Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Prama Hansa Abhipraya, Anak 7 Tahun yang Mendapat Rekor MURI

5 Fakta Prama Hansa Abhipraya, Anak 7 Tahun yang Mendapat Rekor MURI
Instagram.com/paramahansa.id
Intinya Sih
  • Prama Hansa Abhipraya, anak 7 tahun asal Bojonegoro, meraih penghargaan MURI berkat prestasi luar biasa di berbagai bidang seperti matematika, musik, catur, budaya, dan olahraga.
  • Ia memenangkan gelar World Star Champion di Thailand International Mathematical Olympiad 2025 serta meraih trofi piano internasional di Golden Lion Singapore 2026.
  • Selain akademik dan seni, Prama aktif melestarikan budaya wayang serta gemar bermain sepak bola sejak kecil, menunjukkan semangat eksplorasi dan keseimbangan minat yang menginspirasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di usia 7 tahun, sebagian anak mungkin masih sibuk mencoba berbagai hobi atau mencari kegiatan yang paling mereka suka. Namun, berbeda dengan Prama Hansa Abhipraya. Anak asal Bojonegoro ini berhasil mencuri perhatian berkat deretan prestasinya di tingkat nasional hingga internasional.

Hebatnya lagi, kemampuan Prama nggak hanya terlihat di satu bidang saja. Mulai dari matematika, musik, catur, budaya, hingga olahraga, semuanya ia tekuni di usia yang masih sangat muda. Berkat pencapaian luar biasanya tersebut, Prama pun berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Kisah Prama jadi bukti bahwa rasa ingin tahu anak yang didukung dengan ruang eksplorasi bisa berkembang menjadi potensi yang luar biasa.

Berikut Popmama.com lima fakta menarik tentang prestasi Prama Hansa Abhipraya yang bikin bangga!

1. Menjadi juara dunia matematika di Thailand International Mathematical Olympiad 2025

Prama berpose dengan pialanya
Instagram.com/paramahansa.id

Salah satu prestasi terbesar Prama datang dari dunia akademik. Di usia 7 tahun, ia berhasil meraih gelar World Star Champion dalam ajang Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) 2025 yang digelar di Chiang Mai, Thailand, pada 21–23 Februari 2025.

Kompetisi matematika internasional ini mempertemukan peserta berbakat dari berbagai negara. Hebatnya, Prama berhasil membawa pulang medali emas dan delapan piala untuk kontingen Indonesia.

Pencapaian ini tentu bukan hal kecil, Ma. Sebab, TIMO dikenal sebagai salah satu olimpiade matematika internasional yang cukup kompetitif untuk anak-anak berbakat di bidang numerasi.

2. Berprestasi di dunia seni lewat kompetisi piano internasional

Prama berpose sambil mengibarkan bendera Indonesia
Instagram.com/paramahansa.id

Nggak cuma jago berhitung, Prama juga menunjukkan bakatnya di bidang seni musik.

Pada ajang Golden Lion Singapore 2026, Prama berhasil meraih 2nd Silver Trophy Piano dalam kompetisi yang berlangsung pada 6–8 Februari 2026. Kompetisi ini dikenal sebagai salah satu ajang seni cukup bergengsi di Asia karena mencakup banyak kategori, mulai dari instrumen musik, vokal, hingga tari.

Dilansir dari scholae.co, perjalanan Prama menuju panggung internasional juga tidak instan. Ia harus melewati proses seleksi terlebih dahulu sebelum akhirnya tampil membawa nama Indonesia.

Menariknya lagi, kompetisi ini diikuti sekitar 2.000–2.500 peserta dari berbagai negara, termasuk Singapura, Australia, China, hingga Jepang. Nggak heran kalau pencapaian Prama terasa semakin membanggakan.

3. Dipuji CEO organisasi musik internasional karena punya banyak talenta

Prama saat bermain catur
Instagram.com/paramahansa.id

Kemampuan Prama yang berkembang di banyak bidang ternyata juga mendapat perhatian dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari CEO Federation of International Music Organizer (FIMO), Andy Ujang. FIMO sendiri merupakan organisasi yang menaungi berbagai kompetisi seni dan musik internasional sekaligus mendukung pembinaan talenta muda.

Dilansir dari scholae.co, Andy menyebut Prama sebagai contoh anak dengan potensi multidisiplin yang berkembang dengan baik. Menurutnya, Prama menunjukkan bahwa anak yang unggul di bidang akademik juga tetap bisa berkembang di dunia seni bila mendapat dukungan dan kesempatan eksplorasi yang tepat.

4. Jago catur sekaligus aktif melestarikan budaya wayang

Prama mengenakan pakaian daerah saat hari kemerdekaan
Instagram.com/paramahansa.id

Selain matematika dan piano, Prama juga aktif mengembangkan minatnya di bidang lain, lho.

Ia pernah meraih penghargaan sebagai Best KU-7 Tournament Catur DKI Jakarta dan juga mendapatkan posisi keempat dalam Ilmu Kuala Lumpur Batas Championship.

Nggak berhenti sampai di situ, Prama juga aktif melestarikan budaya Indonesia dengan menjadi dalang wayang di usia dini. Bahkan, ia disebut sedang menulis buku sendiri.

Melihat banyaknya hal yang ditekuni Prama, nggak sedikit yang kagum karena ia bisa menyeimbangkan kemampuan logika, seni, sekaligus kecintaan pada budaya lokal.

5. Sudah suka mencoba banyak hal sejak kecil, termasuk bermain sepak bola

Prama saat bertanding di pertandingan sepak bola
Instagram.com/paramahansa.id

Di balik banyaknya pencapaian tersebut, ternyata Prama sudah menunjukkan rasa penasaran tinggi sejak usia dini.

Sejak umur 3 tahun, ia dikenal senang mencoba berbagai aktivitas dan nggak takut mengeksplorasi hal baru. Mungkin inilah yang membuat kemampuan Prama berkembang di banyak bidang sekaligus.

Menariknya, di tengah kesibukannya mengikuti kompetisi, Prama juga ternyata suka bermain sepak bola. Ia bahkan beberapa kali membagikan momen saat bertanding bersama tim sepak bolanya.

Hal ini menunjukkan kalau anak yang berprestasi di akademik belum tentu hanya fokus belajar saja, Ma. Dengan dukungan yang tepat, anak tetap bisa aktif bergerak, bermain, mengejar hobi, sekaligus mengeksplorasi banyak minat sesuai usianya.

Kisah Prama juga jadi pengingat bahwa setiap anak punya cara berkembang yang berbeda. Saat anak diberi kesempatan untuk mencoba banyak hal, bukan tidak mungkin mereka menemukan potensi terbaiknya sejak dini.

Share
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Related Articles

See More