TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

7 Penyebab Mual dan Muntah yang Umum Dialami Anak

Mual dan muntah sering dikaitkan dengan gejala sejumlah penyakit dan gangguan yang berbeda

20 April 2022

7 Penyebab Mual Muntah Umum Dialami Anak
littlespurspedi.com

Mual dan muntah adalah gejala yang umum dialami oleh segala kalangan usia, termasuk anak-anak. Meski umum terjadi, terkadang Mama tidak tahu persis apa yang menyebabkan anak mengalami mual dan muntah.  

Hal ini karena mual dan muntah menjadi gejala yang terkait dengan sejumlah penyakit dan gangguan yang berbeda.

Sehingga, ketika mencari penyebab mual dan muntah, Mama mungkin akan menemukan puluhan bahkan ratusan penjelasan hipotetis mengapa mekanisme tubuh ini dipicu.

Untuk membantu Mama mengetahui penyebab apa yang paling sering memicu mual dan muntah pada anak, berikut Popmama.com telah merangkum penyebab mual dan muntah yang umum dialami anak.

Yuk simak!

1. Keracunan

1. Keracunan
Freepik

Dilansir dari Health Direct, keracunan paling sering terjadi pada anak-anak, yang senang memasukkan benda-benda ke dalam mulut.

Selain itu, banyak juga barang rumah tangga yang beracun jika tertelan atau terhirup.

Gejala keracunan antara lain mual dan muntah, mengantuk, kejang, hingga mengalami kesulitan bernapas.

2. Keracunan makanan

2. Keracunan makanan
Freepik

Selain keracunan biasa, keracunan makanan adalah penyebab umum lain dari muntah. Mama mungkin sudah tak asing dengan kondisi ini, bukan? Keracunan makanan bisa terjadi ketika anak mengonsumsi beberapa makanan yang ditinggalkan semalaman.

Keracunan makanan adalah istilah umum untuk salah satu dari banyak penyakit non-spesifik yang ditularkan melalui makanan. Biasanya, ketika berbicara tentang keracunan makanan, ini disebabkan oleh bakteri seperti E. coli, listeria, atau salmonella.

Tubuh biasanya dapat membersihkan diri dari bakteri dalam waktu 48 jam. Muntah biasanya merupakan jalan untuk membersihkan diri dari bakteri, dan seringkali muntah dibarengi dengan mual.

Dalam beberapa kasus, anak mungkin memerlukan antibiotik yang dapat diperoleh setelah kunjungan ke dokter.

Editors' Picks

3. Mabuk perjalanan

3. Mabuk perjalanan
freepik/annakuzmenko

Bagi sebagian anak, bermain ponsel atau membaca di dalam mobil dapat memicu mabuk perjalanan.

Ini adalah sensasi yang dipicu ketika tubuh anak merasakan perbedaan antara gerakan yang dirasakan oleh telinga bagian dalam, dan gerakan yang dilihat dengan mata.

Perbedaan antara bagaimana sistem sensorik anak memandang dunia di sekitar dapat menyebabkan mual, yang kemudian dapat memicu muntah.

4. Mengalami stres

4. Mengalami stres
Freepik/Seventyfour

Pernahkah anak terlibat dalam situasi yang mengharuskannya tampil di depan umum dan merasa mual? Yup, peristiwa nyata ini dapat menyebabkan kecemasan besar, dan itu dapat memicu reaksi fisik.

Selain kecemasan sosial, ketakutan dapat menyebabkan reaksi yang sama. Terkadang emosi yang intens dapat menyebabkan mual instan dan mungkin muntah.

Yang dapat Mama lakukan untuk mengatasi mual akibat stres pada anak adalah, membantunya latihan pernapasan dalam dan minum sesuatu yang dingin dan berbuih.

5. Refluks asam

5. Refluks asam
Freepik

Refluks asam adalah suatu kondisi di mana sistem pencernaan tubuh tidak berfungsi dengan baik. Sfingter esofagus bagian bawah memungkinkan asam lambung dan makanan yang tidak tercerna naik ke kerongkongan alih-alih menutup.

Sehingga rasa asam dari asam lambung ini bisa memicu mual bahkan muntah.

Seringkali, mengatasi refluks asam ini membutuhkan perubahan gaya hidup. Artinya, anak perlu menghindari makanan yang digoreng, jeruk, dan makanan pedas, serta minuman kafein dan soda.

Perubahan gaya hidup lain yang dapat mengatasi refluks asam pada anak termasuk, meninggikan kepala saat tidur, dan tidak berbaring setelah makan. 

6. Radang usus buntu

6. Radang usus buntu
Health.clevelandclinic.org

Radang usus buntu atau apendisitis memiliki gejala mual dan muntah. Kondisi biasanya menyebabkan sakit yang dimulai di sekitar pusar, dan menjalar ke kanan bawah perut.

Gejala lain yang mungkin dirasakan anak ketika mengalami radang usus buntu adalah kehilangan nafsu makan, demam atau kedinginan.

Jika tidak diobati, usus buntu bisa menjadi bengkak dan terinfeksi, lalu pecah. Pembedahan mendesak biasanya merupakan pengobatan untuk radang usus buntu.

7. Norovirus

7. Norovirus
Pexels/MART PRODUCTION

Dengan lebih dari 19 juta kasus per tahun, norovirus sangat umum dan sangat tidak nyaman. Seringkali, penyakit perut ini menyebabkan anak mengalami mual dan muntah.

Ini adalah virus yang ditularkan ketika balita menyentuh hidung, mulut, atau matanya setelah melakukan kontak dengan seseorang yang membawa infeksi. Bisa juga karena mengonsumsi makanan yang terkontaminasi virus.

Biasanya, norovirus menyebabkan 1-3 hari ketidaknyamanan sampai tubuh menghancurkannya. Jika gejala yang mengancam jiwa dialami, pastikan Mama segera membawa anak ke dokter sesegera mungkin.

Nah itulah 7 penyebab mual dan muntah yang umum dialami anak.Yup, ada banyak sekali alasan mengapa anak mual dan muntah. Terkadang muntah adalah tubuh yang melawan infeksi, dan terkadang muntah adalah akibat dari stres psikologis.

Jika anak menunjukkan gejala mual dan muntah selama beberapa hari, dan menunjukkan gejala dehidrasi, penting bagi Mama untuk segera membawa anak ke dokter agar segera mendapatkan perawatan dan penanganan yang tepat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk