Anak Bercita-cita Jadi Vlogger, 3 Hal Ini Perlu Dipersiapkan Orangtua

Tak perlu khawatir saat anak bercita-cita menjadi vlogger atau YouTuber

4 Desember 2018

Anak Bercita-cita Jadi Vlogger, 3 Hal Ini Perlu Dipersiapkan Orangtua
Unsplash/Tim Gouw

Sebagai orangtua pasti Mama menyadari kalau anak-anak sekarang sudah sangat akrab terhadap penggunaan gadget di kesehariannya. Bahkan di usia sangat dini, si Kecil sudah diberikan gadget sebagai sarana hiburan. 

Tak jarang kedekatan anak-anak dalam menggunakan gadget dan media sosial seperti YouTube membuat dirinya bercita-cita menjadi seorang YouTuber atau vlogger. 

Kini cita-cita menjadi seorang insinyur, pilot atau seorang guru sudah jarang diminati. Banyaknya profesi di industri kreatif seperti YouTuber, vlogger, selebgram atau influencer wajar menjadi pilihan karena anak-anak sudah begitu akrab dengan gadget. Jadi orangtua tidak perlu lagi kaget dengan bergesernya minat anak karena perkembangan teknologi. 

Saat si Anak memiliki cita-cita sebagai seorang YouTuber atau vlogger, Mama tidak perlu langsung menunjukkan reaksi penolakan serta menganggap keinginannya buruk. 

Kali ini Popmama.com sudah merangkum beberapa hal yang bisa dilakukan saat si Anak memiliki cita-cita menjadi seperti seorang YouTuber atau vlogger. 

1. Berusaha riset bersama

1. Berusaha riset bersama
Freepik

Kini banyak anak-anak yang melirik profesi sebagai vlogger dan juga YouTuber, terlebih saat kreator cilik seperti dirinya mulai bermunculan. 

Rasa penasaran mau mencoba membuat si Anak melontarkan keinginannya kepada Mama. 

Psikolog Anak Tari Sandjojo, Psi mengatakan bahwa perkembangan teknologi sebenarnya membuat peran orangtua menjadi bertambah. Orangtua perlu mengarahkan si Anak saat dirinya berniat menjadi seorang vlogger. 

Mama bisa meluangkan waktu sejenak untuk menonton bersama. Hal ini berguna agar si Anak dapat memberitahukan kepada orangtua mengenai vlogger cilik yang sudah memotivasinya. 

Saat ada anak-anak yang ingin menjadi vlogger berarti peran orangtua sangat dibutuhkan di sini. Mama bisa bertindak sebagai fasilitator dan juga pengarah. 

Bantu si Anak meriset seorang vlogger seperti apa yang ingin diikuti dirinya. Vlogger anak-anak di YouTube yang bisa ditonton bersama si Anak seperti Aisyah Hanifah, Baby Belle Zhuo, Moonella atau beberapa nama vlogger anak lainnya. 

Dari banyak inspirasi yang bisa dilihat anak-anak di media sosial pasti dirinya memiliki minat tersendiri. Biarkan dirinya memilih asalkan konten videonya tetap harus yang positif ya, Ma. 

Baca juga: Rahasia Ryan Toys Review, Youtuber yang punya penghasilan jutaan dolar

Editors' Picks

2. Mulai mengarahkan minat anak

2. Mulai mengarahkan minat anak
Freepik

"Misalnya anak sudah menentukan, oke saya mau jadi yang kayak gini. Orangtua tinggal mengarahkan. Ini makanya saya bilang bahwa teknologi membuat peran orangtua lebih bertambah," ujar Psikolog Anak Tari Sandjojo, Psi yang juga selaku Direktur Akademik Sekolah Cikal dan Founder Yayasan Matahati saat ditemui di acara Media Event YouTube Kids (27/11). 

Bila si Anak sudah paham dan mengetahui kemampuannya sendiri saat ingin menjadi vlogger, Mama perlu kembali mengarahkan. Jangan dibiarkan sendiri karena masih perlu sekali dibina minat serta bakatnya agar dapat berjalan sesuai harapan. 

Perlu diingat untuk menjadi seorang konten kreator profesional itu tidaklah mudah. Terlebih bila anak mama masih perlu sekali mendapat pengarahan. 

Baca juga: YouTube Kids Hadir dengan Aplikasi Ramah Anak dan Keluarga

Baca juga: Selain Rahmawati, Ini Deretan Beauty Vlogger Anak yang Hits di YouTube

3. Menemani saat membuat konten video

3. Menemani saat membuat konten video
Freepik

Dengan memanfaatkan teknologi serta alat-alat yang ada di rumah memang memudahkan untuk menjadi seorang vlogger. 

Namun, si Anak yang baru saja terjun menjadi seorang vlogger tentu masih belum berpengalaman. Untuk itu, tidak ada salahnya Mama perlu membuat konsep atau konten video bersama. 

Tujuannya agar konten video yang dibuat anak mama tidak salah arah. Untuk menjadi konten kreator yang unik dan berbeda dari yang lain, si Anak pun memerlukan personalitas. Salah satu aspek yang membuat dirinya lebih memiliki ciri khas. 

Semoga beberapa informasi di atas bisa menjawab pertanyaan Mama saat si Anak berkata ingin menjadi seorang vlogger. 

Baca juga: Meisya Siregar Ingin Ada Pesan Positif di Channel YouTube Keluarganya