga si Kecil untuk terlibat dalam kegiatan lain yang menyenangkan. Biarkan dirinya menjelajah hal-hal baru yang disukai. 

Setiap kali Mama mulai merasa khawatir karena keadaan pandemi, tarik napas dan ingatlah. Meskipun situasi sedang tidak kondusif, fokuslah untuk menciptakan momen-momen baik hari ini. 

6. Tetap sosialisasi meskipun online

6. Tetap sosialisasi meskipun online
Pexels/Gustavo Fring

Meskipun pemerintah mengimbau masyarakat untuk melakukan jaga jarak dengan sesama. Bukan berarti Mama tidak bisa bersosialisasi. 

Tetaplah jalin hubungan baik dengan teman dan saudara lain melalui media sosial secara online. Misalnya, chatting, video call, atau email. 

Bertukar kabar dan beragam cerita dengan orang lain di masa pandemi saat ini bisa menjadi salah satu hiburan penghilang penat. Lakukan juga hal-hal baik pada sesama sehingga mendapat energi positif satu sama lain. 

7. Hindari menyalahkan keadaan

7. Hindari menyalahkan keadaan
Pexels/Elly Fairytale

Kondisi seperti ini bukan waktunya untuk menyalahkan. Tidak masalah bagaimana atau di mana virus ini dimulai, yang terpenting adalah kita bersama-sama menghadapi ini sekarang.

Bersyukurlah atas hal-hal baik yang terjadi, Ma. Investasikan energi untuk hal-hal positif, tingkatkan kapasitas diri, jadilah individu yang murah hati dan penuh kasih. 

Patuhi semua aturan pemerintah untuk tetap di rumah dan jaga kesehatan keluarga dengan baik. Percayalah bahwa kehidupan bisa kembali normal. 

Itulah tips mengasuh anak di tengah pandemi Covid-19. Semoga Mama dan anak-anak bisa tenang, berkegiatan dengan penuh gembira di rumah.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.